alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Pos Penyekatan Malasan Kosong, Personel Ditarik ke Leces

LECES, Radar Bromo – Baru beberapa hari beroperasi. Eh, pos penyekatan yang didirikan oleh Polres Probolinggo di Malasan Kulon, Kecamatan Leces, tiap harinya dibiarkan kosong.

Ternyata, personel di pos setempat memang sengaja ditarik atau pos setempat tidak dioperasikan. Pihak kepolisian menilai, pos pantau yang juga berfungsi sebagai penyekatan itu, tidak efektif.

“Untuk yang Malasan kami tarik ke Leces. Penyekatan dilakukan di pintu keluar (exit tol) Leces,” terang Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Ponsen Dadang Martianto, Jumat (7/5).

Salah satu kondisi yang membuat pos penyekatan Malasan dinilai kurang efektif karena lokasinya sempit. Sehingga, petugas kesulitan saat proses penyekatan dilakukan.

“Lokasinya terlalu sempit. Saat ada kendaraan yang harus putar balik, butuh waktu lama untuk putar balik. Sehingga dapat menimbulkan kemacetan,” ujarnya.

Lalu dari efektivitas penyekatan, pihak kepolisian menilai lokasi yang tepat untuk penyekatan adalah di exit tol Leces. Akhirnya, penyekatan dipindah ke exit tol. Penyekatan di exit tol Leces dilakukan di dua titik. Yaitu, kendaraan yang dari arah Surabaya dan dari arah Lumajang.

“Dengan demikian, saat ini hanya ada dua titik penyekatan. Yaitu di Leces dan di Paiton,” ujarnya.

Sementara itu, selama penyekatan hari kedua, ada penurunan aktivitas kendaraan. Arus kendaraan menuju Kabupaten Probolinggo cukup sepi.

“Aktivitas kendaraan terpantau cukup sepi dibanding hari pertama. Mungkin karena masyarakat sudah tahu ada penyekatan. Sehingga, mereka memilih tidak melanjutkan perjalanan atau mengurungkan niatnya mudik,” ujarnya.

Sedangkan pada proses penyekatan, ada 300 kendaraan yang diperiksa oleh pihak kepolisian. Dan beberapa di antaranya diminta untuk putar balik lantaran diketahui hendak mudik. Di pos penyekatan Leces, ada 20 kendaraan yang diminta putar balik. Sementara di Paiton ada 18 kendaraan.

Sementara jumlah kendaraan yang melintas lebih banyak di pos penyekatan Leces. Mereka umumnya pengendara dari Jember yang menuju Malang ataupun Surabaya.

Dadang pun berharap masyarakat bersabar dan tidak mudik. “Tetap patuhi kebijakan pemerintah agar situasi pandemi ini cepat berakhir,” ujarnya.

Sementara itu, di Kota Pasuruan, 13 kendaaran diminta putar balik selama penyekatan hari pertama dan kedua. Sebab, mereka berasal dari luar rayon. Meski sempat berdalih karena kerja, namun mereka tidak bisa menunjukkan surat tugas dari atasan.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pasuruan Kota Aipda Breni Raharjo mengungkapkan, penyekatan terus dikakukan. Selama dua hari dalam operasi pihaknya menemukan 13 pengemudi yang nekat mudik.

Rinciannya, 11 pengemudi melintas di exit tol Sutojayan. Dan masing-masing satu pengemudi melintas di exit tol Grati dan PIER.

“Mereka ini berasal dari Sidoarjo dan Mojokerto. Adapula dari Kota Pasuruan hendak ke Surabaya. Mereka beralasan karena pekerjaan. Namun, tidak bisa menunjukkan surat tugas. Jadi, kami minta putar balik,” ungkapnya.

Breni menjelaskan, dua pengemudi sempat dites antigen di exit tol Sutojayan karena tidak membawa surat bebas Covid. Namun, hasinya nonreaktif. Karena itu mereka diperbolehkan melintas.

Pihaknya berharap masyarakat mematuhi larangan mudik agar tidak membahayakan siapapun, sebab saat ini masih pandemi.

“Kalau memang atas permintaan kantor tempatnya bekerja, ya harus membawa surat tugas. Tapi kalau bukan, kami harap masyarakat tetap di rumah dan berlebaran bersama keluarga di rumah saja,” sebut Breni. (mu/riz/hn)

LECES, Radar Bromo – Baru beberapa hari beroperasi. Eh, pos penyekatan yang didirikan oleh Polres Probolinggo di Malasan Kulon, Kecamatan Leces, tiap harinya dibiarkan kosong.

Ternyata, personel di pos setempat memang sengaja ditarik atau pos setempat tidak dioperasikan. Pihak kepolisian menilai, pos pantau yang juga berfungsi sebagai penyekatan itu, tidak efektif.

“Untuk yang Malasan kami tarik ke Leces. Penyekatan dilakukan di pintu keluar (exit tol) Leces,” terang Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Ponsen Dadang Martianto, Jumat (7/5).

Salah satu kondisi yang membuat pos penyekatan Malasan dinilai kurang efektif karena lokasinya sempit. Sehingga, petugas kesulitan saat proses penyekatan dilakukan.

“Lokasinya terlalu sempit. Saat ada kendaraan yang harus putar balik, butuh waktu lama untuk putar balik. Sehingga dapat menimbulkan kemacetan,” ujarnya.

Lalu dari efektivitas penyekatan, pihak kepolisian menilai lokasi yang tepat untuk penyekatan adalah di exit tol Leces. Akhirnya, penyekatan dipindah ke exit tol. Penyekatan di exit tol Leces dilakukan di dua titik. Yaitu, kendaraan yang dari arah Surabaya dan dari arah Lumajang.

“Dengan demikian, saat ini hanya ada dua titik penyekatan. Yaitu di Leces dan di Paiton,” ujarnya.

Sementara itu, selama penyekatan hari kedua, ada penurunan aktivitas kendaraan. Arus kendaraan menuju Kabupaten Probolinggo cukup sepi.

“Aktivitas kendaraan terpantau cukup sepi dibanding hari pertama. Mungkin karena masyarakat sudah tahu ada penyekatan. Sehingga, mereka memilih tidak melanjutkan perjalanan atau mengurungkan niatnya mudik,” ujarnya.

Sedangkan pada proses penyekatan, ada 300 kendaraan yang diperiksa oleh pihak kepolisian. Dan beberapa di antaranya diminta untuk putar balik lantaran diketahui hendak mudik. Di pos penyekatan Leces, ada 20 kendaraan yang diminta putar balik. Sementara di Paiton ada 18 kendaraan.

Sementara jumlah kendaraan yang melintas lebih banyak di pos penyekatan Leces. Mereka umumnya pengendara dari Jember yang menuju Malang ataupun Surabaya.

Dadang pun berharap masyarakat bersabar dan tidak mudik. “Tetap patuhi kebijakan pemerintah agar situasi pandemi ini cepat berakhir,” ujarnya.

Sementara itu, di Kota Pasuruan, 13 kendaaran diminta putar balik selama penyekatan hari pertama dan kedua. Sebab, mereka berasal dari luar rayon. Meski sempat berdalih karena kerja, namun mereka tidak bisa menunjukkan surat tugas dari atasan.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pasuruan Kota Aipda Breni Raharjo mengungkapkan, penyekatan terus dikakukan. Selama dua hari dalam operasi pihaknya menemukan 13 pengemudi yang nekat mudik.

Rinciannya, 11 pengemudi melintas di exit tol Sutojayan. Dan masing-masing satu pengemudi melintas di exit tol Grati dan PIER.

“Mereka ini berasal dari Sidoarjo dan Mojokerto. Adapula dari Kota Pasuruan hendak ke Surabaya. Mereka beralasan karena pekerjaan. Namun, tidak bisa menunjukkan surat tugas. Jadi, kami minta putar balik,” ungkapnya.

Breni menjelaskan, dua pengemudi sempat dites antigen di exit tol Sutojayan karena tidak membawa surat bebas Covid. Namun, hasinya nonreaktif. Karena itu mereka diperbolehkan melintas.

Pihaknya berharap masyarakat mematuhi larangan mudik agar tidak membahayakan siapapun, sebab saat ini masih pandemi.

“Kalau memang atas permintaan kantor tempatnya bekerja, ya harus membawa surat tugas. Tapi kalau bukan, kami harap masyarakat tetap di rumah dan berlebaran bersama keluarga di rumah saja,” sebut Breni. (mu/riz/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/