alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

SMKN 1 Kota Probolinggo Deklarasi Roots Day di Sekolah Maupun Luar

PROBOLINGGO, Radar Bromo– SMK Negeri 1 Probolinggo sebagai SMK Pusat Keunggulan (PK) menggelar deklarasi antiperundungan (roots day). Acara yang digelar Jum’at (3/12) lalu itu diawali dengan workshop fasilitator anti perundungan. Materi disampaikan Sri Hartutik, S.Pd, Waka Kesiswaan dan Lailatul, S.Pd. guru BK SMKN 1 Kota Probolinggo.

Selanjutnya, dilakukan pemilihan agen anti perundungan dan masing-masing kelas di sekolah yang dikepalai Dwi Anggraeni, S.Pd, M.Pd tersebut. Hasilnya, terpilih 30 siswa sebagai agen anti perundungan. Mereka bertugas membawa pesan-pesan positif. Termasuk kegiatan-kegiatan positif untuk disebarkan di sekolah dan masyarakat sekitar. Agen roots SMKN 1 Kota Probolinggo dipimpin oleh Ananda Isroatul Hasanah, siswa kelas XII OTKP 2.

PENANDATANGANAN: Semua elemen sekolah SMKN 1 Kota Probolinggo melakukan penandatanganan deklarasi anti perundungan. (Foto SMKN 1 Kota Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Selanjutnya, deklarasi dilaksanakan dengan menggelar kreasi dari seluruh siswa SMKN 1 Kota Probolinggo. Baik secara offline maupun online. Kreasi itu dilakukan untuk menyerukan pesan-pesan positif. Tujuannya, pesan-pesan positif itu bisa menjadi konsumsi publik. Sehingga, bisa melahirkan perilaku yang positif dan sopan yang harus diwujudkan di dalam sekolah maupun diluar sekolah.

GELAR KARYA: Sejumlah karya literasi mading 3D siswa ditampilkan di SMKN 1 Kota Probolinggo. (Foto SMKN 1 Kota Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Dalam deklarasi hadir sejumlah undangan. Diantaranya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo, Pengawas Pembina SMK, Komite Sekolah, Dinas Sosial, Komnas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Roots Day adalah hari perayaan yang dipimpin oleh siswa sebagai agen perubahan. Kegiatan melibatkan semua elemen sekolah. Yakni, siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, penjaga sekolah, dan lain-lain. Roots Day bertujuan menularkan perilaku positif kepada seluruh warga sekolah. Yakni, dengan mengkampanyekan pesan anti perundungan melalui berbagai kreasi seni. Ketika roots day, agen perubahan juga akan mengajak seluruh siswa sekolah untuk melakukan deklarasi dan komitmen antiperundungan di sekolah. (*)

 

PROBOLINGGO, Radar Bromo– SMK Negeri 1 Probolinggo sebagai SMK Pusat Keunggulan (PK) menggelar deklarasi antiperundungan (roots day). Acara yang digelar Jum’at (3/12) lalu itu diawali dengan workshop fasilitator anti perundungan. Materi disampaikan Sri Hartutik, S.Pd, Waka Kesiswaan dan Lailatul, S.Pd. guru BK SMKN 1 Kota Probolinggo.

Selanjutnya, dilakukan pemilihan agen anti perundungan dan masing-masing kelas di sekolah yang dikepalai Dwi Anggraeni, S.Pd, M.Pd tersebut. Hasilnya, terpilih 30 siswa sebagai agen anti perundungan. Mereka bertugas membawa pesan-pesan positif. Termasuk kegiatan-kegiatan positif untuk disebarkan di sekolah dan masyarakat sekitar. Agen roots SMKN 1 Kota Probolinggo dipimpin oleh Ananda Isroatul Hasanah, siswa kelas XII OTKP 2.

PENANDATANGANAN: Semua elemen sekolah SMKN 1 Kota Probolinggo melakukan penandatanganan deklarasi anti perundungan. (Foto SMKN 1 Kota Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Selanjutnya, deklarasi dilaksanakan dengan menggelar kreasi dari seluruh siswa SMKN 1 Kota Probolinggo. Baik secara offline maupun online. Kreasi itu dilakukan untuk menyerukan pesan-pesan positif. Tujuannya, pesan-pesan positif itu bisa menjadi konsumsi publik. Sehingga, bisa melahirkan perilaku yang positif dan sopan yang harus diwujudkan di dalam sekolah maupun diluar sekolah.

GELAR KARYA: Sejumlah karya literasi mading 3D siswa ditampilkan di SMKN 1 Kota Probolinggo. (Foto SMKN 1 Kota Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Dalam deklarasi hadir sejumlah undangan. Diantaranya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo, Pengawas Pembina SMK, Komite Sekolah, Dinas Sosial, Komnas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Roots Day adalah hari perayaan yang dipimpin oleh siswa sebagai agen perubahan. Kegiatan melibatkan semua elemen sekolah. Yakni, siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, penjaga sekolah, dan lain-lain. Roots Day bertujuan menularkan perilaku positif kepada seluruh warga sekolah. Yakni, dengan mengkampanyekan pesan anti perundungan melalui berbagai kreasi seni. Ketika roots day, agen perubahan juga akan mengajak seluruh siswa sekolah untuk melakukan deklarasi dan komitmen antiperundungan di sekolah. (*)

 

MOST READ

BERITA TERBARU