alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Sungai Kedunggaleng Digelontor Rp 1,5 Miliar

WONOASIH, Radar BromoHampir tiap musim hujan Sungai Kedunggaleng selalu meluap. Celakanya, luapan sungai kerap menimbulkan banjir. Bahkan dampak bencana banjir yang terjadi tahun lalu, sejumlah parapet di sungai Kedunggaleng Kota Probolinggo rusak.

Agar tak membuat banjir parah, tahun ini Pemkot Probolinggo mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar. Dana sebesar itu digelontor untuk penanganan perbaikan parapet tersebut.

Kepala Dinsa PUPR-Perkim Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian bencana banjir yang terjadi di tahun 2021 kemarin, mengakibatkan sejumlah parapet di Sungai Kedunggaleng rusak.

Tahun kemarin, rencana untuk penanganan perbaikan, ternyata sungai itu masuk wilayah Provinsi. Sehingga, pihaknya pun melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim.

”Sebenarnya, sungai itu masuk wilayah atau kewenangan Provinsi. Tapi, karena inisiatif pemkot, untuk melakukan perbaikan, kami koordinasi lebih dulu dengan provinsi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (5/8).

Rini-sapaan akrabnya menerangkan, setelah mendapatkan persetujuan dan ada perjanjian kesepakatan antara pemprov dan pemkot, tahun ini pemkot mengalokasikan anggaran untuk penanganan perbaikan parapet. Khususnya di aliran Sungai Kedunggaleng yang membentang di Kota Probolinggo. Supaya, warga tidak resah saat terjadi banjir, karena sudah diperbaiki parapetnya.

”Pemerintah kota akan melakukan perbaikan, karena yang terdampak warga Kota Probolinggo. Sudah ada perjanjian kesepakatan bersama antara Gubernur Jatim dan pak Walikota Probolinggo,” terangnya.

WONOASIH, Radar BromoHampir tiap musim hujan Sungai Kedunggaleng selalu meluap. Celakanya, luapan sungai kerap menimbulkan banjir. Bahkan dampak bencana banjir yang terjadi tahun lalu, sejumlah parapet di sungai Kedunggaleng Kota Probolinggo rusak.

Agar tak membuat banjir parah, tahun ini Pemkot Probolinggo mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar. Dana sebesar itu digelontor untuk penanganan perbaikan parapet tersebut.

Kepala Dinsa PUPR-Perkim Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian bencana banjir yang terjadi di tahun 2021 kemarin, mengakibatkan sejumlah parapet di Sungai Kedunggaleng rusak.

Tahun kemarin, rencana untuk penanganan perbaikan, ternyata sungai itu masuk wilayah Provinsi. Sehingga, pihaknya pun melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim.

”Sebenarnya, sungai itu masuk wilayah atau kewenangan Provinsi. Tapi, karena inisiatif pemkot, untuk melakukan perbaikan, kami koordinasi lebih dulu dengan provinsi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (5/8).

Rini-sapaan akrabnya menerangkan, setelah mendapatkan persetujuan dan ada perjanjian kesepakatan antara pemprov dan pemkot, tahun ini pemkot mengalokasikan anggaran untuk penanganan perbaikan parapet. Khususnya di aliran Sungai Kedunggaleng yang membentang di Kota Probolinggo. Supaya, warga tidak resah saat terjadi banjir, karena sudah diperbaiki parapetnya.

”Pemerintah kota akan melakukan perbaikan, karena yang terdampak warga Kota Probolinggo. Sudah ada perjanjian kesepakatan bersama antara Gubernur Jatim dan pak Walikota Probolinggo,” terangnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/