Budidayakan Anggur di Lahan Sempit Supaya Bisa Jadi Ikon Kota Probolinggo Lagi

KANIGARAN, Radar Bromo – Upaya untuk mengembalikan anggur untuk menjadi salah satu ikon Kota Probolinggo, terus dilakukan Pemkot Probolinggo. Salah satunya pemkot mengawalinya dengan menyosialisasikan kepada warga bahwa anggur bisa dibudidayakan di lahan terbatas.

Hal ini diungkapkan Sudiman, kepala Dinas Pertanian, Ketahanan pangan dan Perikanan (Dispertahankan). “Kami ingin mendorong masyarakat untuk kembali bertanam anggur. Berbeda dengan mangga yang membutuhkan lahan yang cukup luas, tanaman anggur bisa ditanam di lahan yang terbatas,” ujarnya.

Hal ini dinilai sesuai dengan kondisi permukiman warga yang cenderung memiliki lahan terbatas karena tipe rumah yang berukuran kecil. Dengan ukuran lahan terbatas anggur tetap bisa ditanam.

“Anggur bisa ditanam dengan lahan 3-4 meter. Tanaman ini juga bisa dipasang dengan posisi tegak maupun berada di atas seperti halnya kanopi,” ujar Sudiman.

Memang untuk penanaman anggur, dibutuhkan ketelitian dari warga yang ingin bertanam anggur. Ketelitian ini terutama berkaitan dengan pemangkasan daun atau penjarangan buah.

“Sehingga perlu ada pelatihan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan anggur di rumahnya. Pelatihan ini bisa dilakukan di kantor Dispertahankan,” ujarnya.

Pada tahun 2014 jumlah tanaman anggur Kota Probolinggo mencapai 6.000 batang pohon. Jumlah ini kemudian menyusut sampai menyisakan hanya 4.600 batang pohon per Juni 2019. (put/fun)