alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ciduk 8 PSK dari Emi dan Tigasan, Tarif Ada yang Rp 80 Ribu

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

TEGALSIWALAN, Radar Bromo-Kawasan Kabupaten Probolinggo belum steril dari praktik prostitusi. Kamis (8/4), petugas Satpol PP berhasil mengamankan 8 pekerja seks komersial (PSK) yang mangkal di siang bolong.

Mereka diamankan dari dua lokasi. Yakni kawasan Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces sebanyak 3 orang. Sementara lima PSK lainnya diamankan dari Embong Miring (Emi) Tegalsiwalan.

Tak mudah bagi petugas penegak perda untuk mengamankan para PSK itu. Para PSK yang mengetahui kedatangan tim Satpol PP, sempat berusaha melarikan diri ke tengah sawah. Petugas Satpol PP harus berlarin mengejar hingga ke sawah.

Usai diamankan, para PSK itu pun dibawake mako Satpol PP di Dringu. Kepala Seksi Penyelidikan dan Penindakan pada Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo Budi Utomo mengungkapkan, menjelang bulan suci Ramadhan, ternyata masih ada tempat prostitusi dan PSK yang nekat mangkal.

“Kami akan terus melakukan razia penyakit masyarakat (pekat), mulai dari minuman keras (miras) sampai PSK ke depannya,” terangnya.

Salah satu PSK, AN asal Lumajang mengaku, dirinya sudah lima bulan berada di wilayah Emi Tegalsiwalan. Dirinya terjerumus, karena ikut-ikutan temannya.

“Sekarang sepi. Sehari, palingan Cuma ada 1 sampai 2 tamu. Biasanya saya terima 80 ribu,” akunya. (mas/mie)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALSIWALAN, Radar Bromo-Kawasan Kabupaten Probolinggo belum steril dari praktik prostitusi. Kamis (8/4), petugas Satpol PP berhasil mengamankan 8 pekerja seks komersial (PSK) yang mangkal di siang bolong.

Mereka diamankan dari dua lokasi. Yakni kawasan Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces sebanyak 3 orang. Sementara lima PSK lainnya diamankan dari Embong Miring (Emi) Tegalsiwalan.

Tak mudah bagi petugas penegak perda untuk mengamankan para PSK itu. Para PSK yang mengetahui kedatangan tim Satpol PP, sempat berusaha melarikan diri ke tengah sawah. Petugas Satpol PP harus berlarin mengejar hingga ke sawah.

Mobile_AP_Half Page

Usai diamankan, para PSK itu pun dibawake mako Satpol PP di Dringu. Kepala Seksi Penyelidikan dan Penindakan pada Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo Budi Utomo mengungkapkan, menjelang bulan suci Ramadhan, ternyata masih ada tempat prostitusi dan PSK yang nekat mangkal.

“Kami akan terus melakukan razia penyakit masyarakat (pekat), mulai dari minuman keras (miras) sampai PSK ke depannya,” terangnya.

Salah satu PSK, AN asal Lumajang mengaku, dirinya sudah lima bulan berada di wilayah Emi Tegalsiwalan. Dirinya terjerumus, karena ikut-ikutan temannya.

“Sekarang sepi. Sehari, palingan Cuma ada 1 sampai 2 tamu. Biasanya saya terima 80 ribu,” akunya. (mas/mie)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2