Timba Ilmu Pengembangan Pos UKK, Dinkes Ajak Kader ke Pasuruan

PASURUAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo terus berusaha meningkatkan Kapasitas Kader Pos Upaya Kesehatan Kerja Terintegrasi (UKK). Rabu (5/12), mereka menggelar kunjungan kerja ke Kabupaten Pasuruan. Tujuannya, menimba ilmu terkait pengembangan Pos UKK.

Kunjungan ini diikuti oleh 44 kader Pos UKK Kota Probolinggo dan perwakilan puskesmas se-Kota Probolinggo. Mereka didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Probolinggo dr. Nurul Hidayati.

Mereka mendatangi sejumlah lokasi. Di antaranya kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan; Kampung Pia, di Dusun Warurejo, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol; serta Kebun Pak Budi di Purwosari.

Nurul Hidayati mengatakan, kunjungan tim dari Dinkes ini bertujuan menimba ilmu terkait pengembangan Pos UKK di Kabupaten Pasuruan. Terutama di wilayah Kecamatan Gempol. “Tujuan kami ingin menimba ilmu serta menindaklanjuti hasil lomba Pos UKK beberapa waktu lalu. Pos UKK di Pasuruan sudah bagus. Harapannya, kami bisa membandingkan kekurangan kami, sehingga bisa memberikan masukan terkait Pos UKK,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Pasuruan Gandi Kuswoko menyambut baik kedatangan rombongan Dinkes Kota Probolinggo. “Terima kasih atas kunjungannya ke Pos UKK di Kampung Pia. Maaf dari Bu Kepala Dinkes tidak bisa hadir untuk mendampingi,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Puskesmas Gempol dr. Achmad Mochtar mengatakan, di Kecamatan Gempol, perkembangan yang cukup pesat Pos UKK Warurejo yang diketuai oleh Yana Andayani. Ini, yang menjadi cikal bakal berdirinya Kampung Pia.

“Di Pos UKK Gempol Bu Yana (Yana Andayani) sudah ada Posyandu yang aktif buka setiap bulan. Pos UKK tidak membatasi hanya pekerja saja. Namun, juga anggota keluarga serta masyarakat sekitar bisa memanfaatkan Pos UKK,” jelasnya.

Sekitar pukul 11.00, rombongan berkunjung ke Kampung Pia di Dusun Warungdowo, Desa Kejapanan. Rombongan melihat langsung Pos UKK yang dikelola di Dusun Warurejo. Di tempat ini, ada sebuah ruangan khusus yang dialihfungsikan menjadi ruang Pos UKK. Di sana, terdapat sebuah dipan dan perlengkapan pengobatan.

Ketua Pos UKK Warurejo Yana Andayani mengatakan, awalnya untuk menyediakan obat dan vitamin merupakan swadaya masyarakat. “Obat-obat sederhana dibeli swadaya. Kebetulan paguyuban ada uang kas. Setelah turun SK (surat keputusan) pengurus Pos UKK, kami dapat anggaran dari Dana Desa Rp 100 ribu per bulan,” ujarnya.

Di sana, rombangan juga melihat langsung proses pembuatan Pia Gempol. Terakhir, rombongan berkunjung ke Kebun Pak Budi di Dusun Canggih, Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari. Di sana, rombongan diajak melihat berbagai macam teknologi pertanian, salah satunya pertanian hidroponik. Di sana, peserta juga diajak menikmati fun game. (put/rud)