Titik Koordinat Rumah Jadi Aduan PPDB Online di Kota Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo – Titik koordinat rumah calon siswa masih sering menjadi masalah dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) online SD/SMP di Kota Probolinggo. Selama tahapan uji publik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat menerima laporan dari masyarakat tentang perubahan titik koordinat calon siswa.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar di Disdikbud Kota Probolinggo Budi Wahyu Rianto menjelaskan, ada beberapa laporan yang diterima selama uji publik PPDB online. Dan semuanya sudah ditindaklanjuti dengan verifikasi ulang seluruh pendaftar di seluruh SD dan SMP.

“Laporan ini berkaitan dengan perubahan koordinat domisili. Sudah diselesaikan laporan ini dengan solusi dikembalikan sesuai koordinat domisili di kartu keluarga (KK),” tambahnya.

Laporan dari masyarakat itu pun dipastikan sudah diverifikasi ulang. Sehingga, hari ini hasil PPDB online bisa diumumkan sesuai jadwal. Pengumuman penerimaan siswa baru hari ini, diumumkan di sekolah maupun melalui aplikasi PPDB.

“Dalam PPDB tahun 2020 ini, mekanisme pendaftaran sepenuhnya dilakukan di rumah sesuai KK masing-masing. Risikonya pendaftar bisa saja mendaftar melalui tempat yang lebih dekat dengan sekolah yang dituju. Dengan harapan peluang lebih besar untuk diterima,” ujar Budi.

Karena itu, panitia menyaratkan calon siswa atau pendaftar menyertakan foto rumah sesuai KK. Selain itu, juga ada masa uji publik dalam PPDB online tahun ini.

Tahap uji publik sendiri menurut Budi, baru pertama kali diadakan dalam tahapan PPDB SD dan SMP di Kota Probolinggo. Dalam tahap uji publik ini, masyarakat bisa ikut memeriksa siswa yang dinyatakan diterima di SD dan SMP negeri.

Apakah sudah sesuai dengan ketentuan jarak sekolah yang ditentukan Disdikbud. Warga juga bisa memastikan kebenaran lokasi rumah siswa yang diterima. Sudah sesuai atau tidak.

Tahapan uji publik berlangsung selama lima hari, yaitu sejak 29 Juni sampai 3 Juli 2020. Proses PPDB online SD/SMP di Kota Probolinggo sempat tersendat pada hari pertama. Sehingga Disdikbud memperpanjang masa pendaftaran selama 1 hari, yaitu sampai 27 Juni 2020. (put/hn)