Mancing New Normal Probolinggo: Tak Bermasker, Strike Tak Dihitung

TETAP SERU: Ratusan pemancing berusaha mendapatkan ikan terberat di Kolam Bromo Fishing Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (4/7) malam. Di tengah pendemi Covid-19, mereka tetap menerapkan protokol kesehatan. (Fahreza Risky Nuraga/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KADEMANGAN, Radar Bromo – Lama libur karena adanya pandemi Covid-19, Lomba Mancing di Kolam Bromo Fishing Jawa Pos Radar Bromo kembali dibuka. Sabtu (4/7) malam, ratusan pemancing kembali berlomba untuk mendapatkan ikan terberat yang disiapkan panitia.

Kurang dari dua hari penyelenggaraan, 110 lapak yang disediakan sudah ludes terpesan. Bahkan, banyal pemancing yang ikhlas menjadi penonton karena tidak kebagian lapak.

Memancing di bawah pengawasan ketat dan harus menerapkan protokol kesehatan tak membuat para angler terganggu. Mereka tetap antusias untuk mengikuti perlombaan yang akan digelar istiqomah setiap Sabtu malam atau malau minggu ini.

Di tengah pandemi Covid-19, ada tambahan persyaratan yang harus ditaati peserta. Yakni, menerapkan protokol kesehatan untuk mecegah pelunaran virus korona. Salah satunya wajib bermasker. Bahkan, panitia juga memeriksa suhu tubuh peserta menggunakan thermo gun.

Panitia Lomba Mancing Ainul Mashudi mengaku, tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam perlombaan yang digelar setelah lama libur karena pandemi Covid-19. Dengan menerapkan protokol kesehatan, diharapkan juga dapat menekan penyebaran virus korona.

Bahkan, agar kedisiplinan itu terjaga, panitia memberikan aturan tambahan. Yakni, pemancing yang strike dan kedapatan tidak memakai masker atau pakai masker, namun tidak pada tempatnya, didiskualifikasi atau tidak sah untuk ditimbang.

“Kami tetap menerapkan protokol kesehatan. Peserta kami thermo gun, kemudian harus cuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Hal ini dilakukan guna mencegah penularan Covid-19,” ujarnya.

Dengan peraturan ketat, perlombaan tetap berjalan seru. Tidak sedikit peserta yang kewalahan hadapi lele yang disiapkan panitia. Hasilnya, malam itu lomba dimenangkan oleh palapak nomor 103 yang berhasil mendapatkan seekor lele seberat 4.329 gram. Disusul pelapak nomor 85 dengan berat ikan 3.765 gram dan pelapak nomor 99 dengan berat ikan 3.395 gram. (rpd/rud)