alexametrics
25 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Dampak La Nina Disertai Angin Gending, Suhu Bisa Capai 35 Derajat

KANIGARAN, Radar Bromo – Fenomena la nina yang bertabrakan dengan angin gending, membuat suhu udara di Kota Probolinggo, lebih panas sejak beberapa pekan terakhir. Biasanya hanya 25 derajat selsius sampai 32 derajat selsius, sejak sepekan terakhir bisa mencapai 35 derajat selsius dengan kecepatan angin 40 knot.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo Sugito Prasetyo mengatakan, semakin panasnya cuaca di Kota Probolinggo, sejak sepekan terakhir karena benturan fenomena la nina dan angin gending. Fenomena la nina merupakan dinamika atmosfer dan laut yang mempengaruhi cuaca di laut Pasifik atau disebut badai la nina. Dengan demikian, potensi hujan dan petir sangat lebat.

Namun, di Probolinggo terdapat angin gending yang cukup kencang. Akibatnya, awan bergeser dari wilayah Probolinggo ke daerah lain. Dengan bergesernya awan, menyebabkan cuaca semakin terik.

“Daerah-daerah di sekitar Probolinggo, sudah hujan. Sementara, di Probolinggo, karena pengaruh angin gending, sehingga awan bergeser dan panas semakin terik,” ujar Sugito.

Jika angin gending reda, diprediksi di Kota Probolinggo, akan hujan lebat yang akan disertai petir. “Untuk fenomena la nina, biasanya sampai pertengahan Desember,” ujarnya.

Mengantisipasi terjadinya hujan lebat dan petir, BPBD telah berkoordinasi intensif dengan BMG serta stakeholder penanganan bencana. Termasuk dengan camat dan lurah untuk membantu mengantisipasi di wilayah masing-masing.

Di samping itu, juga menyiapkan personel dan peralatan yang dimiliki BPBD dalam rangka kesiapsiagaan bencana. “Kami juga melakukan sosialisasi dan menyebarkan informasi melalui media masa, media elektonik, dan media sosial,” ujar Sugito. (rpd/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Fenomena la nina yang bertabrakan dengan angin gending, membuat suhu udara di Kota Probolinggo, lebih panas sejak beberapa pekan terakhir. Biasanya hanya 25 derajat selsius sampai 32 derajat selsius, sejak sepekan terakhir bisa mencapai 35 derajat selsius dengan kecepatan angin 40 knot.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo Sugito Prasetyo mengatakan, semakin panasnya cuaca di Kota Probolinggo, sejak sepekan terakhir karena benturan fenomena la nina dan angin gending. Fenomena la nina merupakan dinamika atmosfer dan laut yang mempengaruhi cuaca di laut Pasifik atau disebut badai la nina. Dengan demikian, potensi hujan dan petir sangat lebat.

Namun, di Probolinggo terdapat angin gending yang cukup kencang. Akibatnya, awan bergeser dari wilayah Probolinggo ke daerah lain. Dengan bergesernya awan, menyebabkan cuaca semakin terik.

“Daerah-daerah di sekitar Probolinggo, sudah hujan. Sementara, di Probolinggo, karena pengaruh angin gending, sehingga awan bergeser dan panas semakin terik,” ujar Sugito.

Jika angin gending reda, diprediksi di Kota Probolinggo, akan hujan lebat yang akan disertai petir. “Untuk fenomena la nina, biasanya sampai pertengahan Desember,” ujarnya.

Mengantisipasi terjadinya hujan lebat dan petir, BPBD telah berkoordinasi intensif dengan BMG serta stakeholder penanganan bencana. Termasuk dengan camat dan lurah untuk membantu mengantisipasi di wilayah masing-masing.

Di samping itu, juga menyiapkan personel dan peralatan yang dimiliki BPBD dalam rangka kesiapsiagaan bencana. “Kami juga melakukan sosialisasi dan menyebarkan informasi melalui media masa, media elektonik, dan media sosial,” ujar Sugito. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/