Ajukan Tambahan Pupuk Subsidi di Kab Probolinggo ke Pusat

DRINGU, Radar Bromo- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo terus berupaya mendapatkan tambahan kuota pupuk Urea dan Za bersubsidi. Setelah ditolah Pemprov Jawa Timur, DKPP berupaya mengajukannya ke Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian RI.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DKPP Kabupaten Probolinggo Bambang Suprayitno mengatakan, awalnya pihaknya mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi jenis Urea sebanyak 33.248 ton. Pada Juni lalu sudah tersisa 13.378 ton. Sedangkan, ZA dari kuota 13.801 ton sampai Juni lalu tersisa 4.431 ton. “Bulan lalu sudah tembus 60 persen. Penyaluran bulan Juli masih kami rekap. Namun, kami prediksi sudah mencapai 65-70 persen,” ujarnya.

Melihat stok yang semakin menipis, Bambang mengaku masih terus berupaya mendapatkan tambahan pupuk Urea dan ZA bersubsidi. Salah satunya dengan mengajukan ke Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian RI. “Kami targetkan pekan depan surat sudah dapat dikirim ke Ditjen. Kami berharap usulan akan disetujui,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Diketahui, DKPP Kabupaten Probolinggo telah mengajukam penambahan dan pengurangan pupuk bersubisidi karena tidak berimbangnya jumlah pupuk dengan permintaan petani. Pengajuan itu disampaikan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemprov Jawa Timur. Ternyata, Pemprov hanya menyetujui usulan pengurangan pupuk yang memiliki alokasi lebih banyak.

Pemprov mengabulkan pengurangan pupuk organik sebanyak 2.268 ton atau 16,83 persen dari alokasi awal. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan usulan yang diajukan DKPP. Sebelumnya, DKPP mengusulkan pengurangan pupuk organik 5.000 ton.

Alokasi pupuk jenis NPK juga dikurangi 37 ton atau 0,16 persen dari alokasi awal. Pertimbangannya, untuk menyeimbangkan serapan pupuk bersubsidi di daerah Jawa Timur. “Pupuk NPK terjadi pengurangan. Sebab, sisa alokasi masih banyak, sedangkan serapannya begitu rendah,” ujar Bambang.

Namun, harapan mendapatkan tambahan kuota pupuk Urea dan ZA justru kandas. Pemprov tidak mau menambah kuotanya. Karenanya, kini DKPP berusaha mendapatkannya dari Pemerintah Pusat. “Pupuk Urea dan ZA permintaannya cukup tinggi. Usulan penambahan sebelumnya jenis Urea 14.700 ton dan ZA 10.000 ton,” ujarnya.

Bambang mengatakan, jumlah ini masih akan dievaluasi dengan mempertimbangan jumlah e-RDKK. Sehingga, usulan yang akan dikirim ke Ditjen sesuai kebutuhan petani. “Tetap kami upayakan, sebab pupuk berpengaruh pada kualitas dan kuantitas hasil pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan,” ujarnya. (ar/rud)