alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Pemkot Probolinggo: Salat Tarawih Tetap Harus Terapkan Prokes

KANIGARAN, Radar Bromo – Menjelang Ramadan, banyak pertanyaan tekait dengan pelaksanaan salat tarawih. Sebab, di era pandemi Covid-19, sejumlah aktivitas masih dibatasi. Seperti mudik. Syukur, salat tarawih tetap diperbolehkan. Namun, harus menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Kabag Kesra Pemkot Probolinggo Agus Dwiwantoro mengatakan, terkait dengan ibadah terawih pada Ramadan diperbolehkan. Namun, di era pandemi, tetap diwajibkan menerapkan prokes. “Insyaallah dibuka,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini pandemi masih berlangsung. Pemerintah masih terus berjibaku untuk menekan penyebarannya. Karenanya, meski salat tarawih diperbolehkan, dalam pelaksanaannya tetap harus menerapkan prokes. “Upaya ini untuk menekan penyebaran Covid,” tambahnya.

Terpisah, Plt Takmir Masjid Agung Kota Probolinggo Paeni Efendi mengatakan, tahun ini di Masjid Agung Raudlatul Jannah, Kota Probolinggo, tetap akan dilaksanakan salat tarawih. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilakukan di rumah masing-masing.

“Setelah takmir melakukan musyawarah, diputuskan untuk salat tarawih di Masjid Agung, diperbolehkan. Namun, tetap dengan prokes. Hal ini dilakukan untuk menjawab rasa kerinduan dan gairah jamaah,” ujar Paeni.

Selain menerapkan prokes, durasi pelaksanaan salat tarawih juga dipersingkat. “Kami batasi waktunya juga maksimal satu jam. Jadi, dimulai pukul 19.00 dan pukul 20.00 sudah selesai. Kalau tahun sebelumnya (2018) selesainya sampai pukul 21.00,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua MUI Kota Probolinggo K.H. Nizar Irsyad. Menurutnya, salat tarawih tetap bisa dilakukan dengan tetap mengedepankan prokes. Apalagi, sebagian masyarakat sudah divaksin. Dengan vaksinasi, minimal memberikan rasa percaya diri. Meski bukan jaminan terhindar sepenuhnya dari Covid.

“Pihak pelaksana wajib menerapkan prokes. Termasuk mewajibkan jamaah menggunakan masker,” ujarnya. (rpd/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Menjelang Ramadan, banyak pertanyaan tekait dengan pelaksanaan salat tarawih. Sebab, di era pandemi Covid-19, sejumlah aktivitas masih dibatasi. Seperti mudik. Syukur, salat tarawih tetap diperbolehkan. Namun, harus menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Kabag Kesra Pemkot Probolinggo Agus Dwiwantoro mengatakan, terkait dengan ibadah terawih pada Ramadan diperbolehkan. Namun, di era pandemi, tetap diwajibkan menerapkan prokes. “Insyaallah dibuka,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini pandemi masih berlangsung. Pemerintah masih terus berjibaku untuk menekan penyebarannya. Karenanya, meski salat tarawih diperbolehkan, dalam pelaksanaannya tetap harus menerapkan prokes. “Upaya ini untuk menekan penyebaran Covid,” tambahnya.

Terpisah, Plt Takmir Masjid Agung Kota Probolinggo Paeni Efendi mengatakan, tahun ini di Masjid Agung Raudlatul Jannah, Kota Probolinggo, tetap akan dilaksanakan salat tarawih. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilakukan di rumah masing-masing.

“Setelah takmir melakukan musyawarah, diputuskan untuk salat tarawih di Masjid Agung, diperbolehkan. Namun, tetap dengan prokes. Hal ini dilakukan untuk menjawab rasa kerinduan dan gairah jamaah,” ujar Paeni.

Selain menerapkan prokes, durasi pelaksanaan salat tarawih juga dipersingkat. “Kami batasi waktunya juga maksimal satu jam. Jadi, dimulai pukul 19.00 dan pukul 20.00 sudah selesai. Kalau tahun sebelumnya (2018) selesainya sampai pukul 21.00,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua MUI Kota Probolinggo K.H. Nizar Irsyad. Menurutnya, salat tarawih tetap bisa dilakukan dengan tetap mengedepankan prokes. Apalagi, sebagian masyarakat sudah divaksin. Dengan vaksinasi, minimal memberikan rasa percaya diri. Meski bukan jaminan terhindar sepenuhnya dari Covid.

“Pihak pelaksana wajib menerapkan prokes. Termasuk mewajibkan jamaah menggunakan masker,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/