alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Retribusi Wisata di Kab Probolinggo Baru 20 Persen dari Target

TONGAS, Radar Bromo Separo tahun 2022 sudah berjalan, namun sektor pariwisata di Kabupaten Probolinggo belum pulih total. Terbukti, realisasi capaian pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi wisata hingga akhir Juni masih sekitar 20 persen dari target.

Tahun ini retribusi dari sektor pariwisata ditargetkan Rp 4 miliar. Namun, sampai akhir Juni baru tercapai Rp 832 juta atau 20 persen. Artinya, masih kurang sekitar Rp 3,2 miliar. Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporpar) Kabupaten Probolinggo pun berupaya mengejar kekurangan itu dalam separo tahun terakhir ini.

Kepala Disporpar Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan, sektor pariwisata telah dihantam pandemi Covid-19 selama dua tahun. Dan baru tahun ini berusaha bangkit.

Selama empat bulan di awal tahun ini, memang perjuangan berat untuk bisa bangkit dan memulihkan sektor pariwisata. Sejauh ini sektor pariwisata perlahan membaik dan mulai dikunjungi wisatawan. Meskipun kondisinya tidak sama dengan sebelum pandemi Covid-19.

”Sektor pariwisata masih proses pemulihan. Setelah terdampak pandemi Covid-19, sektor pariwisata sempat tutup total. Selama setengah tahun di tahun 2022 ini, wisata baru ramai dikunjungi beberapa bulan terakhir,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Bahkan dikatakan Sugeng, dalam liburan Idul Fitri kemarin, pengunjung wisata di Kabupaten Probolinggo tidak terlalu ramai. Penyebabnya, diperkirakan, masyarakat lebih memprioritaskan mudik daripada berwisata. Karena ekonomi masyarakat juga belum sepenuhnya pulih.

”Kondisi sekarang masih berupaya untuk merangkak pulih. Baik itu sektor pariwisata maupun ekonominya masyarakat,” ujarnya.

TONGAS, Radar Bromo Separo tahun 2022 sudah berjalan, namun sektor pariwisata di Kabupaten Probolinggo belum pulih total. Terbukti, realisasi capaian pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi wisata hingga akhir Juni masih sekitar 20 persen dari target.

Tahun ini retribusi dari sektor pariwisata ditargetkan Rp 4 miliar. Namun, sampai akhir Juni baru tercapai Rp 832 juta atau 20 persen. Artinya, masih kurang sekitar Rp 3,2 miliar. Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporpar) Kabupaten Probolinggo pun berupaya mengejar kekurangan itu dalam separo tahun terakhir ini.

Kepala Disporpar Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan, sektor pariwisata telah dihantam pandemi Covid-19 selama dua tahun. Dan baru tahun ini berusaha bangkit.

Selama empat bulan di awal tahun ini, memang perjuangan berat untuk bisa bangkit dan memulihkan sektor pariwisata. Sejauh ini sektor pariwisata perlahan membaik dan mulai dikunjungi wisatawan. Meskipun kondisinya tidak sama dengan sebelum pandemi Covid-19.

”Sektor pariwisata masih proses pemulihan. Setelah terdampak pandemi Covid-19, sektor pariwisata sempat tutup total. Selama setengah tahun di tahun 2022 ini, wisata baru ramai dikunjungi beberapa bulan terakhir,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Bahkan dikatakan Sugeng, dalam liburan Idul Fitri kemarin, pengunjung wisata di Kabupaten Probolinggo tidak terlalu ramai. Penyebabnya, diperkirakan, masyarakat lebih memprioritaskan mudik daripada berwisata. Karena ekonomi masyarakat juga belum sepenuhnya pulih.

”Kondisi sekarang masih berupaya untuk merangkak pulih. Baik itu sektor pariwisata maupun ekonominya masyarakat,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/