alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Banjir di Tongas dan Dringu, Ribuan Rumah Terendam

DRINGU, Radar Bromo Bencana banjir kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Minggu (6/2) malam, ribuan rumah di tiga desa yang ada di Kecamatan Dringu dan Tongas, terendam banjir. Total 2.330 KK yang terdiri atas 5.705 jiwa terdampak bencana tersebut.

Di Kecamatan Tongas, banjir terjadi di dua dusun yang ada di Desa Tambakrejo. Yaitu, Dusun Wringinan dan Dusun Krajan. Sedangkan di Kecamatan Dringu, banjir kembali meredam dua desa. Yaitu, Desa Kedungdalem dan Dringu.

Di tiga desa ini, banjir terjadi pukul 19.00, setelah sebelumnya hujan deras turun di dataran tinggi di Kabupaten Probolinggo sejak Minggu siang. Hujan di dataran tinggi menyebabkan debit air sungai Kedunggaleng dan sungai Nguling naik.

Hingga akhirnya, sungai tak mampu menampung air. Air pun meluap dan mengakibatkan banjir di permukiman. Sehingga ribuan rumah warga terendam.

Di Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, sedikitnya 900 KK terdampak di Dusun Wringinan dan Krajan Utara. Kemudian di Desa Dringu dan Kedunggalem, sekitar 1.400 KK terdampak banjir.

Sutejo, 65, warga Dusun Satrian, Desa Kedungdalem saat ditemui di lokasi mengatakan, banjir mulai tinggi sekitar pukul 19.00. Saat itu, debit air sungai Kedunggaleng naik terus. Dan akhirnya meluap ke permukiman warga.

Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Reno (kanan) saat mengecek banjir di Dringu.

Rumah Sutejo pun ikut kebanjiran. Meskipun dia sudah mengantisipasi dengan memasang tanggul bongkar pasang di pintu rumahnya.

”Ini saya baru selesai bersih-bersih rumah. Tapi cuma ngepel lantai yang keliatan. Kalau di bawah almari, belum,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Camat Dringu Ulfi Ningtyas mengatakan, dirinya terus berkoordinasi dengan petugas penjaga pintu dam. Dari petugas diketahui, banjir terjadi setelah hujan lebat turun di dataran tinggi. Hujan di dataran tinggi menyebabkan debit air sungai Kedunggaleng terus naik. Air sungai akhirnya meluap dan merendam Desa Kedungdalem dan Dringu.

”Banjirnya lumayan tinggi. Walaupun lebih besar banjir tahun kemarin. Ini jumlah rumah yang tergenang banjir semalam juga banyak,” terangnya.

Ulfi menerangkan, pihaknya sudah berkoordinasikan dengan pj kades dan tiga pilar kecamatan untuk penanganan warga korban banjir. Termasuk, kemarin dilakukan bersih-bersih lumpur sisa banjir.

Selain karena air kiriman dari atas, menurut Ulfi, banjir juga disebabkan pasang air laut. Sehingga, debit air sungai pun naik.

”Banjir juga terjadi karena air laut sedang pasang semalam. Mulai pukul 21.00, air banjir mulai berangsur surut,” terangnya.

Penyebab yang sama yang mengakibatkan banjir terjadi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas. Camat Tongas Abdul Ghofur mengatakan, banjir terjadi setelah hujan deras di dataran tinggi. Hujan ini menyebabkan air Sungai Nguling meningkat. Lalu, meluap dan masuk ke permukiman warga.

“Ratusan rumah warga terendam banjir. juga ada dua rumah warga yang rusak karena banjir itu,” terangnya.

Reno Handoyo, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo langsung turun ke lokasi banjir di Dringu, Minggu (6/2) malam. Sekitar pukul 19.00, saat tiba di lokasi banjir, air masih tinggi. Mencapai sekitar 1 meter. Bahkan, banyak rumah warga yang terendam hingga separo.

”Tingginya banjir itu sampai separo badan saya. Jadi, banjir Minggu malam ini juga besar,” terangnya.

Reno berharap, ada perhatian serius dari Pemkab Probolinggo dan Pemprov Jatim untuk menangani banjir di Dringu. Banjir akan terus terjadi bila sungai Kedunggaleng tidak dinormalisasi. Karena itu, harus segera ada tindakan dari pemerintah untuk normalisasi.

”Saya sudah minta segera dilakukan normalisasi sungai. Supaya saat debit air sungai tinggi, tidak sampai meluap ke permukiman warga,” ungkapnya. (mas/hn)

DRINGU, Radar Bromo Bencana banjir kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Minggu (6/2) malam, ribuan rumah di tiga desa yang ada di Kecamatan Dringu dan Tongas, terendam banjir. Total 2.330 KK yang terdiri atas 5.705 jiwa terdampak bencana tersebut.

Di Kecamatan Tongas, banjir terjadi di dua dusun yang ada di Desa Tambakrejo. Yaitu, Dusun Wringinan dan Dusun Krajan. Sedangkan di Kecamatan Dringu, banjir kembali meredam dua desa. Yaitu, Desa Kedungdalem dan Dringu.

Di tiga desa ini, banjir terjadi pukul 19.00, setelah sebelumnya hujan deras turun di dataran tinggi di Kabupaten Probolinggo sejak Minggu siang. Hujan di dataran tinggi menyebabkan debit air sungai Kedunggaleng dan sungai Nguling naik.

Hingga akhirnya, sungai tak mampu menampung air. Air pun meluap dan mengakibatkan banjir di permukiman. Sehingga ribuan rumah warga terendam.

Di Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, sedikitnya 900 KK terdampak di Dusun Wringinan dan Krajan Utara. Kemudian di Desa Dringu dan Kedunggalem, sekitar 1.400 KK terdampak banjir.

Sutejo, 65, warga Dusun Satrian, Desa Kedungdalem saat ditemui di lokasi mengatakan, banjir mulai tinggi sekitar pukul 19.00. Saat itu, debit air sungai Kedunggaleng naik terus. Dan akhirnya meluap ke permukiman warga.

Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Reno (kanan) saat mengecek banjir di Dringu.

Rumah Sutejo pun ikut kebanjiran. Meskipun dia sudah mengantisipasi dengan memasang tanggul bongkar pasang di pintu rumahnya.

”Ini saya baru selesai bersih-bersih rumah. Tapi cuma ngepel lantai yang keliatan. Kalau di bawah almari, belum,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Camat Dringu Ulfi Ningtyas mengatakan, dirinya terus berkoordinasi dengan petugas penjaga pintu dam. Dari petugas diketahui, banjir terjadi setelah hujan lebat turun di dataran tinggi. Hujan di dataran tinggi menyebabkan debit air sungai Kedunggaleng terus naik. Air sungai akhirnya meluap dan merendam Desa Kedungdalem dan Dringu.

”Banjirnya lumayan tinggi. Walaupun lebih besar banjir tahun kemarin. Ini jumlah rumah yang tergenang banjir semalam juga banyak,” terangnya.

Ulfi menerangkan, pihaknya sudah berkoordinasikan dengan pj kades dan tiga pilar kecamatan untuk penanganan warga korban banjir. Termasuk, kemarin dilakukan bersih-bersih lumpur sisa banjir.

Selain karena air kiriman dari atas, menurut Ulfi, banjir juga disebabkan pasang air laut. Sehingga, debit air sungai pun naik.

”Banjir juga terjadi karena air laut sedang pasang semalam. Mulai pukul 21.00, air banjir mulai berangsur surut,” terangnya.

Penyebab yang sama yang mengakibatkan banjir terjadi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas. Camat Tongas Abdul Ghofur mengatakan, banjir terjadi setelah hujan deras di dataran tinggi. Hujan ini menyebabkan air Sungai Nguling meningkat. Lalu, meluap dan masuk ke permukiman warga.

“Ratusan rumah warga terendam banjir. juga ada dua rumah warga yang rusak karena banjir itu,” terangnya.

Reno Handoyo, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo langsung turun ke lokasi banjir di Dringu, Minggu (6/2) malam. Sekitar pukul 19.00, saat tiba di lokasi banjir, air masih tinggi. Mencapai sekitar 1 meter. Bahkan, banyak rumah warga yang terendam hingga separo.

”Tingginya banjir itu sampai separo badan saya. Jadi, banjir Minggu malam ini juga besar,” terangnya.

Reno berharap, ada perhatian serius dari Pemkab Probolinggo dan Pemprov Jatim untuk menangani banjir di Dringu. Banjir akan terus terjadi bila sungai Kedunggaleng tidak dinormalisasi. Karena itu, harus segera ada tindakan dari pemerintah untuk normalisasi.

”Saya sudah minta segera dilakukan normalisasi sungai. Supaya saat debit air sungai tinggi, tidak sampai meluap ke permukiman warga,” ungkapnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/