alexametrics
32C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Tarik Jaring, Kapal Warga Besuki Tenggelam di Perairan Gili Ketapang

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUMBERASIH, Radar BromoSebuah kapal nelayan KM Barokah jenis porschain, Senin (8/3) tenggelam di wilayah perairan timur Pulau Gili Ketapang. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu.

Kasatpol Air Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno menyebutkan, kapal tersebut milik warga Besuki, Kabupaten Situbondo. Kapal tenggelam sekitar 1 mil dari Pulau Gili Ketapang, masuk Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

“Memang betul ada kapal tenggelam, tapi tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kejadiannya tadi (kemarin, Red) pukul 05.30,” terangnya.

Menurutnya, kapal mengangkut 17 ABK, termasuk satu nakhoda. Nakhoda kapal yaitu Mukhsin, 63, warga Jalan Ikan Banyar, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Kapal tenggelam bukan karena faktor cuaca. Melainkan karena proses menarik ikan dari jaring.

Menurutnya, ikan yang ditangkap jaring terlalu banyak. Sehingga, ABK lain ikut membantu menarik jaring tersebut. Saat itu, jaring ditarik dari sisi kiri. Sehingga banyak ABK yang beralih ke sisi kiri kapal.

“Karena banyak yang di kiri, akhirnya kapal oleng dan air masuk ke dalam kapal. Akhirnya kapal tenggelam. Saat kapal tenggelam, nakhoda dan ABK lantas dibantu tiga kapal nelayan dari Pulau Gili Ketapang,” katanya.

Capt. Subuh Fakhurohman, kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV menyebut, pihaknya sudah mengetahui kejadian itu. “Laporan kapal tenggelam di selatan Pulau Gili Ketapang dengan kedalaman 20 meter. Saat itu kapal masih mengapung dan tadi pagi kami sudah mengirim petugas ke sana untuk pemeriksaan awal,” ujarnya.

Saat ini, menurutnya, KSOP telah melakukan antisipasi dengan memberi tanda di sekitar kapal tenggelam agar tidak ditabrak kapal lain. Pihaknya juga melakukan analisis penyebab kapal tenggelam.

“Kondisi cuaca di perairan Probolinggo kemarin bagus. Kami belum bisa memeriksa kapal karena tenggelam dengan bagian haluan masih terlihat,” ujarnya.

Namun semetnara diduga kapal tenggelam karena bocor. “Dari analisis sementara diduga kapal mengalami kebocoran,” tambahnya. (put/hn)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERASIH, Radar BromoSebuah kapal nelayan KM Barokah jenis porschain, Senin (8/3) tenggelam di wilayah perairan timur Pulau Gili Ketapang. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu.

Kasatpol Air Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno menyebutkan, kapal tersebut milik warga Besuki, Kabupaten Situbondo. Kapal tenggelam sekitar 1 mil dari Pulau Gili Ketapang, masuk Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

“Memang betul ada kapal tenggelam, tapi tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kejadiannya tadi (kemarin, Red) pukul 05.30,” terangnya.

Mobile_AP_Half Page

Menurutnya, kapal mengangkut 17 ABK, termasuk satu nakhoda. Nakhoda kapal yaitu Mukhsin, 63, warga Jalan Ikan Banyar, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Kapal tenggelam bukan karena faktor cuaca. Melainkan karena proses menarik ikan dari jaring.

Menurutnya, ikan yang ditangkap jaring terlalu banyak. Sehingga, ABK lain ikut membantu menarik jaring tersebut. Saat itu, jaring ditarik dari sisi kiri. Sehingga banyak ABK yang beralih ke sisi kiri kapal.

“Karena banyak yang di kiri, akhirnya kapal oleng dan air masuk ke dalam kapal. Akhirnya kapal tenggelam. Saat kapal tenggelam, nakhoda dan ABK lantas dibantu tiga kapal nelayan dari Pulau Gili Ketapang,” katanya.

Capt. Subuh Fakhurohman, kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV menyebut, pihaknya sudah mengetahui kejadian itu. “Laporan kapal tenggelam di selatan Pulau Gili Ketapang dengan kedalaman 20 meter. Saat itu kapal masih mengapung dan tadi pagi kami sudah mengirim petugas ke sana untuk pemeriksaan awal,” ujarnya.

Saat ini, menurutnya, KSOP telah melakukan antisipasi dengan memberi tanda di sekitar kapal tenggelam agar tidak ditabrak kapal lain. Pihaknya juga melakukan analisis penyebab kapal tenggelam.

“Kondisi cuaca di perairan Probolinggo kemarin bagus. Kami belum bisa memeriksa kapal karena tenggelam dengan bagian haluan masih terlihat,” ujarnya.

Namun semetnara diduga kapal tenggelam karena bocor. “Dari analisis sementara diduga kapal mengalami kebocoran,” tambahnya. (put/hn)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2