Begini Usulan Skema New Normal di Ponpes Kota Probolinggo

KANIGARAN, Radar Bromo – Gugus Tugas Covid-19 Kota Probolinggo mulai menyusun skema pelaksanaan new normal di pondok pesantren (ponpes) di Kota Probolinggo. Beberapa poin pun ditetapkan dalam pelaksanaan new normal itu. Walaupun belum jelas, kapan new normal akan diterapkan di pesantren.

“Penerapan new normal di pondok pesantren telah dirapatkan bersama Dinas Kesehatan, Kesra, dan Kemenag. Insyaallah Senin ini akan dijelaskan protokol kesehatannya dengan mengundang pengurus pondok pesantren,” ujar Hadi Zainal Abidin, ketua Pelaksana Gugus Tugas Covid-19 Kota Probolinggo, Jumat (5/6).

Habib Hadi –panggilannya- menjelaskan, ada beberapa poin yang harus dipenuhi dalam penerapan new normal di pesantren. Selain tentunya wajib menerapkan protokol kesehatan sesuai penanganan Covid-19.

“Fasilitas di ponpes harus dilengkapi agar tidak ada keluar masuk orang luar. Hanya santri yang boleh beraktivitas di pondok pesantren,” ujarnya.

Dijelaskan politisi PKB ini, banyak orang keluar-masuk di pondok pesantren. Namun, dengan penerapan new normal, pesantren harus mensterilkan kondisi di dalam. Hanya santri yang boleh beraktivitas di dalam. Orang luar, dilarang masuk.

“Orang tua juga harus mengantar anak ke pesantren dengan kendaraan pribadi untuk mengurangi risiko terpapar Covid dalam perjalanan. Karena jika naik transportasi umum, kita tidak bisa menjamin mereka tidak terpapar. Sebab, sekarang banyak orang awam yang menilai korona tidak ada,” ujarnya.

Karena itu, dia meminta kepada pengasuh pondok pesantren untuk memberikan arahan kepada orang tua yang mengantar anaknya ke pesantren. Terutama berkaitan dengan physical distancing.

“Ini menjadi tantangan untuk diterapkan physical distancing. Terutama mengurangi akses orang luar masuk pesantren,” lanjutnya.

Selain itu, Habib Hadi juga meminta kepada ponpes untuk menyiapkan tempat atau ruang kelas khusus bagi santri yang sakit. Sehingga, tidak berkumpul dengan yang sehat. (put/hn)