alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Enam Bulan, Izin Usaha di Kota Probolinggo Naik Lipat Dua

KANIGARAN, Radar Bromo – Izin usaha di Kota Probolinggo sepanjang 2022 naik lipat dua dibandingkan tahun lalu. Sampai triwulan kedua, pengajuan izin usaha sudah mencapai 1.977 izin. Mayoritas izin usaha perdagangan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP & Naker) Kota Probolinggo Muhammad Abbas mengatakan, pengajuan izin usaha pada 2021 hanya 989 izin. Jumlah ini meningkat dua kali lipat tahun ini. Padahal, 2022 baru berjalan enam bulan.

Kondisi ini tidak terlepas dari adanya pandemi Covid. Tahun kemarin, pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan usaha. Karena itulah, pengajuan izin usaha juga minim.

“Kalau tahun ini kan pandemi sudah berangsur pulih. Kegiatan usaha tidak lagi dibatasi seperti tahun lalu. Makanya berdampak pada pengajuan izin yang tinggi,” ungkap Abbas.

Izin usaha tertinggi masih tetap seperti tahun lalu. Didominasi sektor perdagangan dengan 925 izin. Diikuti sektor perindustrian dengan 399 izin dan sektor restoran dan kafe sebanyak 192 izin.

Pihaknya terus berupaya agar izin usaha di Kota Probolinggo semakin tumbuh. Salah satunya dengan mempermudah proses perizinan. Pemilik usaha bisa mengajukan izin melalui online single submission (OSS), namun jika tidak bisa, bisa mendatangi Mal Pelayanan Publik (MPP).

KANIGARAN, Radar Bromo – Izin usaha di Kota Probolinggo sepanjang 2022 naik lipat dua dibandingkan tahun lalu. Sampai triwulan kedua, pengajuan izin usaha sudah mencapai 1.977 izin. Mayoritas izin usaha perdagangan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP & Naker) Kota Probolinggo Muhammad Abbas mengatakan, pengajuan izin usaha pada 2021 hanya 989 izin. Jumlah ini meningkat dua kali lipat tahun ini. Padahal, 2022 baru berjalan enam bulan.

Kondisi ini tidak terlepas dari adanya pandemi Covid. Tahun kemarin, pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan usaha. Karena itulah, pengajuan izin usaha juga minim.

“Kalau tahun ini kan pandemi sudah berangsur pulih. Kegiatan usaha tidak lagi dibatasi seperti tahun lalu. Makanya berdampak pada pengajuan izin yang tinggi,” ungkap Abbas.

Izin usaha tertinggi masih tetap seperti tahun lalu. Didominasi sektor perdagangan dengan 925 izin. Diikuti sektor perindustrian dengan 399 izin dan sektor restoran dan kafe sebanyak 192 izin.

Pihaknya terus berupaya agar izin usaha di Kota Probolinggo semakin tumbuh. Salah satunya dengan mempermudah proses perizinan. Pemilik usaha bisa mengajukan izin melalui online single submission (OSS), namun jika tidak bisa, bisa mendatangi Mal Pelayanan Publik (MPP).

MOST READ

BERITA TERBARU

/