Ada Warga Positif Covid-19, Pemkot Probolinggo Berlakukan Jam Malam

DIBATASI: Agenda penyemprotan disinfektan oleh petugas di sebuah kafe di Gladak Serang, beberapa waktu lalu. Saat ini, Pemkot membatasi jam operasional tempat usaha di malam hari, hingga sampai pukul 19.00. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Pemkot Probolinggo langsung memberlakukan jam malam untuk tempat usaha. Hal itu menyusul ada dua warga Kota Probolinggo yang dinyatakan positif Covid-19. Jam malam diberlakukan, terutama bagi pelaku usaha, seperti pertokoan, minimarket, dan kafe.

“Melihat peningkatan situasi saat ini, bahwa dua warga dikonfirmasi positif korona, maka akan dilakukan pembatasan jam kegiatan usaha di malam hari,” ujar Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Selasa (7/4) malam melalui video conference.

Habib Hadi –sapaan Wali Kota- menjelaskan, langkah yang diambil ini dilakukan semata-mata untuk warga Kota Probolinggo.

“Pembatasan jam kegiatan usaha ini untuk pertokoan, minimarket, dan kafe yang biasa jadi tempat nongkrong. Semuanya akan dibatasi, hanya boleh buka sampai pukul 19.00. Minimarket dibatasi sampai pukul 19.00 juga. Dan bisa buka pukul 07.00,” jelasnya.

GELAR RILIS: Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dan Forkopimda saat menggelar rilis dengan awak media yang disiarkan secara online, Selasa (7/4). (Agus Raja/Diskominfo Kota Probolinggo)

 

Selain itu, Wali Kota memastikan bahwa Pemkot Probolinggo telah berkoordinasi dengan Pemkab Probolinggo, terutama dalam pelaksanaan check point di beberapa lokasi. Termasuk jika ada pendatang dari Kota Probolinggo yang terdata di check point yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo, akan disampaikan ke Satgas.

“Jika misalnya di check point Rest Area Tongas ada warga Kota Probolinggo yang suhu tubuhnya tinggi, maka nanti akan kami jemput,” ujarnya.

Namun, langkah check point ini dia minta disertai dengan tindakan lain karena dinilai kurang efektif. “Check point kurang efektif karena hanya mendata dan mengukur suhu badan. Sehingga kami meminta kepada masyarakat di RT dan RW untuk mendeteksi kalau ada warga Kota Probolinggo baru pulang dari luar daerah,” tambah Habib Hadi.

Penyampaian informasi mengenai kedatangan warga ini bisa dilakukan melalui telepon kepada puskesmas terdekat. Bisa juga disampaikan informasi tersebut melalui Call Center 112.

“Bisa jadi kondisi warga yang datang itu sehat dan tidak sakit. Namun, dia bisa saja terpapar korona saat dalam perjalanan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Probolilnggo AKBP Ambaryadi Wijaya menjelaskan, karantina wilayah tingkat lokal sudah dilakukan di kota. Saat ini ada 40 perumahan, kampung, dan lingkungan yang melaksanakan karantina wilayah tingkat lokal.

“Ada prosedur wajib saat masuk ke daerah itu. Yaitu, menggunakan masker, disemprot antiseptik, dan barangnya disemprot dengan disinfektan. Sehingga, ini akan mengurangi atau memutus penyebaran virus korona,” tuturnya.

Ambar –sapaan AKBP Ambaryadi Wijaya- menjelaskan, penyebaran virus Korona ini terjadi antara orang ke orang. Jika putus hubungan interaksi orang per orang, maka akan mengurangi penyebaran virus korona. (put/hn)