alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Hanya SMAN 1 Probolinggo Hentikan Tatap Muka, Disdikbud Evaluasi

MAYANGAN, Radar Bromo – Adanya siswa dan guru SMAN 1 Kota Probolinggo yang terpapar Covid-19, menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo. Karenanya, Disdikbud akan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di lembaga pendidikan di bawah naungannya.

Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Moch. Maskur mengaku, hari ini akan menggelar rapat untuk menyikapi permasalahan tersebut. Pihaknya belum memastikan apakah akan terus menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) dengan prokes ketat atau menghentikanya.

“Terkait adanya masalah siswa yang terpapar ini, kami besok akan melakukan rapat koordinasi untuk mengambil langkah,” ujarnya, Minggu (6/2).

Lima Siswa Positif, SMAN 1 Kota Probolinggo Stop PTM

Meski masih menunggu hasil rapat koordinasi, Maskur berharap tetap bisa menggelar PTM dengan menerapakan protokol kesehatan (prokes) lebih ketat. Karena, dengan adanya PTM pembelajaran bisa lebih maksimal.

Tetapi, kata Maskur, urusan kesehatan juga tidak boleh dikesampingkan. Apalagi, untuk anak Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). “Makanya, kami lihat koordinasinya besok bagaimana,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Perlindungan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kota Probolinggo dr. Nurul Hasanah Hidayati memastikan, hanya SMAN 1 Probolinggo yang lockdown. Sekolah ini tutup sementara. “Sekolah ini (SMAN 1) saja, sesuai kondisi mereka 10 -14 hari,” ujarnya.

MAYANGAN, Radar Bromo – Adanya siswa dan guru SMAN 1 Kota Probolinggo yang terpapar Covid-19, menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo. Karenanya, Disdikbud akan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di lembaga pendidikan di bawah naungannya.

Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Moch. Maskur mengaku, hari ini akan menggelar rapat untuk menyikapi permasalahan tersebut. Pihaknya belum memastikan apakah akan terus menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) dengan prokes ketat atau menghentikanya.

“Terkait adanya masalah siswa yang terpapar ini, kami besok akan melakukan rapat koordinasi untuk mengambil langkah,” ujarnya, Minggu (6/2).

Lima Siswa Positif, SMAN 1 Kota Probolinggo Stop PTM

Meski masih menunggu hasil rapat koordinasi, Maskur berharap tetap bisa menggelar PTM dengan menerapakan protokol kesehatan (prokes) lebih ketat. Karena, dengan adanya PTM pembelajaran bisa lebih maksimal.

Tetapi, kata Maskur, urusan kesehatan juga tidak boleh dikesampingkan. Apalagi, untuk anak Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). “Makanya, kami lihat koordinasinya besok bagaimana,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Perlindungan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kota Probolinggo dr. Nurul Hasanah Hidayati memastikan, hanya SMAN 1 Probolinggo yang lockdown. Sekolah ini tutup sementara. “Sekolah ini (SMAN 1) saja, sesuai kondisi mereka 10 -14 hari,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/