alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Pertanian Menurun

DRINGU, Radar Bromo – Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah penghasil padi cukup baik di Jawa Timur. Bahkan, tahun ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo menarget ada 56.000 hektare lahan yang ditanami padi. Namun, ternyata tahun ini produktivitasnya menurun.

Kasubbag Perencanaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo Murfi Anggoro mengatakan, sejak Oktober 2019 hinga Juli 2020, produktivitas tanaman padi menurun dibandingkan pada Oktober 2018 hingga Juli 2019. “Pada Oktober 2018 hingga Juli 2019, produtivitasnya ada di angka rata-rata 5,2 ton per hektare dan pada Oktober 2019 hinga Juli 2020, ada pada 5,1 ton per hektare. Meski begitu, perbedaannya tidak jauh,” ujarnya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan produktivitas padi menurun. Di antaranya, kata Murfi, karena adanya beberapa serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan penyakit tanaman. “Pada tahun lalu ada serangan pada lahan pertanian, khususnya pada tanaman padi yang menyebabkan produktivitas pada tahun ini menurun,” jelasnya.

Di samping itu, panjangnya musim kemarau yang sebelumnya menyebabkan mundurnya musim tanam. “Sedikit banyak, adanya kemarau panjang pasti juga mempengaruhi produktivitas panen padi masyarakat,” ujarnya.

Menurunya, tidak hanya padi yang produktivitasnya menurun. Namun, juga terjadi pada sejumlah komuditas lain. Seperti, jagung dan bawang. “Memang ada beberapa daerah yang menjadi sentral lahan tanam padi, seperti di Kecamatan Gading, Gending, dan Tongas. Angka produktivitas itu kami ambil rata-ratanya. Namun, penurunan produktivitas juga terjadi pada tanaman pertanian lainnya, sebab kemunduran musim sangat berdampak,” jelasnya. (mg1/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah penghasil padi cukup baik di Jawa Timur. Bahkan, tahun ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo menarget ada 56.000 hektare lahan yang ditanami padi. Namun, ternyata tahun ini produktivitasnya menurun.

Kasubbag Perencanaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo Murfi Anggoro mengatakan, sejak Oktober 2019 hinga Juli 2020, produktivitas tanaman padi menurun dibandingkan pada Oktober 2018 hingga Juli 2019. “Pada Oktober 2018 hingga Juli 2019, produtivitasnya ada di angka rata-rata 5,2 ton per hektare dan pada Oktober 2019 hinga Juli 2020, ada pada 5,1 ton per hektare. Meski begitu, perbedaannya tidak jauh,” ujarnya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan produktivitas padi menurun. Di antaranya, kata Murfi, karena adanya beberapa serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan penyakit tanaman. “Pada tahun lalu ada serangan pada lahan pertanian, khususnya pada tanaman padi yang menyebabkan produktivitas pada tahun ini menurun,” jelasnya.

Di samping itu, panjangnya musim kemarau yang sebelumnya menyebabkan mundurnya musim tanam. “Sedikit banyak, adanya kemarau panjang pasti juga mempengaruhi produktivitas panen padi masyarakat,” ujarnya.

Menurunya, tidak hanya padi yang produktivitasnya menurun. Namun, juga terjadi pada sejumlah komuditas lain. Seperti, jagung dan bawang. “Memang ada beberapa daerah yang menjadi sentral lahan tanam padi, seperti di Kecamatan Gading, Gending, dan Tongas. Angka produktivitas itu kami ambil rata-ratanya. Namun, penurunan produktivitas juga terjadi pada tanaman pertanian lainnya, sebab kemunduran musim sangat berdampak,” jelasnya. (mg1/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/