alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kapolresta Akui Tiga Anggotanya Nyabu, Hukuman Terberat Dipecat

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MAYANGAN, Radar Bromo – Polres Probolinggo Kota (Polresta) akhirnya membenarkan tiga anggotanya nyabu. Mereka pun terancam dipecat dari kesatuan.

Penegasan ini disampaikan untuk pertama kalinya sejak tiga oknum anggota Polresta Probolinggo diinformasikan tertangkap nyabu di Pasuruan, Rabu (20/5). Kapolresta Probolinggo AKBP RM Jauhari mengungkapkannya saat audiensi dengan Aliansi Peduli Pemberantasan Narkoba yang terdiri dari ormas dan LSM, Sabtu (5/6) pagi.

Menurutnya, tiga anggotanya dinyatakan positif nyabu dan bersalah. Ketiganya yaitu, Bripda SD, Bripda PT dan Bripda UD.

“Kami tetap bekerja secara profesional. Ketiganya sudah menjalani tes urin dan hasilnya positif. Jadi ketiganya dinyatakan bersalah dalam kasus ini,” terang Kapolresta.

Mereka pun sedang menjalani hukuman indisipliner saat ini. Yaitu, menjadi petugas kebersihan di masjid Polresta. Selain itu, proses hukum mereka tetap berjalan di Polres Pasuruan.

“Proses hukumnya juga tetap berjalan di Polres Pasuruan. Sehingga, kami akan terus berkoordinasi dengan Polres Pasuruan,” katanya.

Sesuai arahan Kapolri dalam pemberantasan narkotika menurut Kapolresta, ketiganya akan mendapatkan sanksi yang berat. Apalagi, mereka sudah beberapa kali melakukan hal yang sama. Ancaman paling berat untuk ketiganya yaitu dipecat dari kesatuan.

Humas aliansi SW Djando Gadohoka mengapresiasi sikap tegas Kapolresta Probolinggo. Dia juga mendorong agar kasus itu ditangani dengan baik di Polres Pasuruan.

“Sebab, penyalahgunaan narkotika itu ada pasalnya. Baik pemakai, pengedar atau bandar,” tambahnya.

Djando pun menegaskan, aliansi akan terus mengawal kasus itu. Tidak hanya berhenti sampai di tahap audiensi. Bahkan, aliansi menurutnya juga akan mendatangi Polres Pasuruan untuk mengorong agar kasus nyabu oleh oknum polisi itu terus dilanjut.

“Kami dari aliansi juga akan datang ke Polres Pasuruan untuk mengawal kasus ini agar terus berlanjut. Namun kapan waktunya masih tahap koordinasi,” bebernya.

Apalagi, ketiga oknum anggota itu bukan baru pertama kali ini saja terlibat penyalahgunaan sabu-sabu. Namun, sudah beberapa kali.

“Jadi tadi Kapolresta bilang berkas yang dulu juga akan dilimpahkan ke Polres Pasuruan. Dan tentunya kalau pelanggaran dilakukan anggota Polri hukumannya akan lebih berat. Dimungkinkan ketiganya akan dipecat,” tambahnya. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANGAN, Radar Bromo – Polres Probolinggo Kota (Polresta) akhirnya membenarkan tiga anggotanya nyabu. Mereka pun terancam dipecat dari kesatuan.

Penegasan ini disampaikan untuk pertama kalinya sejak tiga oknum anggota Polresta Probolinggo diinformasikan tertangkap nyabu di Pasuruan, Rabu (20/5). Kapolresta Probolinggo AKBP RM Jauhari mengungkapkannya saat audiensi dengan Aliansi Peduli Pemberantasan Narkoba yang terdiri dari ormas dan LSM, Sabtu (5/6) pagi.

Menurutnya, tiga anggotanya dinyatakan positif nyabu dan bersalah. Ketiganya yaitu, Bripda SD, Bripda PT dan Bripda UD.

Mobile_AP_Half Page

“Kami tetap bekerja secara profesional. Ketiganya sudah menjalani tes urin dan hasilnya positif. Jadi ketiganya dinyatakan bersalah dalam kasus ini,” terang Kapolresta.

Mereka pun sedang menjalani hukuman indisipliner saat ini. Yaitu, menjadi petugas kebersihan di masjid Polresta. Selain itu, proses hukum mereka tetap berjalan di Polres Pasuruan.

“Proses hukumnya juga tetap berjalan di Polres Pasuruan. Sehingga, kami akan terus berkoordinasi dengan Polres Pasuruan,” katanya.

Sesuai arahan Kapolri dalam pemberantasan narkotika menurut Kapolresta, ketiganya akan mendapatkan sanksi yang berat. Apalagi, mereka sudah beberapa kali melakukan hal yang sama. Ancaman paling berat untuk ketiganya yaitu dipecat dari kesatuan.

Humas aliansi SW Djando Gadohoka mengapresiasi sikap tegas Kapolresta Probolinggo. Dia juga mendorong agar kasus itu ditangani dengan baik di Polres Pasuruan.

“Sebab, penyalahgunaan narkotika itu ada pasalnya. Baik pemakai, pengedar atau bandar,” tambahnya.

Djando pun menegaskan, aliansi akan terus mengawal kasus itu. Tidak hanya berhenti sampai di tahap audiensi. Bahkan, aliansi menurutnya juga akan mendatangi Polres Pasuruan untuk mengorong agar kasus nyabu oleh oknum polisi itu terus dilanjut.

“Kami dari aliansi juga akan datang ke Polres Pasuruan untuk mengawal kasus ini agar terus berlanjut. Namun kapan waktunya masih tahap koordinasi,” bebernya.

Apalagi, ketiga oknum anggota itu bukan baru pertama kali ini saja terlibat penyalahgunaan sabu-sabu. Namun, sudah beberapa kali.

“Jadi tadi Kapolresta bilang berkas yang dulu juga akan dilimpahkan ke Polres Pasuruan. Dan tentunya kalau pelanggaran dilakukan anggota Polri hukumannya akan lebih berat. Dimungkinkan ketiganya akan dipecat,” tambahnya. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2