alexametrics
29.8 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Sambut Dirgahayu Indonesia, Polair Ganti Bendera Usang Kapal Nelayan

MAYANGAN, Radar BromoDirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) selalu disambut antusias. Tak terkecuali Satpolair Polres Probolinggo. Jumat (6/8) para personelnya menurunkan belasan bendera tak layak di kapal nelayan Probolinggo.

Satu persatu, bendera merah putih itupun diturunkan dan diganti dengan bendera yang baru di Pelabuhan Kota Probolinggo. Bendera merah putih yang tak layak itu, kondisinya seperti sudah usang. Ada pula yang berubah warna coklat hingga sobek. Asyiknya, selama proses penurunan dan pemasangan bendera merah putih, personel Satpolair dan para pemilik kapal, kompak. Begitu khidmat. Mereka tampak menghormati bendera merah putih tersebut.

Kasatpolair Polres Probolinggo, AKP Slamet Prayitno saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya ingin mengajak para nelayan untuk ikut bangga dan semakin memantapkan jiwa nasionalisme. Dengan mengganti bendera merah putih yang sudah lusuh dan sobek dengan bendera baru.

Langkah ini diharapkan juga menjadi edukasi bagi masyarakat. Tentang, pentingnya menjaga simbol negara yang merupakan kewajiban setiap warganya.

”Kami ingin ajak dan tanamkan rasa nasionalisme warga, khususnya para nelayan. Di hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kami mengajak masyarakat untuk menjaga simbol negara bendera merah putih,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

BARU: Bendera merah putih yang sudah terganti dengan yang baru. (FOto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Slamet menerangkan, pemasangan Bendera Indonesia merapah putih di kapal nelayan diatur dalam Undang-Undang Pelayaran. Ditegaskan, menjadi suatu kewajiban kapal untuk dipasang bendera merah putih. Oleh karena itu, untuk memastikan nelayan mematuhi ketentuan tersebut. Pihaknya memfasilitasi pemasangan bendera pada kapal nelayan yang sudah tidak layak diganti dengan baru.

”Kami ajak para nelayan untuk patuhi aturan, untuk pasang bendera merah putih di kapal mereka,” ujarnya. (mas/fun)

MAYANGAN, Radar BromoDirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) selalu disambut antusias. Tak terkecuali Satpolair Polres Probolinggo. Jumat (6/8) para personelnya menurunkan belasan bendera tak layak di kapal nelayan Probolinggo.

Satu persatu, bendera merah putih itupun diturunkan dan diganti dengan bendera yang baru di Pelabuhan Kota Probolinggo. Bendera merah putih yang tak layak itu, kondisinya seperti sudah usang. Ada pula yang berubah warna coklat hingga sobek. Asyiknya, selama proses penurunan dan pemasangan bendera merah putih, personel Satpolair dan para pemilik kapal, kompak. Begitu khidmat. Mereka tampak menghormati bendera merah putih tersebut.

Kasatpolair Polres Probolinggo, AKP Slamet Prayitno saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya ingin mengajak para nelayan untuk ikut bangga dan semakin memantapkan jiwa nasionalisme. Dengan mengganti bendera merah putih yang sudah lusuh dan sobek dengan bendera baru.

Langkah ini diharapkan juga menjadi edukasi bagi masyarakat. Tentang, pentingnya menjaga simbol negara yang merupakan kewajiban setiap warganya.

”Kami ingin ajak dan tanamkan rasa nasionalisme warga, khususnya para nelayan. Di hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kami mengajak masyarakat untuk menjaga simbol negara bendera merah putih,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

BARU: Bendera merah putih yang sudah terganti dengan yang baru. (FOto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Slamet menerangkan, pemasangan Bendera Indonesia merapah putih di kapal nelayan diatur dalam Undang-Undang Pelayaran. Ditegaskan, menjadi suatu kewajiban kapal untuk dipasang bendera merah putih. Oleh karena itu, untuk memastikan nelayan mematuhi ketentuan tersebut. Pihaknya memfasilitasi pemasangan bendera pada kapal nelayan yang sudah tidak layak diganti dengan baru.

”Kami ajak para nelayan untuk patuhi aturan, untuk pasang bendera merah putih di kapal mereka,” ujarnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/