alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Cakupan UHC di Kota Probolinggo 97 Persen, Banyak yang Nunggak  

KANIGARAN, Radar Bromo –Cakupan peserta universal health coverage (UHC) Kota Probolinggo telah mencapai 97 persen. Dengan jumlah penduduk kisaran 238 ribu orang, maka sekitar 3 persen atau 7.140 orang saja yang belum terkover dalam program UHC.

“Saat ini untuk tingkat kepesertaan warga Kota Probolinggo dalam program UHC telah mencapai 97 persen,” ujar dr NH Hidayati, Plt kepala Dinas kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (DKP2KB) Kota Probolinggo, Kamis (4/11) dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Proboilnggo.

Dr Ida –biasa ia akrab disapa- menjelaskan, dalam program UHC itu DKP2KB membantu proses pendaftaran dalam program. Namun, untuk pembuatan kartu sampai proses distribusi kartu dilakukan oleh BPJS Kesehatan.

“Namun, masih ada kendala dalam penggunaan program UHC. Masih banyak peserta UHC yang memiliki tanggungan atau utang iuran. Mereka ini adalah peserta yang sebelumnya ikut dalam program mandiri. Untuk mereka ini, layanan BPJS Kesehatan terutama untuk layanan rawat inap di RSUD tidak bisa digunakan,” terangnya.

Namun, Ida memastikan, peserta UHC yang memiliki tunggakan iuran mandidi di BPJS Kesehatan masih bisa mendapat layanan di Puskesmas. “Namun untuk yang perlu rawat inap ini solusinya adalah membuat surat keterangan tidak mampu (SKTM). Jika diklaimkan maka peserta harus membayar klaim berikut denda sebesar 2,5 persen,” terangnya.

Eny Supriatna, Kepala Kantor Layanan BPJS Kesehatan Probolinggo membenarkan adanya tunggakan iuran BPJS Kesehatan dari peserta mandiri. “Banyak peserta mandiri ini membayar iuran saat membutuhkan layanan kesehatan dari BPJS Kesehatan. Ketika tidak sakit mereka tidak membayar iuran. Padahal, penghitungannya ini berjalan terus yang akhirnya menjadi tunggakan,” terangnya.

Menurutnya, jika peserta merasa berat utuk membayar iuran kepesertaan mandiri, maka mereka bisa mengajukan turun kelas untuk kepesertaan BPJS Kesehatan. Sehingga, masyarakat tidak terbebani dengan beban iuran. (put/hn)

 

 

 

 

KANIGARAN, Radar Bromo –Cakupan peserta universal health coverage (UHC) Kota Probolinggo telah mencapai 97 persen. Dengan jumlah penduduk kisaran 238 ribu orang, maka sekitar 3 persen atau 7.140 orang saja yang belum terkover dalam program UHC.

“Saat ini untuk tingkat kepesertaan warga Kota Probolinggo dalam program UHC telah mencapai 97 persen,” ujar dr NH Hidayati, Plt kepala Dinas kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (DKP2KB) Kota Probolinggo, Kamis (4/11) dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Proboilnggo.

Dr Ida –biasa ia akrab disapa- menjelaskan, dalam program UHC itu DKP2KB membantu proses pendaftaran dalam program. Namun, untuk pembuatan kartu sampai proses distribusi kartu dilakukan oleh BPJS Kesehatan.

“Namun, masih ada kendala dalam penggunaan program UHC. Masih banyak peserta UHC yang memiliki tanggungan atau utang iuran. Mereka ini adalah peserta yang sebelumnya ikut dalam program mandiri. Untuk mereka ini, layanan BPJS Kesehatan terutama untuk layanan rawat inap di RSUD tidak bisa digunakan,” terangnya.

Namun, Ida memastikan, peserta UHC yang memiliki tunggakan iuran mandidi di BPJS Kesehatan masih bisa mendapat layanan di Puskesmas. “Namun untuk yang perlu rawat inap ini solusinya adalah membuat surat keterangan tidak mampu (SKTM). Jika diklaimkan maka peserta harus membayar klaim berikut denda sebesar 2,5 persen,” terangnya.

Eny Supriatna, Kepala Kantor Layanan BPJS Kesehatan Probolinggo membenarkan adanya tunggakan iuran BPJS Kesehatan dari peserta mandiri. “Banyak peserta mandiri ini membayar iuran saat membutuhkan layanan kesehatan dari BPJS Kesehatan. Ketika tidak sakit mereka tidak membayar iuran. Padahal, penghitungannya ini berjalan terus yang akhirnya menjadi tunggakan,” terangnya.

Menurutnya, jika peserta merasa berat utuk membayar iuran kepesertaan mandiri, maka mereka bisa mengajukan turun kelas untuk kepesertaan BPJS Kesehatan. Sehingga, masyarakat tidak terbebani dengan beban iuran. (put/hn)

 

 

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/