alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Geger Organ Jenazah Pasien Covid-19 “Tak Lengkap”, Ini Kata Satgas

PAITON, Radar Bromo – Warga Desa Alastengah, Kecamatan Paiton, Kamis (5/11) lalu dibuat gempar. Ini setelah ada warga setempat yang meninggal dunia. Yang bikin gempar, jenazah warga yang meninggal dan berstatus Covid-19 tersebut, mengeluarkan darah saat tiba di rumah duka.

Alhasil, keluarga dan kerabat pasien berjenis kelamin perempuan tersebut, sempat tak terima. Penyebabnya, saat dibawa ke musala, keluar darah berceceran. Hingga peti mati jenazah dikeluarkan. Saat itu ada yang merekam video seraya mengunggahnya ke sosial media.

Celakanya, saat diunggah ke sosial media, rekaman video tersebut ditambah kabar hoaks, yang menyebutkan organ jenazah tak lengkap karena ada mata jenazah yang dicongkel.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, Kejadian itu terjadi sekitar pukul 19.00. Dalam insiden tersebut, sejatinya tak sampai ada pengusiran ataupun intimidasi dari keluarga yang bersangkutan terhadap petugas medis. Pihak keluarga awalnya hanya terkejut lantaran jenazah mengeluarkan darah.

Ansori, Kepala Desa Alastengah membenarkan, adanya insiden di desanya. Menurutnya, insiden itu terjadi setelah ambulans yang membawa jenazah, datang. Pihak keluarga pasien yang meninggal, langsung mengerubungi ambulans dan langsung mengambil peti mati.

“Ya benar. Tapi tidak ada gesekan. Petugas medis yang hendak mengebumikan, diam saja,” katanya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, setelah diambil, peti mati dibawa ke dalam musala. Kemudian oleh keluarga peti dibuka. Tidak hanya itu, bahkan kafan yang menyelimuti jenazah juga dibuka. Tampak darah segar membasahi kafan tersebut.

“Memang ada darahnya yang keluar dari matanya. Itu karena yang bersangkutan darah tinggi,” jelasnya.

Kasus tersebut sendiri viral di sosial media facebook (FB). Sebab dalam sebuah unggahan berisi video beserta narasi bahwa jenazah itu di-Covidkan. Dan setelah dibuka, dikabarkan ada organ yakni mata yang dicongkel mata. Sehingga, darah segar keluar dari matanya.

Menanggapi itu, Ansori membantahnya. Menurutnya hal itu sama sekali tidak benar. Saat dibuka, mata yang pasien yang bersangkutan ada dan tidak hilang. Selain itu, jenazah tersebut merupakan pengidap penyakit darah tinggi.

“Tidak benar itu hoaks. Itu karena darah tinggi. Untuk di-Covidkan kami tidak bisa menjawab karena bukan medis,” terangnya.

Berdasarkan kronologi dari pihak kepolisian pada pukul 16.00, pasien meninggal dunia. Setelah itu, dilakukan pemulasaraan jenazah oleh tim RSUD dr Mohamad Saleh. Sekitar pukul 18.45, jenazah tiba di musala Baitul Mustaqim yang berada di depan rumah duka. Jenazah disambut keluarga dan pentakziah.

Sampai di dalam musala, kemudian tutup peti jenazah dibuka oleh keluarga.

Nah, saat itulah banyak darah berceceran. Wajah jenazah berlumuran darah di dalam plastik pembungkus jenazah. Sehingga keluarga dan pentakziah histeris, bahkan marah-marah kepada petugas pengamanan.

“Pada saat keluarga histeris dan marah-marah, pengurus ranting NU Alastengah dan Gus Huda, pengasuh ponpes Nurul Qodim, memberikan pemahaman dan bisa diterima,” kata Kapolsek Paiton, AKP Noer Choiri.

Setelah itu, pukul 19.15, jenazah disucikan kembali oleh keluarga di depan musala. Kegiatan itu disaksikan pentakziah. Di sinilah dugaan salah satu organ tubuh dicongkel tidak terbukti.

“Oleh ranting NU diumumkan bahwa adanya kondisi organ tubuh (mata, Red) tidak kurang alias masih lengkap. Jadi yang beredar di facebook itu hoaks,” katanya.

Koordinator Penegakan Hukum (Gakkum) Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, yang bersangkutan dirawat di RSUD Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Ia menderita stroke dan positif covid.

“Korban terkonfirmasi positif saat meninggal. Tapi sebelum positif, dia mengidap stroke hingga pendarahan. Sebelum meninggal, tensinya tinggi sehingga memecah pembuluh darah di otak,” katanya.

Pecahnya pembulu darah di otak mengakibatkan pendarahan di hidung, mata dan juga telinga. Karena meninggal dalam kondisi positif Covid-19, maka dilakukan pemakamam dengan protokol kesehatan. (sid/fun)

PAITON, Radar Bromo – Warga Desa Alastengah, Kecamatan Paiton, Kamis (5/11) lalu dibuat gempar. Ini setelah ada warga setempat yang meninggal dunia. Yang bikin gempar, jenazah warga yang meninggal dan berstatus Covid-19 tersebut, mengeluarkan darah saat tiba di rumah duka.

Alhasil, keluarga dan kerabat pasien berjenis kelamin perempuan tersebut, sempat tak terima. Penyebabnya, saat dibawa ke musala, keluar darah berceceran. Hingga peti mati jenazah dikeluarkan. Saat itu ada yang merekam video seraya mengunggahnya ke sosial media.

Celakanya, saat diunggah ke sosial media, rekaman video tersebut ditambah kabar hoaks, yang menyebutkan organ jenazah tak lengkap karena ada mata jenazah yang dicongkel.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, Kejadian itu terjadi sekitar pukul 19.00. Dalam insiden tersebut, sejatinya tak sampai ada pengusiran ataupun intimidasi dari keluarga yang bersangkutan terhadap petugas medis. Pihak keluarga awalnya hanya terkejut lantaran jenazah mengeluarkan darah.

Ansori, Kepala Desa Alastengah membenarkan, adanya insiden di desanya. Menurutnya, insiden itu terjadi setelah ambulans yang membawa jenazah, datang. Pihak keluarga pasien yang meninggal, langsung mengerubungi ambulans dan langsung mengambil peti mati.

“Ya benar. Tapi tidak ada gesekan. Petugas medis yang hendak mengebumikan, diam saja,” katanya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, setelah diambil, peti mati dibawa ke dalam musala. Kemudian oleh keluarga peti dibuka. Tidak hanya itu, bahkan kafan yang menyelimuti jenazah juga dibuka. Tampak darah segar membasahi kafan tersebut.

“Memang ada darahnya yang keluar dari matanya. Itu karena yang bersangkutan darah tinggi,” jelasnya.

Kasus tersebut sendiri viral di sosial media facebook (FB). Sebab dalam sebuah unggahan berisi video beserta narasi bahwa jenazah itu di-Covidkan. Dan setelah dibuka, dikabarkan ada organ yakni mata yang dicongkel mata. Sehingga, darah segar keluar dari matanya.

Menanggapi itu, Ansori membantahnya. Menurutnya hal itu sama sekali tidak benar. Saat dibuka, mata yang pasien yang bersangkutan ada dan tidak hilang. Selain itu, jenazah tersebut merupakan pengidap penyakit darah tinggi.

“Tidak benar itu hoaks. Itu karena darah tinggi. Untuk di-Covidkan kami tidak bisa menjawab karena bukan medis,” terangnya.

Berdasarkan kronologi dari pihak kepolisian pada pukul 16.00, pasien meninggal dunia. Setelah itu, dilakukan pemulasaraan jenazah oleh tim RSUD dr Mohamad Saleh. Sekitar pukul 18.45, jenazah tiba di musala Baitul Mustaqim yang berada di depan rumah duka. Jenazah disambut keluarga dan pentakziah.

Sampai di dalam musala, kemudian tutup peti jenazah dibuka oleh keluarga.

Nah, saat itulah banyak darah berceceran. Wajah jenazah berlumuran darah di dalam plastik pembungkus jenazah. Sehingga keluarga dan pentakziah histeris, bahkan marah-marah kepada petugas pengamanan.

“Pada saat keluarga histeris dan marah-marah, pengurus ranting NU Alastengah dan Gus Huda, pengasuh ponpes Nurul Qodim, memberikan pemahaman dan bisa diterima,” kata Kapolsek Paiton, AKP Noer Choiri.

Setelah itu, pukul 19.15, jenazah disucikan kembali oleh keluarga di depan musala. Kegiatan itu disaksikan pentakziah. Di sinilah dugaan salah satu organ tubuh dicongkel tidak terbukti.

“Oleh ranting NU diumumkan bahwa adanya kondisi organ tubuh (mata, Red) tidak kurang alias masih lengkap. Jadi yang beredar di facebook itu hoaks,” katanya.

Koordinator Penegakan Hukum (Gakkum) Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, yang bersangkutan dirawat di RSUD Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Ia menderita stroke dan positif covid.

“Korban terkonfirmasi positif saat meninggal. Tapi sebelum positif, dia mengidap stroke hingga pendarahan. Sebelum meninggal, tensinya tinggi sehingga memecah pembuluh darah di otak,” katanya.

Pecahnya pembulu darah di otak mengakibatkan pendarahan di hidung, mata dan juga telinga. Karena meninggal dalam kondisi positif Covid-19, maka dilakukan pemakamam dengan protokol kesehatan. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/