alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Persediaan Beras di Probolinggo Aman hingga Setahun  

MAYANGAN, Radar BromoPandemi Covid-19 yang semakin meluas tentunya perlu persediaan bahan pangan yang mencukupi. Perum Bulog Sub Divre Probolinggo memastikan stok beras masih aman. Sampai Jumat (1/5), mencapai 18.000 ton.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Sub Divre Probolinggo Krisna Murtiyanto mengatakan, stok yang tersedia 18.000 ton aman di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, diprediksi aman selama setahun ke depan.

“Jika diasumsikan permintaan beras hanya untuk Probolinggo Raya (Kabupaten-Kota Probolinggo) dan Kabupaten Lumajang, kami pastikan aman sampai dengan satu tahun,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19 dan awal Ramadan, permintaan beras masih stabil. Tidak ada lonjakan permintaan yang cukup signifikan. Juga tidak ada kepanikan di tengah masyarakat yang khawatir terhadap pemenuhan kebutuhan beras di pasaran.

“Permintaan beras masih kategori stabil. Harga beras kualitas medium di pasaran masih berkisar Rp 9.000-Rp 9.500 per kilogram, harga tersebut sudah relatif terjangkau,” ujarnya.

Tak hanya menyediakan beras siap jual, saat panen raya, Bulog juga melakukan pengadaan beras dengan membeli gabah kering giling dan beras dari masyarakat. Ini dilakukan untuk menambah stok beras di gudang. “Dalam hal pengadaan, kami juga membeli gabah kering giling untuk diproses lebih lanjut dan beras dari masyarakat untuk stok gudang,” jelasnya.

Terkait dengan kegiatan pasar murah, Krisna mengaku masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Baik Pemkab maupun Pemkot Probolinggo. Namun, ia memastikan siap jika memang dibutuhkan.

“Stok beras berada di enam gudang yang tersebar di Probolinggo dan Lumajang. Jika memang akan diadakan pasar murah, tentu kami selalu siap. Namun, perlu koordinasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya. (ar/rud)

 

MAYANGAN, Radar BromoPandemi Covid-19 yang semakin meluas tentunya perlu persediaan bahan pangan yang mencukupi. Perum Bulog Sub Divre Probolinggo memastikan stok beras masih aman. Sampai Jumat (1/5), mencapai 18.000 ton.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Sub Divre Probolinggo Krisna Murtiyanto mengatakan, stok yang tersedia 18.000 ton aman di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, diprediksi aman selama setahun ke depan.

“Jika diasumsikan permintaan beras hanya untuk Probolinggo Raya (Kabupaten-Kota Probolinggo) dan Kabupaten Lumajang, kami pastikan aman sampai dengan satu tahun,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19 dan awal Ramadan, permintaan beras masih stabil. Tidak ada lonjakan permintaan yang cukup signifikan. Juga tidak ada kepanikan di tengah masyarakat yang khawatir terhadap pemenuhan kebutuhan beras di pasaran.

“Permintaan beras masih kategori stabil. Harga beras kualitas medium di pasaran masih berkisar Rp 9.000-Rp 9.500 per kilogram, harga tersebut sudah relatif terjangkau,” ujarnya.

Tak hanya menyediakan beras siap jual, saat panen raya, Bulog juga melakukan pengadaan beras dengan membeli gabah kering giling dan beras dari masyarakat. Ini dilakukan untuk menambah stok beras di gudang. “Dalam hal pengadaan, kami juga membeli gabah kering giling untuk diproses lebih lanjut dan beras dari masyarakat untuk stok gudang,” jelasnya.

Terkait dengan kegiatan pasar murah, Krisna mengaku masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Baik Pemkab maupun Pemkot Probolinggo. Namun, ia memastikan siap jika memang dibutuhkan.

“Stok beras berada di enam gudang yang tersebar di Probolinggo dan Lumajang. Jika memang akan diadakan pasar murah, tentu kami selalu siap. Namun, perlu koordinasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya. (ar/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/