28 Hektare Lahan Padi di Kab Probolinggo Diserang Tikus

DRINGU, Radar Bromo РBukan hanya lahan pertanian jagung yang diserang hama di Kabupaten Probolinggo. Tanaman padi juga diserang hama hama tikus. Belakangan lahan padi yang sudah diserang hewan pengerat ini sudah sekitar 28 hektare.

Hal itu diungkapkan koordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Kasiadi. Menurutnya, serangan tikus kepada tanaman padi sebanyak 28 hektare. Beruntung, meskipun sebanyak itu tetapi tidak sampai mengancam gagal panen.

“Serangan hama tikus tersebut terjadi di 6 kecamatan. Tetapi, tidak sampai mempengaruhi terhadap panen,” tuturnya.

Enam kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Dringu, Sumberasih, Gading, Kraksaan, Pajarakan dan juga Besuk. Enam kecamatan itu, merupakan penghasil padi di Kabupaten Probolinggo. “Keenam kecamatan tersebut menjadi sentra tanan padi,” ungkapnya.

Kasiadi melanjutkan, serangan hama tikus tersebut terbagi menjadi dua golongan. Yaitu serangan ringan seluas 22,8 hektare. Adapula serangan sedang seluas 0,5 hektare. Untuk serangan berat, berdasarkan pengamatannya di lapangan, belum ditemukan.

“Tetapi, para petani harus tetap waspada. Karena selain serangan hama tikus, untuk padi ada hama lain. Namun saat ini belum kami temukan: tuturnya.

Ia menyarankan kepada para petani, untuk upaya pengendalian bisa mengunakan umpan petrokum atau klerat. Itu diyakini bisa menghilangkan hama dan menyelamatkan tanaman padi hingga panen. “Ini bisa dilakukan. Tujuannya menyelamatkan padi agar tidak sampai mendapatkan serangan berat,” ungkapnya.

Sebelumnya, tanaman jagung sebanyak 23 hektare di Kabupaten Probolinggo mendapatkan serangan hama ulat grayak. Ulat ini mengakibatkan batang jagung menjadi. Dinas Pertanian Provinsi Jatim sudah melakukan penyemprotan pestisida kimia dan nabati untuk mengatasinya, dan sejauh ini berhasil.

Sementara itu, Kasi Perlindungan Tanaman Pangan dan Holti Kultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Arid Kurniadi mengatakan, data tersebut memang benar. Pihaknya sendiri, untuk pengendalian hama mengambil data dari petugas dari Dinas Pertanian Provinsi Jatim.

” Yang punya petugas pengendali hama memang provinsi. Dan kami mengambil datanya dari mereka,” katanya.

Ia juga menjelaskan, upaya yang dilakukannya untuk membantu petani yakni dengan menyiapkan umpan beracun. Tujuannya, agar tikus yang menyerang tanaman warga bisa mati dan tidak mengganggu. “Sejauh ini tidak menyebabkan gagal panen. Tetapi, masih gejala saja dan masih bisa diatasi: tuturnya. (sid/fun)