alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

16 Desa Rawan Konflik di Pilkades Tahap Pertama, Ada yang Calonnya 9

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penetapan nama calon kepala desa di 62 desa yang lolos seleksi ajang pemilihan kepala desa, kian dekat. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo mewaspadai 16 desa yang termasuk kategori rawan konflik.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto mengatakan, pada prinsipnya potensi konflik dapat terjadi pada desa yang memiliki jumlah bakal calon kepala desa yang jumlahnya diatas 5 calon. Semakin banyak calon yang akan maju dalam pemilihan kepala desa, tingkat kerawanan konflik juga semakin tinggi. Sebab mudah terjadi gesekan antara calon kades hingga tim sukses yang mendukung.

“Kami waspadai desa yang memiliki bakal calon yang lebih dari 5 orang. Ini sangat rawan konflik,” ujarnya.

Dari data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) setidaknya ada 16 desa yang memiliki bakal calon kepala desa yang jumlahnya lebih dari 5 orang. Namun terdapat 3 desa yang memilik bakal calon kepala desa terbanyak. Diantaranya Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan terdapat 10 bakal calon kepala desa (balonkades); Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris ada 9 balonkades; dan Desa Tambelang, Kecamatan Krucil ada 9 balonkades. Nantinya balonkades tersebut akan disusutkan maksimal 5 calon kepala desa.

“Selalu kami pantau terus proses pemilihan kepala desa. Nantinya juga akan berkoordinasi dengan kecamatan untuk memberikan edukasi kepada panitia agar tetap bekerja sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan menggangu proses pemilihan. Hingga sekarang terus dilakukan penguatan pengamanan. Potensi intimadasi dari oknum yang tidak bertanggungjawab dan dapat mengacau jalannya Pilkades akan turut dipantau secara intensif.

“Saat ini kondisi masih masuk kategori kondusif, namun tetap waspada. Kejadian seperti di Desa Brabe beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius, ini dilakukan agar tidak terjadi kasus serupa,” pungkasnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penetapan nama calon kepala desa di 62 desa yang lolos seleksi ajang pemilihan kepala desa, kian dekat. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo mewaspadai 16 desa yang termasuk kategori rawan konflik.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto mengatakan, pada prinsipnya potensi konflik dapat terjadi pada desa yang memiliki jumlah bakal calon kepala desa yang jumlahnya diatas 5 calon. Semakin banyak calon yang akan maju dalam pemilihan kepala desa, tingkat kerawanan konflik juga semakin tinggi. Sebab mudah terjadi gesekan antara calon kades hingga tim sukses yang mendukung.

“Kami waspadai desa yang memiliki bakal calon yang lebih dari 5 orang. Ini sangat rawan konflik,” ujarnya.

Dari data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) setidaknya ada 16 desa yang memiliki bakal calon kepala desa yang jumlahnya lebih dari 5 orang. Namun terdapat 3 desa yang memilik bakal calon kepala desa terbanyak. Diantaranya Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan terdapat 10 bakal calon kepala desa (balonkades); Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris ada 9 balonkades; dan Desa Tambelang, Kecamatan Krucil ada 9 balonkades. Nantinya balonkades tersebut akan disusutkan maksimal 5 calon kepala desa.

“Selalu kami pantau terus proses pemilihan kepala desa. Nantinya juga akan berkoordinasi dengan kecamatan untuk memberikan edukasi kepada panitia agar tetap bekerja sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan menggangu proses pemilihan. Hingga sekarang terus dilakukan penguatan pengamanan. Potensi intimadasi dari oknum yang tidak bertanggungjawab dan dapat mengacau jalannya Pilkades akan turut dipantau secara intensif.

“Saat ini kondisi masih masuk kategori kondusif, namun tetap waspada. Kejadian seperti di Desa Brabe beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius, ini dilakukan agar tidak terjadi kasus serupa,” pungkasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/