alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Tak Rampung, Alun-alun Probolinggo Tetap Dikunjungi, Begini Penampakannya

MAYANGAN, Radar Bromo – Proyek revitaliasi Alun-alun Kota Probolinggo belum tuntas. Minggu (5/1), sudah banyak warga yang beraktivitas di sana. Apalagi, kemarin bertepatan dengan kegiatan Pasar Minggu. Alun-Alun ramai didatangi warga.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, saat ini kondisi Alun-alun jauh berbeda dibanding sebelum direvitalisasi. Proses peninggian lapangan membuat sejumlah alat permainan menjadi lebih pendek dan sulit digunakan anak-anak.

“Kondisinya memang tidak sebagus sebelum renovasi. Katanya belum selesai. Tapi, kalau pagar seng dibuka, artinya masyarakat sudah bisa menggunakan,” ujar warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Susilowati, 38, yang kemarin datang bersama dua anaknya.

Tidak adanya rumput di Alun-alun membuat kondisi tanah yang basah karena hujan berlumpur. Karenanya, Susi melarang anak-anaknya melintasi tanah. “Jalannya cuma di atas paving. Kalau di tanah, berlumpur. Anak-anak mau main ndak bisa, ayunannya tenggelam karena ditinggikan. Tapi, ndak papa sebenarnya kalau cuma buat jalan-jalan begini. Kami berharap bisa diselesaikan pemasangan rumputnya,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Malik, 15, yang datang bersama teman-temannya. Ia mengaku datang ke Alun-alun sebatas jalan-jalan. “Kondisinya jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Sebelumnya jalan paving ini di tengah, sekarang yang di tengah tanah biasa, paving di kanan-kiri. Mungkin kalau rumput sudah terpasang lebih bagus. Kalau sekarang terlihat seperti taman berlumpur,” ujarnya.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kota Probolinggo Andre Nirwana mengatakan, pekerjaan alun-alun masih menyisakan proses penanaman rumput. “Pekerjaan fisik sudah selesai, tinggal pemasangan rumput yang belum tuntas dilakukan. Kurang lebih pekerjaan yang diselesaikan sekitar 91 persen,” ujarnya, beberapa waktu lalu. (put/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Proyek revitaliasi Alun-alun Kota Probolinggo belum tuntas. Minggu (5/1), sudah banyak warga yang beraktivitas di sana. Apalagi, kemarin bertepatan dengan kegiatan Pasar Minggu. Alun-Alun ramai didatangi warga.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, saat ini kondisi Alun-alun jauh berbeda dibanding sebelum direvitalisasi. Proses peninggian lapangan membuat sejumlah alat permainan menjadi lebih pendek dan sulit digunakan anak-anak.

“Kondisinya memang tidak sebagus sebelum renovasi. Katanya belum selesai. Tapi, kalau pagar seng dibuka, artinya masyarakat sudah bisa menggunakan,” ujar warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Susilowati, 38, yang kemarin datang bersama dua anaknya.

Tidak adanya rumput di Alun-alun membuat kondisi tanah yang basah karena hujan berlumpur. Karenanya, Susi melarang anak-anaknya melintasi tanah. “Jalannya cuma di atas paving. Kalau di tanah, berlumpur. Anak-anak mau main ndak bisa, ayunannya tenggelam karena ditinggikan. Tapi, ndak papa sebenarnya kalau cuma buat jalan-jalan begini. Kami berharap bisa diselesaikan pemasangan rumputnya,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Malik, 15, yang datang bersama teman-temannya. Ia mengaku datang ke Alun-alun sebatas jalan-jalan. “Kondisinya jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Sebelumnya jalan paving ini di tengah, sekarang yang di tengah tanah biasa, paving di kanan-kiri. Mungkin kalau rumput sudah terpasang lebih bagus. Kalau sekarang terlihat seperti taman berlumpur,” ujarnya.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kota Probolinggo Andre Nirwana mengatakan, pekerjaan alun-alun masih menyisakan proses penanaman rumput. “Pekerjaan fisik sudah selesai, tinggal pemasangan rumput yang belum tuntas dilakukan. Kurang lebih pekerjaan yang diselesaikan sekitar 91 persen,” ujarnya, beberapa waktu lalu. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/