alexametrics
32C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Dishub Kota Probolinggo Minta Warga Lapor bila Temui Jukir Nakal

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KANIGARAN,Radar Bromo – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo terus mengevaluasi dan membina ratusan juru parkir (jukir). Tujuannya, agar mereka tidak melakukan pungutan liar (pungli). Karenanya, Dishub juga meminta warga melapor jika masih ditemukan jukir yang “nakal”.

Kasi Lalu Lintas Dishub Kota Probolinggo Purwantoro Novianto mengatakan, evaluasi dan pembinaan kepada jukir dilakukan secara berkala. Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang sudah membayar retribusi parkir di tepi jalan umum secara berlangganan. Bagi kendaraan berpelat nomor Probolinggo, baik kota maupun kabupaten, tidak perlu membayar retribusi parkir di tepi jalan umum kepada jukir resmi Pemkot Probolinggo.

“Ini berlaku di seluruh wilayah Kota Probolinggo maupun Kabupaten Probolinggo. Kecuali terhadap pembayaran atas pelayanan parkir di area tempat khusus parkir yang disediakan tempat usaha atau perdagangan yang diizinkan melalui pengenaan pajak parkir. Serta, terhadap pelaksanaan kegiatan insidental Pemkot Probolinggo,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat menyampaikan bila terdapat jukir resmi pemkot, yang masih memaksa dan menarik retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum bagi kendaraan berpelat nomor Probolinggo. “Jika ditemukan ada jukir yang memaksa, silakan laporkan kepada kami disertai keterangan nama atau ID petugas di seragam rompi juru parkir. Karcis parkir, hari, jam, dan lokasi kejadian,” pintanya.

Hal ini diperlukan untuk diproses secara kepegawaian, karena jukir resmi Pemkot Probolinggo, merupakan pegawai tidak tetap. Mereka telah mendapatkan gaji bulanan sesuai ketentuan.

Purwantoro juga berharap masyarakat menempelkan stiker parkir berlangganan di pelat nomor kendaraan atau di kaca kendaraannya. Tujuannya, untuk memudahkan identifikasi layanan oleh jukir.

Menurutnya, jika diketahui ada jukir yang melanggar, akan diminta membuat surat pernyataan. Jika tetap melanggar, ada teguran hingga tiga kali sebelum dijatuhkan sanksi. “Sanksinya beragam. Yang paling berat diberhentikan,” ujar Purwantoro.

Ia mengaku, selama ini melakukan evaluasi, pengawasan, dan pembinaan menyeluruh secara bergiliran. Mengingat, ada 73 titik parkir dengan jumlah jukir 183 orang. Selasa-Rabu (2-3/3) lalu, ada sejumlah jukir yang dinilai tidak menaati SOP. Sehingga, ditegur dan dibina. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

KANIGARAN,Radar Bromo – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo terus mengevaluasi dan membina ratusan juru parkir (jukir). Tujuannya, agar mereka tidak melakukan pungutan liar (pungli). Karenanya, Dishub juga meminta warga melapor jika masih ditemukan jukir yang “nakal”.

Kasi Lalu Lintas Dishub Kota Probolinggo Purwantoro Novianto mengatakan, evaluasi dan pembinaan kepada jukir dilakukan secara berkala. Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang sudah membayar retribusi parkir di tepi jalan umum secara berlangganan. Bagi kendaraan berpelat nomor Probolinggo, baik kota maupun kabupaten, tidak perlu membayar retribusi parkir di tepi jalan umum kepada jukir resmi Pemkot Probolinggo.

“Ini berlaku di seluruh wilayah Kota Probolinggo maupun Kabupaten Probolinggo. Kecuali terhadap pembayaran atas pelayanan parkir di area tempat khusus parkir yang disediakan tempat usaha atau perdagangan yang diizinkan melalui pengenaan pajak parkir. Serta, terhadap pelaksanaan kegiatan insidental Pemkot Probolinggo,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Ia meminta masyarakat menyampaikan bila terdapat jukir resmi pemkot, yang masih memaksa dan menarik retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum bagi kendaraan berpelat nomor Probolinggo. “Jika ditemukan ada jukir yang memaksa, silakan laporkan kepada kami disertai keterangan nama atau ID petugas di seragam rompi juru parkir. Karcis parkir, hari, jam, dan lokasi kejadian,” pintanya.

Hal ini diperlukan untuk diproses secara kepegawaian, karena jukir resmi Pemkot Probolinggo, merupakan pegawai tidak tetap. Mereka telah mendapatkan gaji bulanan sesuai ketentuan.

Purwantoro juga berharap masyarakat menempelkan stiker parkir berlangganan di pelat nomor kendaraan atau di kaca kendaraannya. Tujuannya, untuk memudahkan identifikasi layanan oleh jukir.

Menurutnya, jika diketahui ada jukir yang melanggar, akan diminta membuat surat pernyataan. Jika tetap melanggar, ada teguran hingga tiga kali sebelum dijatuhkan sanksi. “Sanksinya beragam. Yang paling berat diberhentikan,” ujar Purwantoro.

Ia mengaku, selama ini melakukan evaluasi, pengawasan, dan pembinaan menyeluruh secara bergiliran. Mengingat, ada 73 titik parkir dengan jumlah jukir 183 orang. Selasa-Rabu (2-3/3) lalu, ada sejumlah jukir yang dinilai tidak menaati SOP. Sehingga, ditegur dan dibina. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2