alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Ada Kerumunan saat Antre Vaksinasi di Puskesmas Jati, DKPPKB Evaluasi

MAYANGAN, Radar Bromo – Program vaksinasi yang digelar di Puskesmas Jati, Kota Probolinggo membeludak. Ironisnya, program vaksinasi itu malah sempat memicu kerumunan hingga warga berdesakan saat antre divaksin.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sekitar pukul 10.30, masih banyak warga yang mengantre. Mereka menunggu giliran untuk divaksin. Tidak sedikit pula masyarakat yang harus balik kanan. Karena, pendaftaran vaksinasi sudah penuh. Mereka diminta kembali keesokan harinya.

Salah seorang warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Didin, 22, mengaku datang ke puskesmas untuk divaksin. Sebagai mahasiswa yang kuliah di luar kota, Didin mengaku membutuhkan surat keterangan sudah divaksin.

“Informasinya disuruh datang pukul 9 pagi, tapi karena ada acara, jadi datangnya agak telat. Ternyata, ketika datang sudah penuh dan diminta kembali besok,” ujarnya ketika ditemui di Puskesmas Jati.

Beda halnya dengan Evita, 23, warga Kelurahan/ Kecamatan Mayangan. Perempuan berhijab itu mengaku datang ke puskesmas sekitar pukul 06.00. Awalnya mengantre di tempat duduk di depan gedung pelayanan vaksinasi yang disediakan petugas.

Saat itu, kata Evita, antreannya tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Seperti menjaga jarak antarpengunjung. Namun, sekitar pukul 07.30, ada informasi ternyata nomor antrean layanan vaksinasi harus diambil di ruang sisi timur.

Karenanya, ratusan warga yang sudah datang sejak pagi, langsung menyerbu gedung di sisi timur. Begitu juga dengan Evita. Bahkan, ia rela berdesak-desakan untuk mendapatkan nomor antrean.

Ia mengaku sempat khawatir, karena pengunjung berkerumun. Mengabaikan prokes. “Sudah antre di tempat duduk, eh ternyata nomor antreannya diambil di gedung timur itu. Saya dapat nomor antrean, tapi sampai sekarang tidak dipanggil-panggil,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Probolinggo Setiorini Sayekti tidak menampik adanya kerumunan dan desak-desakan di Puskesmas Jati.

“Masyarakat terlalu antusias untuk melakukan vaksinasi. Saat ini kesadaran mulai tumbuh. Karena, syarat vaksinasi ini dipakai untuk keperluan layanan publik lainnya. Begitu juga perjalanan. Selama ini masyarakat takut dampak vaksin, tapi saat ini sudah berubah. Malah takut terpapar Covid-19 dan minta divaksin,” ujarnya.

Terkait kerumunan di Puskesmas Jati, kata Rini, akan dievaluasi. Sebenarnya, di Puskesmas Jati, selain ada kegiatan vaksinasi serentak, juga ada jadwal vaksinasi dosis tahap kedua. Karenanya, pengunjung membeludak. Baik masyarakat yang hendak divaksin dosis pertama maupun dosis kedua.

“Setiap hari dibatasi 150 vaksinasi. Sebanyak 100 dosis untuk vaksinasi dosis pertama dan 50 vaksin dosis kedua. Bagi masyarkat yang tidak dapat antrean, bisa masuk antrean keesokannya harinya,” jelasnya. (mas/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Program vaksinasi yang digelar di Puskesmas Jati, Kota Probolinggo membeludak. Ironisnya, program vaksinasi itu malah sempat memicu kerumunan hingga warga berdesakan saat antre divaksin.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sekitar pukul 10.30, masih banyak warga yang mengantre. Mereka menunggu giliran untuk divaksin. Tidak sedikit pula masyarakat yang harus balik kanan. Karena, pendaftaran vaksinasi sudah penuh. Mereka diminta kembali keesokan harinya.

Salah seorang warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Didin, 22, mengaku datang ke puskesmas untuk divaksin. Sebagai mahasiswa yang kuliah di luar kota, Didin mengaku membutuhkan surat keterangan sudah divaksin.

“Informasinya disuruh datang pukul 9 pagi, tapi karena ada acara, jadi datangnya agak telat. Ternyata, ketika datang sudah penuh dan diminta kembali besok,” ujarnya ketika ditemui di Puskesmas Jati.

Beda halnya dengan Evita, 23, warga Kelurahan/ Kecamatan Mayangan. Perempuan berhijab itu mengaku datang ke puskesmas sekitar pukul 06.00. Awalnya mengantre di tempat duduk di depan gedung pelayanan vaksinasi yang disediakan petugas.

Saat itu, kata Evita, antreannya tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Seperti menjaga jarak antarpengunjung. Namun, sekitar pukul 07.30, ada informasi ternyata nomor antrean layanan vaksinasi harus diambil di ruang sisi timur.

Karenanya, ratusan warga yang sudah datang sejak pagi, langsung menyerbu gedung di sisi timur. Begitu juga dengan Evita. Bahkan, ia rela berdesak-desakan untuk mendapatkan nomor antrean.

Ia mengaku sempat khawatir, karena pengunjung berkerumun. Mengabaikan prokes. “Sudah antre di tempat duduk, eh ternyata nomor antreannya diambil di gedung timur itu. Saya dapat nomor antrean, tapi sampai sekarang tidak dipanggil-panggil,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Probolinggo Setiorini Sayekti tidak menampik adanya kerumunan dan desak-desakan di Puskesmas Jati.

“Masyarakat terlalu antusias untuk melakukan vaksinasi. Saat ini kesadaran mulai tumbuh. Karena, syarat vaksinasi ini dipakai untuk keperluan layanan publik lainnya. Begitu juga perjalanan. Selama ini masyarakat takut dampak vaksin, tapi saat ini sudah berubah. Malah takut terpapar Covid-19 dan minta divaksin,” ujarnya.

Terkait kerumunan di Puskesmas Jati, kata Rini, akan dievaluasi. Sebenarnya, di Puskesmas Jati, selain ada kegiatan vaksinasi serentak, juga ada jadwal vaksinasi dosis tahap kedua. Karenanya, pengunjung membeludak. Baik masyarakat yang hendak divaksin dosis pertama maupun dosis kedua.

“Setiap hari dibatasi 150 vaksinasi. Sebanyak 100 dosis untuk vaksinasi dosis pertama dan 50 vaksin dosis kedua. Bagi masyarkat yang tidak dapat antrean, bisa masuk antrean keesokannya harinya,” jelasnya. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/