alexametrics
24C
Probolinggo
Tuesday, 20 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Polisi Periksa Tiga Keluarga Jenazah Diduga Covid yang Dijemput Paksa

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PAJARAKAN, Radar Bromo – Polres Probolinggo mulai memeriksa warga yang terlibat dalam aksi jemput paksa jenazah pasien diduga Covid-29 di RS Wonolangan, Dringu, Jumat (5/3) siang. Tiga orang keluarga jenazah diperiksa Polres Probolinggo, Jumat (5/3) malam.

Setelah aksi jemput paksa Jumat siang, ketiga orang yang terlibat dalam aksi tersebut datang ke Mapolres Probolinggo. Mereka pun diperiksa secara intensif selama 4 jam untuk mengetahui peristiwa, sekaligus peran mereka saat aksi jemput paksa jenazah terjadi.

“Ketiga orang itu masih keluarga dan kerabat jenazah. Mereka datang sendiri ke Mapolres setelah kejadian. Keterangan yang disampaikan kami kumpulkan dan kami dalami,” ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso, Sabtu (6/3).

Temukan Perusakan-Pemukulan saat Jemput Paksa Jenazah di Wonolangan

Ada tiga hal yang terjadi di RS Wonolangan saat aksi jemput paksa jenazah diduga Covid-19 itu. Yaitu, pengambilan paksa jenazah, perampasan barang dan pengeroyokan.

Pada tiga orang yang diperiksa itu, pasal yang dapat disangkakan adalah pengambilan paksa jenazah. Hal ini termasuk dalam pelanggaran Undang-Undang tentang Kekarantinaan Kesehatan. Sementara unsur tindak pidana perampasan barang dan pengeroyokan tidak ditemukan pada ketiganya.

“Saat ini status mereka hanya sebagai saksi. Dari keterangan yang disampaikan mereka terlibat dalam upaya pengambilan paksa jenazah. Tidak menutup kemungkinan statusnya akan naik menjadi tersangka,” katanya.

Satgas Minta Warga yang Ikut Jemput Paksa di RS Wonolangan ke Polres

Dari keterangan tiga saksi itu pula, polisi berhasil mengantongi nama enam pelaku lain yang terlibat. Polisi pun berencana memanggil keenam pelaku itu untuk diperiksa di Mapolres Probolinggo. Sehingga, peristiwa yang terjadi dapat lebih jelas dan dapat mengerucut pada tersangka.

“Nama-nama yang telah disebutkan oleh saksi saat pemeriksaan segera kami panggil. Progres lebih lanjut akan kami informasikan,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan sejumlah barak bukti dalam aksi jemput paksa jenazah pasien diduga Covid-19 itu. Antara lain, HP dan HT korban pengeroyokan, sebuah lampu, dan CCTV.

Warga Sumberasih Jemput Paksa Jenazah Probable Covid dengan Truk

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga mendatangi RS Wonolangan, Kecamatan Dringu, Jumat (5/3) siang. Warga datang untuk memjemput paksa jenazah Liana, 61, warga Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Dia merupakan pasien probable atau mengarah pada Covid-19.

Saat penjemputan paksa jenazah, terjadi dugaan pengeroyokan dan perampasan barang milik Nanda, 23, warga Kanigaran, Kota Probolinggo yang merupakan Pegawai Harian Lepas (PHL) Satlantas Polres Probolinggo. Berdasarkan olah TKP juga terjadi dugaan pengrusakan di RS Wonolangan. (ar/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

PAJARAKAN, Radar Bromo – Polres Probolinggo mulai memeriksa warga yang terlibat dalam aksi jemput paksa jenazah pasien diduga Covid-29 di RS Wonolangan, Dringu, Jumat (5/3) siang. Tiga orang keluarga jenazah diperiksa Polres Probolinggo, Jumat (5/3) malam.

Setelah aksi jemput paksa Jumat siang, ketiga orang yang terlibat dalam aksi tersebut datang ke Mapolres Probolinggo. Mereka pun diperiksa secara intensif selama 4 jam untuk mengetahui peristiwa, sekaligus peran mereka saat aksi jemput paksa jenazah terjadi.

“Ketiga orang itu masih keluarga dan kerabat jenazah. Mereka datang sendiri ke Mapolres setelah kejadian. Keterangan yang disampaikan kami kumpulkan dan kami dalami,” ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso, Sabtu (6/3).

Temukan Perusakan-Pemukulan saat Jemput Paksa Jenazah di Wonolangan

Mobile_AP_Half Page

Ada tiga hal yang terjadi di RS Wonolangan saat aksi jemput paksa jenazah diduga Covid-19 itu. Yaitu, pengambilan paksa jenazah, perampasan barang dan pengeroyokan.

Pada tiga orang yang diperiksa itu, pasal yang dapat disangkakan adalah pengambilan paksa jenazah. Hal ini termasuk dalam pelanggaran Undang-Undang tentang Kekarantinaan Kesehatan. Sementara unsur tindak pidana perampasan barang dan pengeroyokan tidak ditemukan pada ketiganya.

“Saat ini status mereka hanya sebagai saksi. Dari keterangan yang disampaikan mereka terlibat dalam upaya pengambilan paksa jenazah. Tidak menutup kemungkinan statusnya akan naik menjadi tersangka,” katanya.

Satgas Minta Warga yang Ikut Jemput Paksa di RS Wonolangan ke Polres

Dari keterangan tiga saksi itu pula, polisi berhasil mengantongi nama enam pelaku lain yang terlibat. Polisi pun berencana memanggil keenam pelaku itu untuk diperiksa di Mapolres Probolinggo. Sehingga, peristiwa yang terjadi dapat lebih jelas dan dapat mengerucut pada tersangka.

“Nama-nama yang telah disebutkan oleh saksi saat pemeriksaan segera kami panggil. Progres lebih lanjut akan kami informasikan,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan sejumlah barak bukti dalam aksi jemput paksa jenazah pasien diduga Covid-19 itu. Antara lain, HP dan HT korban pengeroyokan, sebuah lampu, dan CCTV.

Warga Sumberasih Jemput Paksa Jenazah Probable Covid dengan Truk

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga mendatangi RS Wonolangan, Kecamatan Dringu, Jumat (5/3) siang. Warga datang untuk memjemput paksa jenazah Liana, 61, warga Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Dia merupakan pasien probable atau mengarah pada Covid-19.

Saat penjemputan paksa jenazah, terjadi dugaan pengeroyokan dan perampasan barang milik Nanda, 23, warga Kanigaran, Kota Probolinggo yang merupakan Pegawai Harian Lepas (PHL) Satlantas Polres Probolinggo. Berdasarkan olah TKP juga terjadi dugaan pengrusakan di RS Wonolangan. (ar/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2