alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

RS Baru Tetap Lanjut meski Direktur PT MAM Energindo Kena OTT

WONOASIH, Radar Bromo – Pembangunan Rumah Sakit (RS) baru di Kota Probolinggo, menjadi sorotan. Ini setelah Ali Amril, direktur PT MAM Energindo, yang menjadi rekanan pelaksana pembangunan RS Baru tersebut, kena OTT (operasi tangkap tangan) KPK. Komisi III DPRD Kota setempat mendesak Dinas PUPR Kota lebih waspada, supaya tidak mengganggu pembangunan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Agus Riyanto saat dikonfirmasi mengatakan, sesuai rekomendasi komisi III DPRD Kota Probolinggo kepada Pemkot Probolinggo, tidak akan bertanggung jawab apapun yang terjadi pada pembangunan RS baru. Namun, pihaknya ada rasa kepedulian terhadap pembangunan rumah sakit yang menyedot anggaran senilai Rp 182,8 miliar.

DPRD Pertanyakan Track Record Rekanan Pemenang Tender RS Baru

Untuk itu, pihaknya mengingatkan Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), untuk lebih waspada. Sebab, direktur PT MAM Energindo sebagai pelaksana pembangunan RS baru itu, terjaring OTT KPK. Meskipun OTT KPK itu tidak ada kaitan dengan pembangunan RS baru di Kota probolinggo.

”Sekarang posisinya, sama halnya sopir utamanya sudah tidak ada. Sekarang ini berarti pakai sopir cadangan. Jadi, penumpangnya kan harus lebih hati-hati dan waspada, untuk mengingatkan sopir cadangan itu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Agus menerangkan, pihaknya sejak awal sebelum ada pemenang tender lelang Proyek RS baru itu, sudah pernah meminta proses dihentikan atau tidak lanjut. Karena dokumen perencanaannya sudah bermasalah.

WONOASIH, Radar Bromo – Pembangunan Rumah Sakit (RS) baru di Kota Probolinggo, menjadi sorotan. Ini setelah Ali Amril, direktur PT MAM Energindo, yang menjadi rekanan pelaksana pembangunan RS Baru tersebut, kena OTT (operasi tangkap tangan) KPK. Komisi III DPRD Kota setempat mendesak Dinas PUPR Kota lebih waspada, supaya tidak mengganggu pembangunan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Agus Riyanto saat dikonfirmasi mengatakan, sesuai rekomendasi komisi III DPRD Kota Probolinggo kepada Pemkot Probolinggo, tidak akan bertanggung jawab apapun yang terjadi pada pembangunan RS baru. Namun, pihaknya ada rasa kepedulian terhadap pembangunan rumah sakit yang menyedot anggaran senilai Rp 182,8 miliar.

DPRD Pertanyakan Track Record Rekanan Pemenang Tender RS Baru

Untuk itu, pihaknya mengingatkan Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), untuk lebih waspada. Sebab, direktur PT MAM Energindo sebagai pelaksana pembangunan RS baru itu, terjaring OTT KPK. Meskipun OTT KPK itu tidak ada kaitan dengan pembangunan RS baru di Kota probolinggo.

”Sekarang posisinya, sama halnya sopir utamanya sudah tidak ada. Sekarang ini berarti pakai sopir cadangan. Jadi, penumpangnya kan harus lebih hati-hati dan waspada, untuk mengingatkan sopir cadangan itu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Agus menerangkan, pihaknya sejak awal sebelum ada pemenang tender lelang Proyek RS baru itu, sudah pernah meminta proses dihentikan atau tidak lanjut. Karena dokumen perencanaannya sudah bermasalah.

MOST READ

BERITA TERBARU

/