alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Merasa Tertipu Arisan Online, Emak-Emak Wadul Polisi

KANIGARAN, Radar Bromo-Merasa tertipu dengan arisan online, puluhan emak-emak wadul Polres Probolinggo Kota. Rabu (7/3) siang, mereka mengadukan “bandar” arisan berinisial EV, 27. Ia warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Namun, kepolisian meminta mereka membuat pengaduan secara tertulis.

SW Djando Gadohoka, penasihat hukum emak-emak itu mengatakan, EV diadukan karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan. Modusnya, melakukan arisan online.

Korbanya ada sekitar 100 orang dengan menyetor duit dengan nominal berbeda. Mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 36 juta. Dari hasil kalkulasi sementara, total kerugian para korban sekitar Rp 400 juta.

“Sebetulnya sudah dilakukan mediasi beberapa kali, namun tidak ada titik temu. Bahkan, akhir-akhir ini yang bersangkutan (EV) melarikan diri. Karenanya, ibu-ibu ini melakukan pengaduan,” ujar Djando.

Namun, menurutnya, kepolisian meminta membuat pengaduan secara tertulis dan dilengkapi beberapa bukti. “Kami diminta datang kembali untuk melengkapi berkas pengaduannya. Rencananya, jika tidak besok (8/3), Sabtu (10/3), atau paling tidak Senin (12/3) saya serahkan berkasnya,” jelasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta AKP Heri Sugiono mengatakan, pihaknya sudah memberikan pelayanan serta meminta yang bersangkutan melengkapi berkas yang dibutuhkan. Kemudian barulah dilakukan pendalaman materi. “Tadi kami terima (pengaduannya). Jadi, diminta melengkapi berkas dulu. Baru nanti dipelajari dan didalami,” ujarnya.

Sementara itu, sampai berita ini ditulis, Jawa Pos  Radar Bromo belum berhasil mengkonfirmasi EV yang jadi bandar arisan itu. (rpd/rud)

 

KANIGARAN, Radar Bromo-Merasa tertipu dengan arisan online, puluhan emak-emak wadul Polres Probolinggo Kota. Rabu (7/3) siang, mereka mengadukan “bandar” arisan berinisial EV, 27. Ia warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Namun, kepolisian meminta mereka membuat pengaduan secara tertulis.

SW Djando Gadohoka, penasihat hukum emak-emak itu mengatakan, EV diadukan karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan. Modusnya, melakukan arisan online.

Korbanya ada sekitar 100 orang dengan menyetor duit dengan nominal berbeda. Mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 36 juta. Dari hasil kalkulasi sementara, total kerugian para korban sekitar Rp 400 juta.

“Sebetulnya sudah dilakukan mediasi beberapa kali, namun tidak ada titik temu. Bahkan, akhir-akhir ini yang bersangkutan (EV) melarikan diri. Karenanya, ibu-ibu ini melakukan pengaduan,” ujar Djando.

Namun, menurutnya, kepolisian meminta membuat pengaduan secara tertulis dan dilengkapi beberapa bukti. “Kami diminta datang kembali untuk melengkapi berkas pengaduannya. Rencananya, jika tidak besok (8/3), Sabtu (10/3), atau paling tidak Senin (12/3) saya serahkan berkasnya,” jelasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta AKP Heri Sugiono mengatakan, pihaknya sudah memberikan pelayanan serta meminta yang bersangkutan melengkapi berkas yang dibutuhkan. Kemudian barulah dilakukan pendalaman materi. “Tadi kami terima (pengaduannya). Jadi, diminta melengkapi berkas dulu. Baru nanti dipelajari dan didalami,” ujarnya.

Sementara itu, sampai berita ini ditulis, Jawa Pos  Radar Bromo belum berhasil mengkonfirmasi EV yang jadi bandar arisan itu. (rpd/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/