alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Dewan Kota Probolinggo: Sosialisasi Vaksin Perlu Keterlibatan Tokoh

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Banyaknya warga yang enggan divaksin Covid-19, mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Probolinggo. Para wakil rakyat ini pun meminta pemerintah lebih intens menyosialisasikannya. Sebab, selama ini banyak informasi yang tidak benar seputar vaksin korona yang menyebar di masyarakat.

“Saat ini memang banyak penolakan masyarakat untuk divaksin. Pemerintah harus intensif untuk menyosialisasikan vaksin Covid-19 ini,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Rianto.

Bahkan, Komisi III meminta kepada Satgas Covid-19, informasi yang lebih lengkap terkait vaksinasi ini. Hal ini untuk memudahkan anggota DPRD menyampaikan kepada masyarakat untuk disosialisasikan saat reses. “Akhir Januari ini reses. Anggota DPRD bisa menyampaikan masalah vaksinasi kepada masyarakat,” terangnya.

Disinggung mengenai sikapnya terhadap pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Agus mengaku mendukung untuk dilakukan. Bahkan, jika perlu tokoh masyarakat menjadi contoh agar bisa diikuti yang lainnya. “Saya siap divaksin Covid-19. Saya juga sampaikan dalam RDP untuk dimasukkan dalam daftar warga penerima vaksin,” terangnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Probolinggo Abraar HS Kuddah tidak menampik saat ini banyak berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Perlu keterlibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk meyakinkan masalah vaksin Covid-19.

“Keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam pemberian vaksin ini. Insyaallah jika tokoh agama dan tokoh masyarakat bersedia, masyarakat bisa mengikuti,” terangnya.

Dokter bedah senior ini juga memastikan, tidak ada pemerintah yang ingin masyarakatnya celaka dengan penggunaan vaksin. Terutama bagi garda terdepan seperti tenaga kesehatan yang kali pertama akan mendapat vaksin. “Jika tenaga kesehatan divaksin, akhirnya malah sakit, justru malah sulit bagi pemerintah untuk mengobati masyarakat yang sakit,” jelasnya. (put/rud/fun)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Banyaknya warga yang enggan divaksin Covid-19, mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Probolinggo. Para wakil rakyat ini pun meminta pemerintah lebih intens menyosialisasikannya. Sebab, selama ini banyak informasi yang tidak benar seputar vaksin korona yang menyebar di masyarakat.

“Saat ini memang banyak penolakan masyarakat untuk divaksin. Pemerintah harus intensif untuk menyosialisasikan vaksin Covid-19 ini,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Rianto.

Bahkan, Komisi III meminta kepada Satgas Covid-19, informasi yang lebih lengkap terkait vaksinasi ini. Hal ini untuk memudahkan anggota DPRD menyampaikan kepada masyarakat untuk disosialisasikan saat reses. “Akhir Januari ini reses. Anggota DPRD bisa menyampaikan masalah vaksinasi kepada masyarakat,” terangnya.

Disinggung mengenai sikapnya terhadap pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Agus mengaku mendukung untuk dilakukan. Bahkan, jika perlu tokoh masyarakat menjadi contoh agar bisa diikuti yang lainnya. “Saya siap divaksin Covid-19. Saya juga sampaikan dalam RDP untuk dimasukkan dalam daftar warga penerima vaksin,” terangnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Probolinggo Abraar HS Kuddah tidak menampik saat ini banyak berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Perlu keterlibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk meyakinkan masalah vaksin Covid-19.

“Keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam pemberian vaksin ini. Insyaallah jika tokoh agama dan tokoh masyarakat bersedia, masyarakat bisa mengikuti,” terangnya.

Dokter bedah senior ini juga memastikan, tidak ada pemerintah yang ingin masyarakatnya celaka dengan penggunaan vaksin. Terutama bagi garda terdepan seperti tenaga kesehatan yang kali pertama akan mendapat vaksin. “Jika tenaga kesehatan divaksin, akhirnya malah sakit, justru malah sulit bagi pemerintah untuk mengobati masyarakat yang sakit,” jelasnya. (put/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/