alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Pedagang Berharap Proyek Pusat Kuliner Tak Molor

MAYANGAN, Radar Bromo – Puluhan pedagang yang selama ini berjualan di sisi utara Alun-alun Kota Probolinggo, pindah tempat. Mulai Sabtu (4/9), mereka menempati tempat penampungan sementara (TPS) pedagang di samping utara Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo.

Meski lokasinya dinilai kurang strategis, para pedagang menurut. Namun, mereka berharap proyek pusat kuliner di sisi utara alun-alun cepat rampung. Tak molor seperti pengerjaan Pasar Baru.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR-Perkim Kota Probolingo Rahman mengatakan, puluhan pedagang di sisi utara alun-alun sudah direlokasi. Mereka akan menempati TPS hingga tahun depan. Setelah pengerjaan tempat barunya rampung, mereka akan dipindah lagi. “Targetnya sekitar dua tahun. Tahun depan sudah mulai pembangunan pusat kuliner,” ujarnya.

Pedagang ayam geprek asal Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Eni Nuryanti, 40, mengaku sudah pindah. “Sudah diberitahukan (sosialisasi) dulu jika mau dipindah sementara. Jadi, ketika diminta pindah kami pindah,” katanya.

Ia berharap relokasi yang dijanjikan dua tahun ini tidak molor. Pasalnya, lokasi baru ini kurang stategis dan terlalu sempit. Ukuranya hanya 2 meter kali 3 meter.

“Khawatir molor seperti Pasar Baru. Apalagi ini lebih sempit, jadi ada beberapa barang yang tidak masuk. Sebagain ditaruh rumah,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan salah satu penjual makanan. Pria yang enggan namanya dikorankan itu berharap pembangunan pusat kuliner yang dicanangkan pemkot segera rampung. Selain sempit, ia juga khawatir terhadap keamanan barang-barangnya.

“Di TPS Pasar Baru saja kabarnya bayak barang yang hilang. Untuk mengantisipasi itu, ketika pulang barang berharga saya bawa. Seperti tabung gas, kompor, dan peralatan lainya. Capai wira-wiri, tapi mau bagaimana lagi,” ujarnya. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Puluhan pedagang yang selama ini berjualan di sisi utara Alun-alun Kota Probolinggo, pindah tempat. Mulai Sabtu (4/9), mereka menempati tempat penampungan sementara (TPS) pedagang di samping utara Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo.

Meski lokasinya dinilai kurang strategis, para pedagang menurut. Namun, mereka berharap proyek pusat kuliner di sisi utara alun-alun cepat rampung. Tak molor seperti pengerjaan Pasar Baru.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR-Perkim Kota Probolingo Rahman mengatakan, puluhan pedagang di sisi utara alun-alun sudah direlokasi. Mereka akan menempati TPS hingga tahun depan. Setelah pengerjaan tempat barunya rampung, mereka akan dipindah lagi. “Targetnya sekitar dua tahun. Tahun depan sudah mulai pembangunan pusat kuliner,” ujarnya.

Pedagang ayam geprek asal Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Eni Nuryanti, 40, mengaku sudah pindah. “Sudah diberitahukan (sosialisasi) dulu jika mau dipindah sementara. Jadi, ketika diminta pindah kami pindah,” katanya.

Ia berharap relokasi yang dijanjikan dua tahun ini tidak molor. Pasalnya, lokasi baru ini kurang stategis dan terlalu sempit. Ukuranya hanya 2 meter kali 3 meter.

“Khawatir molor seperti Pasar Baru. Apalagi ini lebih sempit, jadi ada beberapa barang yang tidak masuk. Sebagain ditaruh rumah,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan salah satu penjual makanan. Pria yang enggan namanya dikorankan itu berharap pembangunan pusat kuliner yang dicanangkan pemkot segera rampung. Selain sempit, ia juga khawatir terhadap keamanan barang-barangnya.

“Di TPS Pasar Baru saja kabarnya bayak barang yang hilang. Untuk mengantisipasi itu, ketika pulang barang berharga saya bawa. Seperti tabung gas, kompor, dan peralatan lainya. Capai wira-wiri, tapi mau bagaimana lagi,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/