alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Vaksinasi Difteri di Gili Ketapang Baru 64 Persen

SUMBERASIH, Radar Bromo–Proses vaksinasi masal difteri di Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, sejauh ini belum maksimal. Baru mencapai 64 persen.

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Mujoko mengatakan, timnya sejatinya sudah melakukan upaya penyuntikan vaksin difetri secara masal. Namun, masih banyak warga yang enggan disuntik vaksin.

Sehingga dapat memperlambat program yang sudah direncanakan oleh Dinas Kesehatan. “Sudah kami upayakan semaksimal mungkin, tapi hasilnya masih belum sesuai dengan harapan. Sebab, masih ada penolakan dari warga,” kata Mujoko.

Ia menjelaskan, ada 8.268 warga yang menjadi sasaran vaksinasi masal difteri ini. Untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi, Dinas Kesehatan membuka 7 pos dengan petugas dari Puskesmas Sumberasih. Sampai Senin (4/4), capaian vakisnasi difetri masih 64 persen.

Dinas kesehatan pun tidak tinggal diam. Bukan hanya percepatan penyuntikan yang melibatkan tim yang ada di lapangan. Pemkab juga melakukan sosialisasi memberikan pemahaman kepada warga akan pentingnya vaksinasi tersebut.

Banyaknya warga yang masih enggan disuntik membuat Dinkes harus bekerja keras untuk meyakinkan warga agar mau disuntik vaksin difetri.

“Perlu penguatan dan dukungan masyarakat agar percepatan vaksinasi ini bisa dilakukan. Sebab, potensi warga tidak mau di vaksin masih ada. Sementara vaksinasi harus segera dilakukan,” ungkapnya.

SUMBERASIH, Radar Bromo–Proses vaksinasi masal difteri di Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, sejauh ini belum maksimal. Baru mencapai 64 persen.

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Mujoko mengatakan, timnya sejatinya sudah melakukan upaya penyuntikan vaksin difetri secara masal. Namun, masih banyak warga yang enggan disuntik vaksin.

Sehingga dapat memperlambat program yang sudah direncanakan oleh Dinas Kesehatan. “Sudah kami upayakan semaksimal mungkin, tapi hasilnya masih belum sesuai dengan harapan. Sebab, masih ada penolakan dari warga,” kata Mujoko.

Ia menjelaskan, ada 8.268 warga yang menjadi sasaran vaksinasi masal difteri ini. Untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi, Dinas Kesehatan membuka 7 pos dengan petugas dari Puskesmas Sumberasih. Sampai Senin (4/4), capaian vakisnasi difetri masih 64 persen.

Dinas kesehatan pun tidak tinggal diam. Bukan hanya percepatan penyuntikan yang melibatkan tim yang ada di lapangan. Pemkab juga melakukan sosialisasi memberikan pemahaman kepada warga akan pentingnya vaksinasi tersebut.

Banyaknya warga yang masih enggan disuntik membuat Dinkes harus bekerja keras untuk meyakinkan warga agar mau disuntik vaksin difetri.

“Perlu penguatan dan dukungan masyarakat agar percepatan vaksinasi ini bisa dilakukan. Sebab, potensi warga tidak mau di vaksin masih ada. Sementara vaksinasi harus segera dilakukan,” ungkapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/