Pandemi Belum Berakhir, Ini Tiga Opsi Pelaksanaan Haji

DRINGU, Radar Bromo – Tahun ini pelaksanaan ibadah haji belum dapat dipastikan terlaksana atau tidak. Namun, pemerintah sudah menyiapkan tiga opsi untuk pelaksanaannya. Salah satunya, pengurangan porsi dengan membatasi calon jamaah haji (CJH) rentan atau usia 50 tahun ke atas untuk tidak diberangkatkan.

Hal itu disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Santoso melalui Kasi Haji/Umrah H. Taufiq. Taufik mengaku, pihaknya belum dapat memastikan apakah tahun ini pelaksanaan ibadah haji dapat terlaksana. Karena kondisi pandemi virus korona belum tuntas. Andai dilaksanakan, ada tiga opsi yang bisa dipilih. Tergantung perkembangan di lapangan.

”Ada tiga opsi untuk pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Salah satunya, pengurangan porsi calon jamaah haji karena menerapkan sistem physical distancing. Tetapi, ini masih rencana dan belum ditetapkan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Secara khusus Taufik menjelaskan tiga opsi yang ada. Pertama, ibadah haji dilaksanakan sesuai rencana awal dengan memberangkatan CJH sesuai kuota. Artinya, tidak ada pengurangan kuota atau porsi.

Opsi kedua, mengurangi porsi atau kuota dengan cara membatasi usia calon jamaah yang berangkat haji tahun ini. CJH yang bisa berangkat dibatasi sampai usia 50 tahun. Sementara CJH usia 50 tahun ke atas tidak bisa berangkat.

”Sedangkan opsi ketiga atau terakhir, pembatalan pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Karena kondisi pandemi virus korona di Indonesia dan Arab Saudi,” terangnya.

Meski demikian, dikatakan Taufik, tahapan pelaksanaan haji tetap berlangsung. Salah satunya pelunasan biaya haji. Dari data yang ada, CJH yang sudah melunasi biaya haji sekitar 719 orang. Sedangkan calon jamaah yang belum melunasi biaya haji sekitar 114 orang.

”Nanti tanggal 12 Mei ada pelunasan tahap dua. Diperuntukkan bagi mahrom, gagal sistem pelunasan pertama, pendamping lanjut usia dan cadangan,” terangnya. (mas/hn)