alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Kaji Penggunaan Dana TT untuk Perbaikan SDN 2 Betek-SDN Pamatan 3

KRUCIL, Radar Bromo – Rencana perbaikan dua gedung SDN di Kabupaten Probolinggo, yang rusak akibat bencana belum juga terealisasi. Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, belum mengajukan perbaikannya. Alasannya, masih mengkaji regulasi penggunaan dana tidak terduga (TT) untuk lembaga pendidikan.

Dua SDN dimaksud adalah SDN 2 Betek, Kecamatan Krucil dan SDN Pamatan 3, Kecamatan Tongas. Kondisi dua gedung sekolah sudah tidak memungkinkan ditempati. Bangunannya rusak termakan usia dan terdampak bencana.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Sri Agus Indaryati mengatakan, dua gedung SDN itu memang direncanakan segera ditangani menggunakan dana TT. Namun, sejauh ini pihaknya belum mengajukan dananya. “Kami masih pelajari dan kaji soal regulasi penggunaan dana TT itu sendiri,” katanya, Sabtu (5/3).

Ia mengaku tidak ingin buru-buru mengajukan dana TT tanpa regulasi yang jelas. Sebab, penggunaan dana TT pada umumnya untuk penanganan darurat. Mengingat gedung yang terdampak bencana merupakan lembaga pendidikan, perbaikannya tidak hanya sifat sementara.

“Jika sudah temukan regulasi, dapat menggunakan dana TT untuk rehab permanen gedung sekolah yang terdampak bencana. Kami akan langsung ajukan ke Bapak Plt Bupati, untuk menggunakan dana TT,” jelasnya.

Diketahui, gedung sekolah di Kabupaten Probolinggo, yang rusak dan butuh segera diperbaiki cukup banyak. Ada dua gedung SDN yang rusak akibat bencana dan sudah tidak memungkinkan ditempati. Yaitu, SDN 2 Betek dan SDN Pamatan 3. (mas/rud)

KRUCIL, Radar Bromo – Rencana perbaikan dua gedung SDN di Kabupaten Probolinggo, yang rusak akibat bencana belum juga terealisasi. Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, belum mengajukan perbaikannya. Alasannya, masih mengkaji regulasi penggunaan dana tidak terduga (TT) untuk lembaga pendidikan.

Dua SDN dimaksud adalah SDN 2 Betek, Kecamatan Krucil dan SDN Pamatan 3, Kecamatan Tongas. Kondisi dua gedung sekolah sudah tidak memungkinkan ditempati. Bangunannya rusak termakan usia dan terdampak bencana.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Sri Agus Indaryati mengatakan, dua gedung SDN itu memang direncanakan segera ditangani menggunakan dana TT. Namun, sejauh ini pihaknya belum mengajukan dananya. “Kami masih pelajari dan kaji soal regulasi penggunaan dana TT itu sendiri,” katanya, Sabtu (5/3).

Ia mengaku tidak ingin buru-buru mengajukan dana TT tanpa regulasi yang jelas. Sebab, penggunaan dana TT pada umumnya untuk penanganan darurat. Mengingat gedung yang terdampak bencana merupakan lembaga pendidikan, perbaikannya tidak hanya sifat sementara.

“Jika sudah temukan regulasi, dapat menggunakan dana TT untuk rehab permanen gedung sekolah yang terdampak bencana. Kami akan langsung ajukan ke Bapak Plt Bupati, untuk menggunakan dana TT,” jelasnya.

Diketahui, gedung sekolah di Kabupaten Probolinggo, yang rusak dan butuh segera diperbaiki cukup banyak. Ada dua gedung SDN yang rusak akibat bencana dan sudah tidak memungkinkan ditempati. Yaitu, SDN 2 Betek dan SDN Pamatan 3. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/