alexametrics
27C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kejagung Amankan Satu Staf Kejari Kabupaten Probolinggo

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo– Kantor Kejari Kabupaten Probolinggo dikejutkan dengan kedatangan tim Kejaksaan Agung (Kejagung) secara mendadak. Usai inspeksi mendadak (sidak) Selasa (6/4), tim Kejagung datang ke kantor Kejari Kabupaten Probolinggo di Kraksaan Rabu (7/4) dan mengangkut staf kejari karena sebelumnya menerima laporan aduan (lapdu).

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo kemarin, situasi di kantor Kejari Kabupaten Probolinggo tak seperti biasa. Kondisinya sepi dan tertutup rapat. Rabu (7/4) sore, kondisi tersebut tampak dari pagar masuk yang ditutup rapat dengan gembok yang dikunci. Hal tersebut terjadi setelah adanya pegawai kejari yang dibawa Kejagung.

Informasi yang dihimpun, tim Kejagung itu datang ke kantor kejari sekitar pukul 10.00. Tak lama kemudian mereka langsung membawa tiga pegawai kejari keluar kantor menggunakan mobil yang berbeda. Namun, ternyata hanya satu orang yang dibawa ke kantor Kajati Jatim untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Saat mendatangi kantor kejari, terlihat tidak ada aktivitas di kantor megah tersebut. Hanya ada beberapa kendaraan dan mobil tahanan milik kejari. Tak berselang lama, muncul satpam dari gerbang dalam yang berada di kiri gedung.

Kepada Jawa Pos Radar Bromo, penjaga keamanan menuturkan bahwa penutupan pagar tersebut dilakukan lantaran para petugas kejari keseluruhannya tidak ada di tempat. Petugas menyebut sedang ada kegiatan di Bromo. “Sejak pukul 10.00 tidak orang sama sekali. Makanya ditutup,” ujar salah satu petugas yang berada di dalam pagar.

Saat Jawa Pos Radar Bromo hendak masuk, satpam menekankan kembali bahwa tidak ada petugas yang berada di gedung. Ia juga mengatakan bahwa saat ini resepsionisnya pun sudah tidak ada di lokasi.

Salah satu sumber yang merupakan pegawai Kejari Kabupaten Probolinggo membenarkan soal informasi adanya staf kejaksaan yang diamankan tim Kejagung. Staf tersebut berinisial AN. Namun, dirinya tidak tahu pasti terkait masalah apa. Hanya saja, tim Kejagung itu membawa AN untuk pemeriksaan lebih lanjut.

AN kabarnya dibawa tim Kejagung ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Selain AN, sejatinya ada dua orang lain yang ikut ke Kejati. Namun dua orang tersebut, sudah kembali ke Probolinggo, usai dibawa kemarin.

”Informasinya yang bermasalah staf AN. Saya tidak tahu masalahnya. Informasinya ada tiga masalah,” ujar sumber tersebut.

Jawa Pos Radar Bromo mencoba mengkonfirmasi Mohammad Dofir, Kepala Kajati Jatim. Namun telepon dan pesan yang dikirim, belum direspons.

Kabar kedatangan Kejagung, sempat membuat heboh. Sebab, ada yang menyebut, terjadi operasi tangkap tangan (OTT) di internal Korps Adhyaksa.

Namun kabar adanya OTT, langsung ditepis Kasi Intel Kejari Kabupaten Probolinggo Yuni Priono. Dia membantah adanya penangkapan jaksa di kantornya. Bahkan, pihaknya memastikan tidak ada jaksa yang terkena OTT.

”Tidak benar isu soal OTT itu. Apalagi saya juga disebut dalam isu OTT itu,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Ditanya soal adanya pegawai kejaksaan yang dibawa oleh tim Kejagung? Yuni tidak menampiknya. Ada staf kejaksaan inisial AN, yang ikut dibawa tim Kejagung atas masalah laporan aduan (lapdu) yang diterima Kejagung beberapa tahun lalu.

Pihaknya belum dapat memastikan lapdu tersebut terkait masalah apa. Apakah masalah di internal kejaksaan atau masalah pribadi staf AN tersebut. ”Staf kejaksaan, bukan jaksa yang dibawa oleh tim Kejagung. Sekali lagi, bukan jaksa dan bukan OTT,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Kejari Kabupaten Probolinggo Adhryansah saat dikonfirmasi menegaskan, terkait isu OTT yang menimpa pegawainya dipastikan tidak benar. Dalam 1×24 jam, tidak ada kejadian OTT.

”Jika OTT itu harus jelas, barang bukti, korban, dan pelakunya. Tidak benar isu dan berita adanya OTT itu,” bantahnya saat dihubungi via telepon kemarin.

Kajari memastikan, semua anak buahnya dalam kondisi baik-baik dan aman. Dirinya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut soal tim Kejagung tersebut. Karena masih belum jelas subtansi persoalannya.

”Saya tidak tahu soal subtansinya. Saya masih menunggu informasi dari Kejagung dulu. Tapi yang pasti tidak ada OTT,” tegasnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo– Kantor Kejari Kabupaten Probolinggo dikejutkan dengan kedatangan tim Kejaksaan Agung (Kejagung) secara mendadak. Usai inspeksi mendadak (sidak) Selasa (6/4), tim Kejagung datang ke kantor Kejari Kabupaten Probolinggo di Kraksaan Rabu (7/4) dan mengangkut staf kejari karena sebelumnya menerima laporan aduan (lapdu).

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo kemarin, situasi di kantor Kejari Kabupaten Probolinggo tak seperti biasa. Kondisinya sepi dan tertutup rapat. Rabu (7/4) sore, kondisi tersebut tampak dari pagar masuk yang ditutup rapat dengan gembok yang dikunci. Hal tersebut terjadi setelah adanya pegawai kejari yang dibawa Kejagung.

Informasi yang dihimpun, tim Kejagung itu datang ke kantor kejari sekitar pukul 10.00. Tak lama kemudian mereka langsung membawa tiga pegawai kejari keluar kantor menggunakan mobil yang berbeda. Namun, ternyata hanya satu orang yang dibawa ke kantor Kajati Jatim untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Mobile_AP_Half Page

Saat mendatangi kantor kejari, terlihat tidak ada aktivitas di kantor megah tersebut. Hanya ada beberapa kendaraan dan mobil tahanan milik kejari. Tak berselang lama, muncul satpam dari gerbang dalam yang berada di kiri gedung.

Kepada Jawa Pos Radar Bromo, penjaga keamanan menuturkan bahwa penutupan pagar tersebut dilakukan lantaran para petugas kejari keseluruhannya tidak ada di tempat. Petugas menyebut sedang ada kegiatan di Bromo. “Sejak pukul 10.00 tidak orang sama sekali. Makanya ditutup,” ujar salah satu petugas yang berada di dalam pagar.

Saat Jawa Pos Radar Bromo hendak masuk, satpam menekankan kembali bahwa tidak ada petugas yang berada di gedung. Ia juga mengatakan bahwa saat ini resepsionisnya pun sudah tidak ada di lokasi.

Salah satu sumber yang merupakan pegawai Kejari Kabupaten Probolinggo membenarkan soal informasi adanya staf kejaksaan yang diamankan tim Kejagung. Staf tersebut berinisial AN. Namun, dirinya tidak tahu pasti terkait masalah apa. Hanya saja, tim Kejagung itu membawa AN untuk pemeriksaan lebih lanjut.

AN kabarnya dibawa tim Kejagung ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Selain AN, sejatinya ada dua orang lain yang ikut ke Kejati. Namun dua orang tersebut, sudah kembali ke Probolinggo, usai dibawa kemarin.

”Informasinya yang bermasalah staf AN. Saya tidak tahu masalahnya. Informasinya ada tiga masalah,” ujar sumber tersebut.

Jawa Pos Radar Bromo mencoba mengkonfirmasi Mohammad Dofir, Kepala Kajati Jatim. Namun telepon dan pesan yang dikirim, belum direspons.

Kabar kedatangan Kejagung, sempat membuat heboh. Sebab, ada yang menyebut, terjadi operasi tangkap tangan (OTT) di internal Korps Adhyaksa.

Namun kabar adanya OTT, langsung ditepis Kasi Intel Kejari Kabupaten Probolinggo Yuni Priono. Dia membantah adanya penangkapan jaksa di kantornya. Bahkan, pihaknya memastikan tidak ada jaksa yang terkena OTT.

”Tidak benar isu soal OTT itu. Apalagi saya juga disebut dalam isu OTT itu,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Ditanya soal adanya pegawai kejaksaan yang dibawa oleh tim Kejagung? Yuni tidak menampiknya. Ada staf kejaksaan inisial AN, yang ikut dibawa tim Kejagung atas masalah laporan aduan (lapdu) yang diterima Kejagung beberapa tahun lalu.

Pihaknya belum dapat memastikan lapdu tersebut terkait masalah apa. Apakah masalah di internal kejaksaan atau masalah pribadi staf AN tersebut. ”Staf kejaksaan, bukan jaksa yang dibawa oleh tim Kejagung. Sekali lagi, bukan jaksa dan bukan OTT,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Kejari Kabupaten Probolinggo Adhryansah saat dikonfirmasi menegaskan, terkait isu OTT yang menimpa pegawainya dipastikan tidak benar. Dalam 1×24 jam, tidak ada kejadian OTT.

”Jika OTT itu harus jelas, barang bukti, korban, dan pelakunya. Tidak benar isu dan berita adanya OTT itu,” bantahnya saat dihubungi via telepon kemarin.

Kajari memastikan, semua anak buahnya dalam kondisi baik-baik dan aman. Dirinya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut soal tim Kejagung tersebut. Karena masih belum jelas subtansi persoalannya.

”Saya tidak tahu soal subtansinya. Saya masih menunggu informasi dari Kejagung dulu. Tapi yang pasti tidak ada OTT,” tegasnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2