Di Tengah Pandemi Korona, UPM Probolinggo Subsidi Mahasiswa

BERBASIS IT: Seorang dosen UPM Probolinggo membuka aplikasi SIAKAD yang digunakan dalam Ujian Tengah Semester (UTS) online. Inset, Rektor UPM Probolinggo Prof. Dr. Ir. H. R. Abdul Haris, M.M.

Related Post

DRINGU, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 yang berdampak kepada segala bidang, tak luput dari perhatian Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo. Demi meringankan beban mahasiswanya, UPM memberikan subsidi kepada mahasiswa.

Subsidi itu berupa subsidi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan Biaya Kegiatan Kemahasiswaan (BKK). Keringan ini diberikan sejak Maret 2020.

Rektor UPM Probolinggo Prof. Dr. Ir. H. R. Abdul Haris, M.M. mengatakan, subsidi SPP merupakan kebijakan yang diberikan Yayasan Pancamarga untuk meringankan mahasiswa UPM. “Besaran subsidinya sebesar Rp 50 ribu setiap bulan yang berlaku mulai Maret, April, dan Mei,” ujarnya.

Selain itu, Rektorat juga memberikan kebijakan keringanan BKK yang dimulai sejak Maret, April, dan Mei, kepada seluruh mahasiswa. Subsidi ini diberikan kepada seluruh mahasiswa, baik yang menempuh kuliah pagi dan kuliah sore. “Subsidi BKK sebesar 50 persen setiap bulan. Kebijakan ini untuk membantu mahasiswa karena saat wabah korona ini berdampak pada berbagai sektor ekonomi masyarakat, termasuk orang tua mahasiswa,” jelasnya.

Wabah virus korona ini juga berdampak pada aktivitas pendidikan di UPM. Salah satunya terhadap pelaksanaan Ujian Tengan Semester (UTS) yang kemudian digelar secara online. “UTS online ini memang kali pertama dilakukan. Mahasiswa melakukan ujian dari rumah masing-masing,” ujarnya.

Haris menjelaskan, dalam UTS online, dosen meng-upload soal ujian melalui Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). Kemudian, mahasiswa bisa men-dowload soal dan mengerjakannya dalam waktu yang telah ditentukan. “Total 2.300 mahasiswa mengikuti UTS online ini yang berjalan sejak 4-9 Mei 2020,” ujarnya. (put/adv)