alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

Covid Serap Dana TT Rp 27,4 Miliar, Tersisa Rp 9 Miliar

DRINGU, Radar Bromo – Serapan anggaran tidak terduga Pemkab Probolinggo, tahun ini sangat tinggi. Mencapai sekitar Rp 33 miliar. Beruntung, pemkab mengalokasikan dana tidak terduga (TT) Rp 42 miliar, sehingga masih tersisa sekitar 9 miliar.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, sesuai intruksi dari Pemerintah Pusat, dana tidak terduga juga harus dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Dari anggaran sekitar Rp 42 miliar, sebagian besar terpakai untuk penanganan Covid-19.

“Dana TT saat ini masih tersisa sekitar Rp 9 miliar. Dari alokasi sekitar Rp 42 mliar, sudah terpakai sekitar Rp 33 miliar,” katanya.

Dewi menerangkan, penyerapan anggaran dana TT sekitar Rp 33 miliar itu, paling besar untuk penanganan Covid-19. Sekitar Rp 27,4 miliar. Selebihnya, sekitar Rp 5,5 miliar terserap untuk penanganan bencana alam. Mengingat, pada awal 2021, ada bencana banjir yang menimpa wilayah Kecamatan Dringu.

“Penggunaan dana TT untuk penangananan bencana paling besar terserap di bencana (banjir) Dringu, awal tahun itu,” jelasnya.

Melihat makin melandainya kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo, Dewi mengaku optimistis sisa dana TT cukup hingga tutup 2021. Ia juga berharap tidak terjadi bencana alam pada akhir tahun ini, sehingga sida dana TT bisa masuk pada tahun anggaran berikutnya.

“Penanganan Covid-19 yang sejauh ini cukup besar menyerap dana tidak terduga, rumah isolasi terpusat, rumah sakit, dan puskesmas. Tapi, saat ini kasus Covid-19 sudah berhasil ditekan. Semoga tidak kembali terjadi lonjakan kasus Covid,” harapnya. (mas/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Serapan anggaran tidak terduga Pemkab Probolinggo, tahun ini sangat tinggi. Mencapai sekitar Rp 33 miliar. Beruntung, pemkab mengalokasikan dana tidak terduga (TT) Rp 42 miliar, sehingga masih tersisa sekitar 9 miliar.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, sesuai intruksi dari Pemerintah Pusat, dana tidak terduga juga harus dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Dari anggaran sekitar Rp 42 miliar, sebagian besar terpakai untuk penanganan Covid-19.

“Dana TT saat ini masih tersisa sekitar Rp 9 miliar. Dari alokasi sekitar Rp 42 mliar, sudah terpakai sekitar Rp 33 miliar,” katanya.

Dewi menerangkan, penyerapan anggaran dana TT sekitar Rp 33 miliar itu, paling besar untuk penanganan Covid-19. Sekitar Rp 27,4 miliar. Selebihnya, sekitar Rp 5,5 miliar terserap untuk penanganan bencana alam. Mengingat, pada awal 2021, ada bencana banjir yang menimpa wilayah Kecamatan Dringu.

“Penggunaan dana TT untuk penangananan bencana paling besar terserap di bencana (banjir) Dringu, awal tahun itu,” jelasnya.

Melihat makin melandainya kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo, Dewi mengaku optimistis sisa dana TT cukup hingga tutup 2021. Ia juga berharap tidak terjadi bencana alam pada akhir tahun ini, sehingga sida dana TT bisa masuk pada tahun anggaran berikutnya.

“Penanganan Covid-19 yang sejauh ini cukup besar menyerap dana tidak terduga, rumah isolasi terpusat, rumah sakit, dan puskesmas. Tapi, saat ini kasus Covid-19 sudah berhasil ditekan. Semoga tidak kembali terjadi lonjakan kasus Covid,” harapnya. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU