alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Batasi Kendaraan Berat Melintas di Jalur Alternatif Sumbersuko-Kota

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar Bromo – Ditutupnya jembatan Kedungasem Kota Probolinggo, berdampak pada jalan Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, banyak jalan kabupaten yang mejadi akses jalur alternatif, rusak makin parah. Agar kerusakan tak makin parah, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Probolinggo, melarang kendaraan berat masuk ke jalan kabupaten.

Larangan itu diberlakukan bagi kendaraan jenis truk yangmemiliki roda enam atau lebih. Kendaraan ini tak boleh masuk ke jalan kabupaten, yang digunakan pengendara untuk menjadi jalur alternatif, setelah jembatan Kedungasem ditutup.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kerusakan jalan kabupaten itu mulai dirasakan di perbatasan Kota Probolinggo dengan Desa Sumbersuko Dringu. Di jalan kabupaten desa setempat, kondisi jalannya makin rusak parah. Bahkan, aspal sudah berlubang. Sehingga, pengguna jalan harus lebih hati-hati saat melintas.

Kerusakan jalan kabupaten lainnnya yang makin parah lagi terjadi di jalan Kabupaten Ronggojalu. Ini terlihat mulai desa Sumbersuko, Sumberagung sampai Desa Sumberbulu Kecamatan Leces. Makin banyak jalan aspal yang berlubang. Kondisi itu, membuat warga desa setempat yang dilalui jalur alternatif, resah dan mengeluh.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, Heri Sulistyanto melalui Sekretaris Tatok mengatakan, ini menjadi perhatian semua masyarakat atau pengguna jalan yang terganggu akibat penutupan jembatan Kedungasem Kota Probolinggo. Ada jalur alternatif melewati jalan kabupaten.

Namun, pihaknya mengimbau melarang truk atau kendaraan roda enam atau lebih, untuk tidak menggunakan jalan kabupaten sebagai jalur alternatif. Karena selain dikeluhkan warga, juga dampak pada kondisi jalan kabupaten yang cepat rusak.

Truk atau kendaraan roda enam lebih, harusnya menggunakan jalur lingkar utara (JLU) Mayangan Kota Probolinggo sebagai jalur alternatif. Bagi pengendara dari arah selatan, diarahkan untuk lewat pertigaan jalan raya Jorongan ke barat. ”Truk atau kendaraan roda enam lebih, tidak seharusnya lewat jalan Sinto ke selatan, atau jalan raya Malasan ke timur. Karena dampaknya, jalan kabupaten makin cepat rusak, apalagi saat jalan kabupaten baru tengah perbaikan,” ungkapnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar Bromo – Ditutupnya jembatan Kedungasem Kota Probolinggo, berdampak pada jalan Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, banyak jalan kabupaten yang mejadi akses jalur alternatif, rusak makin parah. Agar kerusakan tak makin parah, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Probolinggo, melarang kendaraan berat masuk ke jalan kabupaten.

Larangan itu diberlakukan bagi kendaraan jenis truk yangmemiliki roda enam atau lebih. Kendaraan ini tak boleh masuk ke jalan kabupaten, yang digunakan pengendara untuk menjadi jalur alternatif, setelah jembatan Kedungasem ditutup.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kerusakan jalan kabupaten itu mulai dirasakan di perbatasan Kota Probolinggo dengan Desa Sumbersuko Dringu. Di jalan kabupaten desa setempat, kondisi jalannya makin rusak parah. Bahkan, aspal sudah berlubang. Sehingga, pengguna jalan harus lebih hati-hati saat melintas.

Mobile_AP_Half Page

Kerusakan jalan kabupaten lainnnya yang makin parah lagi terjadi di jalan Kabupaten Ronggojalu. Ini terlihat mulai desa Sumbersuko, Sumberagung sampai Desa Sumberbulu Kecamatan Leces. Makin banyak jalan aspal yang berlubang. Kondisi itu, membuat warga desa setempat yang dilalui jalur alternatif, resah dan mengeluh.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, Heri Sulistyanto melalui Sekretaris Tatok mengatakan, ini menjadi perhatian semua masyarakat atau pengguna jalan yang terganggu akibat penutupan jembatan Kedungasem Kota Probolinggo. Ada jalur alternatif melewati jalan kabupaten.

Namun, pihaknya mengimbau melarang truk atau kendaraan roda enam atau lebih, untuk tidak menggunakan jalan kabupaten sebagai jalur alternatif. Karena selain dikeluhkan warga, juga dampak pada kondisi jalan kabupaten yang cepat rusak.

Truk atau kendaraan roda enam lebih, harusnya menggunakan jalur lingkar utara (JLU) Mayangan Kota Probolinggo sebagai jalur alternatif. Bagi pengendara dari arah selatan, diarahkan untuk lewat pertigaan jalan raya Jorongan ke barat. ”Truk atau kendaraan roda enam lebih, tidak seharusnya lewat jalan Sinto ke selatan, atau jalan raya Malasan ke timur. Karena dampaknya, jalan kabupaten makin cepat rusak, apalagi saat jalan kabupaten baru tengah perbaikan,” ungkapnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2