alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Lagi, Longsor Sukapura, Ruas Jalan ke Bromo Sempat Tertutup

SUKAPURA, Radar Bromo – Bencana tanah longsor kembali terjadi di jalur menuju Bromo. Kali ini longsor berlokasi di Dusun Jurang Prau, Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura. Rabu (6/1) lalu material tanah longsor menutupi sebagian ruas jalan menuju Gunung Bromo mengakibatkan pengguna jalan terganggu. Evakuasi material tanah dilakukan oleh tim gabungan, Kamis (7/1).

Kejadian ini bermula saat hujan deras mengguyur wilayah Sukapura pada Selasa (5/1) siang. Hujan tak kunjung reda hingga malam. Hingga Rabu (6/1) pagi, warga setempat hendak berkebun dan melintasi Dusun Jurang Prau dan mendapati jalan sudah tertimbun tanah longsor.

“Laporan dari warga kepada pemerintah Desa Wonokerto, kemudian berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat BPBD melakukan evakuasi sementara,” ujar Anggota Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Probolinggo, Silvia Verdiana.

DIBANTU WARGA: Longsor di Sukapura ini terjadi Rabu (7/1) pagi. (Foto: BPBD for Jawa Pos Radar Bromo)

Saat mendatangi lokasi kejadian diketahui bahwa longsoran tanah berasal dari bukit setinggi 5 meter. Permukaan tanah yang gundul diduga tidak mampu menyerap air hujan. Sehingga tanah menjadi lebih gembur. Material tanah tersebut kemudian menutup setengah ruas jalan penghubung Gunung Bromo dengan desa yang berada di bawahnya. Tidak hanya material tanah, rupanya tanah longsor menumbangkan pohon yang ada dekatnya.

“Dekat longsoran ada pohon tumbang. Warga sekitar dan petugas kemudian bahu-membahu menyingkirkan material tanah agar pengguna jalan tidak terganggu,” katanya.

Lanjut Silvi, upaya evakuasi menyeluruh kemudian dilakukan Kamis (7/1). BPBD bersama Forkopimcam dibantu warga sekitar melakukan evakuasi material tanah dan memotong batang pohon yang menggangu jalan. Proses evakuasi dilakukan selama 50 menit, hingga ruas jalan benar-benar bersih dari material tanah dan pohon tumbang.

“Tidak ada korban jiwa, Dusun Jurang Prau memang menjadi salah satu wilayah yang kami waspadai setiap masuk musim hujan. Sebab kondisi geografis sekitar memang perbukitan dan posisi jalan lebih rendah,” pungkasnya. (ar/fun)

SUKAPURA, Radar Bromo – Bencana tanah longsor kembali terjadi di jalur menuju Bromo. Kali ini longsor berlokasi di Dusun Jurang Prau, Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura. Rabu (6/1) lalu material tanah longsor menutupi sebagian ruas jalan menuju Gunung Bromo mengakibatkan pengguna jalan terganggu. Evakuasi material tanah dilakukan oleh tim gabungan, Kamis (7/1).

Kejadian ini bermula saat hujan deras mengguyur wilayah Sukapura pada Selasa (5/1) siang. Hujan tak kunjung reda hingga malam. Hingga Rabu (6/1) pagi, warga setempat hendak berkebun dan melintasi Dusun Jurang Prau dan mendapati jalan sudah tertimbun tanah longsor.

“Laporan dari warga kepada pemerintah Desa Wonokerto, kemudian berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat BPBD melakukan evakuasi sementara,” ujar Anggota Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Probolinggo, Silvia Verdiana.

DIBANTU WARGA: Longsor di Sukapura ini terjadi Rabu (7/1) pagi. (Foto: BPBD for Jawa Pos Radar Bromo)

Saat mendatangi lokasi kejadian diketahui bahwa longsoran tanah berasal dari bukit setinggi 5 meter. Permukaan tanah yang gundul diduga tidak mampu menyerap air hujan. Sehingga tanah menjadi lebih gembur. Material tanah tersebut kemudian menutup setengah ruas jalan penghubung Gunung Bromo dengan desa yang berada di bawahnya. Tidak hanya material tanah, rupanya tanah longsor menumbangkan pohon yang ada dekatnya.

“Dekat longsoran ada pohon tumbang. Warga sekitar dan petugas kemudian bahu-membahu menyingkirkan material tanah agar pengguna jalan tidak terganggu,” katanya.

Lanjut Silvi, upaya evakuasi menyeluruh kemudian dilakukan Kamis (7/1). BPBD bersama Forkopimcam dibantu warga sekitar melakukan evakuasi material tanah dan memotong batang pohon yang menggangu jalan. Proses evakuasi dilakukan selama 50 menit, hingga ruas jalan benar-benar bersih dari material tanah dan pohon tumbang.

“Tidak ada korban jiwa, Dusun Jurang Prau memang menjadi salah satu wilayah yang kami waspadai setiap masuk musim hujan. Sebab kondisi geografis sekitar memang perbukitan dan posisi jalan lebih rendah,” pungkasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/