alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Layani Isi BBM Carry yang Dimodif lalu Terbakar karena Bayaran di Bawah UMK

MAYANGAN, Radar Bromo- Polemik pemecatan terhadap 15 karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ketapang, Kota Probolinggo, terus bergulir. Rabu (6/7), Komisi III DPRD Kota Probolinggo mengundang sejumlah pihak. Menggelar rapat dengar pendapat (RDP).

Selain 15 karyawan dan kuasa hukumnya, dari pihak SPBU (PT Bumi Permata Indah) diwakili sejumlah kuasa hukumnya. Yakni, Salamul Huda bersama tiga rekan dan seorang pengawas di SPBU Ketapang. Ada juga dari Dinas Penanaman Modal, PTSP, dan Tenaga Kerja Kota Probolinggo.

RDP dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Riyanto. Awalnya, rapat berjalan santai. Namun, setelah rapat ditutup, antarkuasa hukum sempat bersitegang.

Yakni, ketika Salamul Huda menyinggung soal adanya karyawan yang sempat dipanggil Polres Probolinggo Kota karena mengisi bahan bakar minyak (BBM) terhadap kendaraan yang tangkinya telah dimodifikasi. Kemudian, mobil itu terbakar.

Salah satu mantan karyawan Saiful Rizal, 26, mengaku mengisi kendaraan dengan tangki modifikasi itu karena bayaran dari pihak SPBU di bawah upah minimum kota (UMK). Mobil itu terbakar usai proses pengisian.

 

Buntut Kebakaran Carry, 15 Karyawan SPBU Ketapang Dipecat

MAYANGAN, Radar Bromo- Polemik pemecatan terhadap 15 karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ketapang, Kota Probolinggo, terus bergulir. Rabu (6/7), Komisi III DPRD Kota Probolinggo mengundang sejumlah pihak. Menggelar rapat dengar pendapat (RDP).

Selain 15 karyawan dan kuasa hukumnya, dari pihak SPBU (PT Bumi Permata Indah) diwakili sejumlah kuasa hukumnya. Yakni, Salamul Huda bersama tiga rekan dan seorang pengawas di SPBU Ketapang. Ada juga dari Dinas Penanaman Modal, PTSP, dan Tenaga Kerja Kota Probolinggo.

RDP dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Riyanto. Awalnya, rapat berjalan santai. Namun, setelah rapat ditutup, antarkuasa hukum sempat bersitegang.

Yakni, ketika Salamul Huda menyinggung soal adanya karyawan yang sempat dipanggil Polres Probolinggo Kota karena mengisi bahan bakar minyak (BBM) terhadap kendaraan yang tangkinya telah dimodifikasi. Kemudian, mobil itu terbakar.

Salah satu mantan karyawan Saiful Rizal, 26, mengaku mengisi kendaraan dengan tangki modifikasi itu karena bayaran dari pihak SPBU di bawah upah minimum kota (UMK). Mobil itu terbakar usai proses pengisian.

 

Buntut Kebakaran Carry, 15 Karyawan SPBU Ketapang Dipecat

MOST READ

BERITA TERBARU

/