alexametrics
29C
Probolinggo
Tuesday, 26 January 2021

Waspada Disinformasi soal Vaksin, Ini yang Harus Dilakukan Warga

KANIGARAN, Radar Bromo – Hoax atau berita palsu menjadi permasalahan serius di masa pandemi Covid-19. Total di tingkat nasional ada 1300 hoax terkait Covid-19 sepanjang tahun 2020. Bahkan berita palsu pun telah terjadi di lokal seperti berita mayat yang matanya dicongkel maupun kabar buruk kondisi Wakil Wali Kota Probolinggo Moch Soufis Subri beberapa waktu lalu. Meskipun akhirnya kabar hoax itu terbantahkan.

Aman Suryaman, kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)Kota Probolinggo telah mengigatkan waspada hoax vaksin Covid-19. Apalagi saat ini pemeritnah sedang mempersiapkan vaksinasi Covid-19.

“Hoax adalah kepalsuan yang menyaru sebagai kebenaran, kepalsuan yang disengaja sehingga dianggap benar. Media sosial adalah pemberi peran terbesar dalam menyebar hoax,” ujarnya.

Aman meminta kepada masyarakat agar jangan langsung men-share informasi begitu saja tanpa melakukan pemeriksaan. Menurutnya berita hoax bisa dikenali dari beberapa ciri-ciri.

“Seperti dari judul berita yang bombastis. Berhati-hati berita dengan judul yang berlebihan, kemudian cermati situs webnya. Selain itu penting untuk memeriksa fakta dan cek narasumber, bisa merujuk pada situs resmi penanganan Covid-19,” terangnya.

Mantan Kabag Kesra ini menjelaskan bahwa penyebar berita hoax bisa ditelusuri. Hal ini pun telah terjadi di wilayah Probolinggo bahkan sempat diamankan oleh pihak kepolisian.

“Seperti pada hoax mayat yang dicongkel itu kan akhirnya diamankan polisi orang-orang yang menyebar hoax. Artinya penyebar berita hoax pertama bisa ditelusuri dengan teknologi juga,” terangnya. (put/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU