1.406 Pelaku Wisata Terdampak, Diusulkan Terima Bansos Sembako

SEKARANG SEPI: Kawasan Bromo sebelum ada wabah Covid-19. Seiring ditutupnya banyak tempat wisata, Disporaparbud mengusulkan para pelaku wisata yang terimbas, mendaapat bantuan sembako. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Related Post

SUKAPURA, Radar Bromo – Semua destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo sampai saat ini ditutup sementara. Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Budaya (Disporaparbud) menilai, dampak atas penutupan itu terhadap pelaku jasa wisata begitu besar. Setidaknya, ada sekitar 1.406 orang dari sektor pariwisata yang terdampak.

Saat ini jumlah 1.406 para pelaku wisata, diusulkan mendapatkan bantuan sosial (bansos) sembako. Setidaknya, jika bantuan sembako tersebut diberikan, bisa mengurangi beban mereka lantaran selama ini tak mendapat pemasukan.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto saat dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini semua destinasi wisata dipastikan masih tutup. Pihaknya belum dapat memastikan penutupan sementara itu sampai kapan. Untuk itu, para pelaku jasa wisata, termasuk orang yang berpenghasilan harian dan masuk dalam dampak akibat Covid-19.

TURUN DRASTIS: Pengunjung pantai Bentar sebelum ada wabah korona, Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Budaya mencatat, selain Bromo, ada belasan tempat wisata yang ikut terdampak. (Foto: Zainal Arifin/Radar Bromo)

 

”Semua tempat wisata ditutup. Otomatis, para pelaku jasa wisata, pedagang di tempat wisata akan terdampak,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Sesuai instruksi dari pemerintah pusat dan Bupati Probolinggo. Sugeng mengaku pihaknya sudah mengkaji, dan mendata para pelaku jasa wisata yang terdampak pandemi korona untuk mendapatkan bansos sembako. Setidaknya, ada sekitar 1.406 orang yang diusulkan sebagai penerima bansos dampak Covid-19.

”Mereka adalah pelaku jasa wisata. Seperti di Bromo, mulai dari pelaku jasa kuda, jip, pedagang. Kemudian di wisata Madakaripura ada tukang ojek, pedagang dan guide,” katanya.

Hanya saja diakui Sugeng, sebanyak 1.406 orang yang masuk pendataan itu hanya dari 19 tempat wisata. Total tempat wisata di Kabupaten Probolinggo ada 34 destinasi wisata. Namun, pendataan hanya dikaji pada 19 wisata yang sudah ramai dibuka. ”Tidak semua tempat wisata. Tapi hanya 19 tempat wisata,” ujarnya. (mas/fun)