alexametrics
24.3 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Anjurkan Bawa H-1 Hewan Kurban ke Tempat Lokasi Pemotongan

WONOASIH, Radar Bromo – Guna mengantisipasi terjadinya penularan wabah PMK, warga yang hendak berkurban diimbau untuk meletakkan hewan kurban di tempat potong, saat H-1 pemotongan. Langkah ini bisa dilakukan baik masjid ataupun tempat lainnya. Warga juga diimbau, ada baiknya membeli hewan kurban H-3 atau H-2 sebelum Idul Adha.

Seperti yang ditegaskan Vaiga Miriyami, dokter hewan di Kota Probolinggo. Dia menerangkan bahwa masyarakat tidak perlu resah dengan adanya wabah PMK. Apalagi jika sampai terbawa kabar yang kurang baik. Sehingga warga takut untuk mengkonsumsi daging hewan utamanya sapi.

“Jangan-jangan akibat wabah PMK ini, ketika ada yang mengantarkan daging, malah dibuang karena takut,” ucapnya. Menurut Vaiga, itu jangan sampai terjadi.

Padahal hewan yang terpapar virus PMK, kata dia, dagingnya masih bisa dikonsumsi. Termasuk bagian jeroan dan kaki kakinya. Dengan catatan cara masaknya yang betul. “Jadi ketika cara masaknya betul, tidak perlu ditakutkan. Sebab virus apapun ketika dipanaskan sampai dengan 100 derajat, maka (virus, Red) akan mati. Jadi jangan terlalu takut. Apalagi sapinya juga belum tentu positif PMK. Yang sudah positif saja jika dimasak dengan betul, aman kok. Sebab tidak ada jaringan pada manusia yang membuat virus PMK ini bisa tumbuh dan berkembang,” tuturnya, Sabtu (2/7) siang.

Dia berharap masyarakat tidak perlu terlalu khawatir jelang Idul Adha di era PMK ini. Dia menyarankan untuk pembelian hewan kurban, sebaiknya H-2 atau H-3. Jangan dijadikan satu dengan hewan kurban lainnya dulu sebelum dipotong. Sebab, tidak diketahui secara pasti ketika dikumpulkan, apakah ada yang terpapar atau tidak.

WONOASIH, Radar Bromo – Guna mengantisipasi terjadinya penularan wabah PMK, warga yang hendak berkurban diimbau untuk meletakkan hewan kurban di tempat potong, saat H-1 pemotongan. Langkah ini bisa dilakukan baik masjid ataupun tempat lainnya. Warga juga diimbau, ada baiknya membeli hewan kurban H-3 atau H-2 sebelum Idul Adha.

Seperti yang ditegaskan Vaiga Miriyami, dokter hewan di Kota Probolinggo. Dia menerangkan bahwa masyarakat tidak perlu resah dengan adanya wabah PMK. Apalagi jika sampai terbawa kabar yang kurang baik. Sehingga warga takut untuk mengkonsumsi daging hewan utamanya sapi.

“Jangan-jangan akibat wabah PMK ini, ketika ada yang mengantarkan daging, malah dibuang karena takut,” ucapnya. Menurut Vaiga, itu jangan sampai terjadi.

Padahal hewan yang terpapar virus PMK, kata dia, dagingnya masih bisa dikonsumsi. Termasuk bagian jeroan dan kaki kakinya. Dengan catatan cara masaknya yang betul. “Jadi ketika cara masaknya betul, tidak perlu ditakutkan. Sebab virus apapun ketika dipanaskan sampai dengan 100 derajat, maka (virus, Red) akan mati. Jadi jangan terlalu takut. Apalagi sapinya juga belum tentu positif PMK. Yang sudah positif saja jika dimasak dengan betul, aman kok. Sebab tidak ada jaringan pada manusia yang membuat virus PMK ini bisa tumbuh dan berkembang,” tuturnya, Sabtu (2/7) siang.

Dia berharap masyarakat tidak perlu terlalu khawatir jelang Idul Adha di era PMK ini. Dia menyarankan untuk pembelian hewan kurban, sebaiknya H-2 atau H-3. Jangan dijadikan satu dengan hewan kurban lainnya dulu sebelum dipotong. Sebab, tidak diketahui secara pasti ketika dikumpulkan, apakah ada yang terpapar atau tidak.

MOST READ

BERITA TERBARU

/