alexametrics
27C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Temukan Pisau hingga HP saat Razia Lapas Probolinggo

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MAYANGAN,Radar Bromo – Sejumlah barang terlarang ditemukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Probolinggo. Barang-barang itu disembunyikan warga binaan di dalam bantal dan kasur. Syukur, bisa terdeteksi menggunakan metal detektor.

Barang-barang itu berupa 3 unit handphone dan sebuah pisau. Ada juga sendok, korek api, baling-baling kipas angin, dan kartu remi. Semuanya ditemukan petugas gabungan ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lapas Kelas IIB Probolinggo, Selasa (6/3) malam.

Sidak dengan sasaran utama narkotika itu melibatkan petugas gabungan. Yakni, dari TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pasuruan. Dimulai pukul 19.15 hingga pukul 21.00.

Kepala Lapas Kelas IIB Probolinggo Risman Somantri mengatakan, sejatinya pihaknya rutin melakukan sidak ke sejumlah kamar warga binaan sepekan sekali. Namun, sidak yang melibatkan petugas gabungan dilakukan secara insidental.

“Sidak internal biasanya kami lakukan secara acak ke kamar-kamar dan dalam waktu yang berbeda. Sehingga, sulit diprediksi narapidana kapan waktunya dan lokasinya di mana jika ada peggeledahan kamar,” jelas Risman.

Dalam sidak kali ini, ada sekitar 35 personel gabungan. Mereka dibagi menjadi tiga tim. Masing-masing tim terdiri atas petugas lapas, TNI, Polri, dan perwakilan dari BNN Pasuruan.

Saat kamar warga binaan digeledah, 646 narapidan diminta berbaris dan keluar satu persatu dari kamarnya. Menggunakan metal detektor, petugas juga memeriksa setiap narapidana yang keluar dari kamar.

“Usai semuanya diperiksa satu persatu saat keluar kamar, mereka (narapidana) diminta duduk berbaris di samping kamar. Sementara, petugas gabungan memeriksa di dalam kamar,” ujar Risman.

Dalam peggeledahan, petugas menemukan sejumlah HP. Benda terlarang masuk lapas itu disembunyikan di dalam bantal dan kasur. Termasuk sebilah besi yang dimodifikasi seperti pisau.

“Karena terdeteksi metal detektor, maka bantal dan kasur disobek. Selanjutnya akan kami gali siapa pemiliknya,” ujarnya.

Dari kamar narapidana, petugas juga mengamankan puluhan korek api, beberapa sendok, piring, dan baling-baling kipas angin. Barang-barang itu juga diamankan karena khawatir disalahgunakan. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANGAN,Radar Bromo – Sejumlah barang terlarang ditemukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Probolinggo. Barang-barang itu disembunyikan warga binaan di dalam bantal dan kasur. Syukur, bisa terdeteksi menggunakan metal detektor.

Barang-barang itu berupa 3 unit handphone dan sebuah pisau. Ada juga sendok, korek api, baling-baling kipas angin, dan kartu remi. Semuanya ditemukan petugas gabungan ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lapas Kelas IIB Probolinggo, Selasa (6/3) malam.

Sidak dengan sasaran utama narkotika itu melibatkan petugas gabungan. Yakni, dari TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pasuruan. Dimulai pukul 19.15 hingga pukul 21.00.

Mobile_AP_Half Page

Kepala Lapas Kelas IIB Probolinggo Risman Somantri mengatakan, sejatinya pihaknya rutin melakukan sidak ke sejumlah kamar warga binaan sepekan sekali. Namun, sidak yang melibatkan petugas gabungan dilakukan secara insidental.

“Sidak internal biasanya kami lakukan secara acak ke kamar-kamar dan dalam waktu yang berbeda. Sehingga, sulit diprediksi narapidana kapan waktunya dan lokasinya di mana jika ada peggeledahan kamar,” jelas Risman.

Dalam sidak kali ini, ada sekitar 35 personel gabungan. Mereka dibagi menjadi tiga tim. Masing-masing tim terdiri atas petugas lapas, TNI, Polri, dan perwakilan dari BNN Pasuruan.

Saat kamar warga binaan digeledah, 646 narapidan diminta berbaris dan keluar satu persatu dari kamarnya. Menggunakan metal detektor, petugas juga memeriksa setiap narapidana yang keluar dari kamar.

“Usai semuanya diperiksa satu persatu saat keluar kamar, mereka (narapidana) diminta duduk berbaris di samping kamar. Sementara, petugas gabungan memeriksa di dalam kamar,” ujar Risman.

Dalam peggeledahan, petugas menemukan sejumlah HP. Benda terlarang masuk lapas itu disembunyikan di dalam bantal dan kasur. Termasuk sebilah besi yang dimodifikasi seperti pisau.

“Karena terdeteksi metal detektor, maka bantal dan kasur disobek. Selanjutnya akan kami gali siapa pemiliknya,” ujarnya.

Dari kamar narapidana, petugas juga mengamankan puluhan korek api, beberapa sendok, piring, dan baling-baling kipas angin. Barang-barang itu juga diamankan karena khawatir disalahgunakan. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2