alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Ketua RT di Kanigaran Meninggal usai Tersambar Petir di Sawah  

KANIGARAN, Radar Bromo-Aktivitas Miskar, 53 meninjau bawang miliknya, berujung tragedi. Pria yang jadi ketua RT 3/ RW VIII Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu meninggal dunia usai tersambar petir.

Insiden nahas itu terjadi Selasa siang (6/4). Siang itu Miskar yang juga jadi ketua kelompok Tani Klompan Jaya tengah asyik di sawah. “Lokasi sawahnya tidak jauh dari rumahnya. Yakni di sekitar utara SMAN 2. Siang itu kan hujan, nah sepertinya yang bersangkutan mau pulang. Namun tidak nutut, jadi tersambar dulu,” ungkap Lurah Kanigaran, Dwi Arianto.

Usai tersambar petir, Miskar langsung ditolong warga. Lalu dibawa ke RS Dharma Husana. Namun, nyawa Miskar tidak tertolong. “Jadi korban sudah di bawa ke Husada tapi tidak tertolong dan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” tambah Dwi.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang, sehingga ia mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati. Mengingat kondisi cuca tidak menentu.

“Jadi, hujanya kan tidak menentu. Tiba tiba hujan meski dalam kondisi cerah. Saya imbau agar masyarakat lebih berhati-hati. Jika memang kondisi cuaca buruk. Maka segera pulang,” imbaunya. (rpd/mie)

KANIGARAN, Radar Bromo-Aktivitas Miskar, 53 meninjau bawang miliknya, berujung tragedi. Pria yang jadi ketua RT 3/ RW VIII Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu meninggal dunia usai tersambar petir.

Insiden nahas itu terjadi Selasa siang (6/4). Siang itu Miskar yang juga jadi ketua kelompok Tani Klompan Jaya tengah asyik di sawah. “Lokasi sawahnya tidak jauh dari rumahnya. Yakni di sekitar utara SMAN 2. Siang itu kan hujan, nah sepertinya yang bersangkutan mau pulang. Namun tidak nutut, jadi tersambar dulu,” ungkap Lurah Kanigaran, Dwi Arianto.

Usai tersambar petir, Miskar langsung ditolong warga. Lalu dibawa ke RS Dharma Husana. Namun, nyawa Miskar tidak tertolong. “Jadi korban sudah di bawa ke Husada tapi tidak tertolong dan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” tambah Dwi.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang, sehingga ia mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati. Mengingat kondisi cuca tidak menentu.

“Jadi, hujanya kan tidak menentu. Tiba tiba hujan meski dalam kondisi cerah. Saya imbau agar masyarakat lebih berhati-hati. Jika memang kondisi cuaca buruk. Maka segera pulang,” imbaunya. (rpd/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/