alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Banyak Warga Enggan Iuran, Tapi Sering Buang Sampah Sembarangan

MAYANGAN, Radar Bromo – Masih banyaknya warga yang kurang sadar terhadap masalah lingkungan juga menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo. Sejauh ini, banyak masyarakat yang enggan mengikuti kegiatan iuran sampah di lingkungannya.

“Selama ini banyak masyarakat yang belum sadar terhadap kebersihan lingkungan. Mereka tidak mau bergotong-royong mengelola sampah rumah tangga, tetapi selalu membuang sampah di pinggir jalan atau sungai,” ujar Kepala DLH Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa.

Menurutnya, sejatinya sudah ada peraturan wali kota (perwali) yang mengatur soal pengelolaan sampah rumah tangga. Namun warga banyak yang tidak mau ikut kegiatan iuran sampah di lingkungannya.

Rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan selain menimbulkan penyakit, juga membuat kumuh tempat-tempat yang seharusnya bersih.

“Sudah banyak yang dilakukan pecinta lingkungan untuk membersihkan lokasi itu, namun tanpa kesadaran masyarakat bisa terulang terus. Mungkin pelaku bisa difoto nanti biar fotonya dicetak di-banner dan dipasang di sana,” ujarnya.

Deta menjelaskan, pelaku yang membuang sampah di tempat-tempat seperti lahan masyarakat, biasanya bukan berasal dari lingkungan sekitar. “Biasanya orang jauh karena malu kalau buang sampah di dekat rumahnya sendiri. Bisa juga orang yang berangkat kerja sekalian buang sampah di pinggir jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Rianto mengatakan, jangan sampai kejadian di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, kembali terjadi ketika lahan masyarakat berubah jadi tempat sampah.

“Lahan warga jadi tempat pembuangan sampah, membuat saluran air tersumbat. Bahkan, sampai banjir. Jangan sampai terjadi. Bisa, misalnya pemerintah membuat ketentuan dalam perwali mewajibkan warga ikut program iuran sampah di lingkungan. Kalau dalam perda terlalu lama, lebih baik perwali,” ujar Agus.

Jika diwajibkan ikut dalam iuran sampah di lingkungan, mau tidak mau sampah bisa dikelola agar tidak dibuang sembarangan. Selain itu, juga perlu mengefektifkan kembali kegiatan untuk mendaur ulang sampah. (put/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Masih banyaknya warga yang kurang sadar terhadap masalah lingkungan juga menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo. Sejauh ini, banyak masyarakat yang enggan mengikuti kegiatan iuran sampah di lingkungannya.

“Selama ini banyak masyarakat yang belum sadar terhadap kebersihan lingkungan. Mereka tidak mau bergotong-royong mengelola sampah rumah tangga, tetapi selalu membuang sampah di pinggir jalan atau sungai,” ujar Kepala DLH Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa.

Menurutnya, sejatinya sudah ada peraturan wali kota (perwali) yang mengatur soal pengelolaan sampah rumah tangga. Namun warga banyak yang tidak mau ikut kegiatan iuran sampah di lingkungannya.

Rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan selain menimbulkan penyakit, juga membuat kumuh tempat-tempat yang seharusnya bersih.

“Sudah banyak yang dilakukan pecinta lingkungan untuk membersihkan lokasi itu, namun tanpa kesadaran masyarakat bisa terulang terus. Mungkin pelaku bisa difoto nanti biar fotonya dicetak di-banner dan dipasang di sana,” ujarnya.

Deta menjelaskan, pelaku yang membuang sampah di tempat-tempat seperti lahan masyarakat, biasanya bukan berasal dari lingkungan sekitar. “Biasanya orang jauh karena malu kalau buang sampah di dekat rumahnya sendiri. Bisa juga orang yang berangkat kerja sekalian buang sampah di pinggir jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Rianto mengatakan, jangan sampai kejadian di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, kembali terjadi ketika lahan masyarakat berubah jadi tempat sampah.

“Lahan warga jadi tempat pembuangan sampah, membuat saluran air tersumbat. Bahkan, sampai banjir. Jangan sampai terjadi. Bisa, misalnya pemerintah membuat ketentuan dalam perwali mewajibkan warga ikut program iuran sampah di lingkungan. Kalau dalam perda terlalu lama, lebih baik perwali,” ujar Agus.

Jika diwajibkan ikut dalam iuran sampah di lingkungan, mau tidak mau sampah bisa dikelola agar tidak dibuang sembarangan. Selain itu, juga perlu mengefektifkan kembali kegiatan untuk mendaur ulang sampah. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/