alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Evaluasi sebelum Seluruh Lembaga Pendidikan Gelar Tatap Muka

KRAKSAAN, Radar Bromo – Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang digelar hari ini memang belum diberlakukan ke seluruh lembaga pendidikan. Dinas Pendidikan (Dispendik) menunggu hasil evaluasi uji coba PTM yang akan dilakukan.

Sekretaris Dispendik Edi Karyawan menuturkan, lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo jumlahnya ada 2.025 lembaga. Jumlah itu total dari seluruh jenjang PAUD hingga SMP.

“Untuk keseluruhannya, kami masih akan melihat hasil evaluasi dari uji coba yang akan dilakukan. Selain itu juga akan melihat situasi dan kondisi pandemi. Kira-kira dalam sepekan pelaksanaan PTM berlangsung,” ujar Edi.

Sementara ini, PTM terbatas masih digelar di beberapa lembaga. Ada yang perkecamatan 1-2 lembaga pendidikan, di masing-masing jenjang.

Dispendik juga memastikan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap para Lembaga yang menjadi uji coba PTM. “Ini untuk menghindari klaster di lembaga pendidikan. Jika nanti ada lembaga yang menjadi klaster baru, maka akan kami tutup,“ ujarnya.

Dalam hal PTM ini pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada beberapa pihak. Selain guru dan siswa, masyarakat di sekitar sekolah juga dilakukan. Hal ini untuk menyinkronkan tujuan pada keberhasilan PTM.

“Semua pihak juga harus sinkron dalam PTM ini. Masyarakat juga kami beri sosialisasi agar PTM ini berhasil. Sehingga upaya pencegahan adanya klaster baru juga tercapai,“ katanya. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang digelar hari ini memang belum diberlakukan ke seluruh lembaga pendidikan. Dinas Pendidikan (Dispendik) menunggu hasil evaluasi uji coba PTM yang akan dilakukan.

Sekretaris Dispendik Edi Karyawan menuturkan, lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo jumlahnya ada 2.025 lembaga. Jumlah itu total dari seluruh jenjang PAUD hingga SMP.

“Untuk keseluruhannya, kami masih akan melihat hasil evaluasi dari uji coba yang akan dilakukan. Selain itu juga akan melihat situasi dan kondisi pandemi. Kira-kira dalam sepekan pelaksanaan PTM berlangsung,” ujar Edi.

Sementara ini, PTM terbatas masih digelar di beberapa lembaga. Ada yang perkecamatan 1-2 lembaga pendidikan, di masing-masing jenjang.

Dispendik juga memastikan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap para Lembaga yang menjadi uji coba PTM. “Ini untuk menghindari klaster di lembaga pendidikan. Jika nanti ada lembaga yang menjadi klaster baru, maka akan kami tutup,“ ujarnya.

Dalam hal PTM ini pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada beberapa pihak. Selain guru dan siswa, masyarakat di sekitar sekolah juga dilakukan. Hal ini untuk menyinkronkan tujuan pada keberhasilan PTM.

“Semua pihak juga harus sinkron dalam PTM ini. Masyarakat juga kami beri sosialisasi agar PTM ini berhasil. Sehingga upaya pencegahan adanya klaster baru juga tercapai,“ katanya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/